HORAS — Melalui pesan Whatshapp Sihar Sitorus mengumumkan secara resmi tentang meninggalnya DR Sutan Raja Darius Lungguk Sitorus, atau sering disebut DL Sitorus.
Informasi tersebut diumumkan oleh anaknya Sihar Sitorus, mengatakan: “Benar, bahwa Ayahanda/Ompung kami tercinta, DR Sutan Raja DL Sitorus telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga pada tanggal 3 Agustus 2017, sekitar pukul 14.15 di Jakarta.”
Meninggalnya DL Sitorus berada di Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188 tujuan Jakarta – Medan. Sehingga pesawat tersebut pun ditunda keberangkatannya yang dijadwalkan berangkat pukul 13.35 WIB, Rabu (3/8/2017).
Sihar juga mengatakan, bahwa selama masa hidup beliau mohon dimaafkan atas segala kesalahan almarhum ayah kami DR Sutan Raja DL Sitorus atas segala kesalahan ayahanda/ompung kami semasa hidupnya. Sebelum dikebumikan di Sumatera Utara, Jenazah disemayamkan di Jalan Kebon Raya No.2 Duri Kepa, Jakarta Barat.

DR Sutan Raja DL Sitorus yang menikah dengan Boru Siagian dilahirkan di Parsambilan, Kecamatan Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara. Kemudian almarhum semasa hidupnya berpindah dan besar di Siantar. DL Sitorus beserta istri dikaruniai 5 orang anak yaitu, 2 perempuan dan 3 laki-laki.
Selain dikenal sebagai Pengusaha Sawit yang memiliki luas ribuan hektare, DR Sutan Raja DL Sitorus juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki yayasan pendidikan serta pengusaha asal Sumatera Utara ini memiliki gedung-gedung untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan suku Batak yang diberi nama “Rumah Gorga” tersebar di Jakarta dan Bekasi juga properti/perumahan, Hotel di beberapa provinsi di Indonesia. TINJAKSTAR Agustus 03, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
Informasi tersebut diumumkan oleh anaknya Sihar Sitorus, mengatakan: “Benar, bahwa Ayahanda/Ompung kami tercinta, DR Sutan Raja DL Sitorus telah berpulang ke Rumah Bapa di Sorga pada tanggal 3 Agustus 2017, sekitar pukul 14.15 di Jakarta.”
Meninggalnya DL Sitorus berada di Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 188 tujuan Jakarta – Medan. Sehingga pesawat tersebut pun ditunda keberangkatannya yang dijadwalkan berangkat pukul 13.35 WIB, Rabu (3/8/2017).
Sihar juga mengatakan, bahwa selama masa hidup beliau mohon dimaafkan atas segala kesalahan almarhum ayah kami DR Sutan Raja DL Sitorus atas segala kesalahan ayahanda/ompung kami semasa hidupnya. Sebelum dikebumikan di Sumatera Utara, Jenazah disemayamkan di Jalan Kebon Raya No.2 Duri Kepa, Jakarta Barat.

DR Sutan Raja DL Sitorus yang menikah dengan Boru Siagian dilahirkan di Parsambilan, Kecamatan Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara. Kemudian almarhum semasa hidupnya berpindah dan besar di Siantar. DL Sitorus beserta istri dikaruniai 5 orang anak yaitu, 2 perempuan dan 3 laki-laki.
Selain dikenal sebagai Pengusaha Sawit yang memiliki luas ribuan hektare, DR Sutan Raja DL Sitorus juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki yayasan pendidikan serta pengusaha asal Sumatera Utara ini memiliki gedung-gedung untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan suku Batak yang diberi nama “Rumah Gorga” tersebar di Jakarta dan Bekasi juga properti/perumahan, Hotel di beberapa provinsi di Indonesia. TINJAKSTAR Agustus 03, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Mendengar nama Julius Sitanggang tentu akan membuat kita teringat pada lagu-lagunya yang menyentuh humaniora (membuat manusia lebih manusiawi), juga kecintaan pada Yang Maha Kuasa, juga kesantunan pada orangtua, serta keindahan alam Indonesia.
Eksistensi bermusiknya yang tak pernah berhenti, dari usia cilik ke remaja hingga dewasa, Julius Sitanggang akan kembali menggelar konser tunggalnya pada hari Minggu, 30 Juli 2017 di Hard Rock Cafe Jakarta - Pacific Place Mall Ground Floor #G-05 SCBD LOT 3-5, Jalan Jenderal Soedirman, Kav. 52 - 53 Jakarta. Acara yang akan dimulai dari jam 19.00 WIB hingga 21.00 WIB ini mengangkat tema Up Close and Personal with Julius Sitanggang. Ini mengisyaratkan bahwa Julius Sitanggang ingin selalu membina kedekatan dengan para penggemarnya secara lebih personal.
Ranto Sitanggang (drummer) dan David Sitanggang (gitaris dan vokal), dari De Joli’s, adalah grup musik yang telah mendampingi kesuksesan karir musik Julius Sitanggang, juga akan tampil mengiringi 20 lagu yang akan dibawakan oleh Julius Sitanggang pada konser ini, dan aransemen musik juga akan didukung oleh permainan musik dari beberapa musisi lainnya. Sandro Tobing yang akan menjadi pembawa acara ini.
"Materi lagu sudah dipersiapkan, tentunya adalah lagu-lagu saya yang dikenang oleh para pecinta musik di Tanahair. Karena konser ini digelar di Hardrock Cafe, maka lagu-lagunya akan diaransemen dengan sentuhan rock, namun tetap mempertahankan keaslian tunning nada dan vokalnya,” kata Julius Sitanggang, penerima BASF Awards 1985 (sekarang bernama Anugerah Musik Indonesia), ketika kami wawancarai, Minggu (2/7/2017).

Julius Sitanggang juga mengatakan, “Persiapan pelaksanaan konser ini ditangani oleh beberapa event organizer di bawah kontrol Julius and Friends Management, didukung oleh para fans setia di JSC (Julius Sitanggang and De Joli’s Community), yang membuat saya optimis untuk terlaksananya konser kali ini. Namun dukungan dari pihak-pihak lain masih sangat kami tunggu, untuk dapat mensponsorinya. Konser ini tidak berorientasi pada komersial namun lebih untuk kemanusiaan, panggilan pada nurani kita bersama.”
Emilia Sitanggang, adik kandung Julius Sitanggang menginformasikan, bahwa konser ini dibatasi untuk 400 orang penonton, sesuai kapasitas ruangan. Ini salah satu cara untuk terciptanya suasana lebih dekat dengan para fans. Dari pembelian tiket, para penonton juga akan disuguhi snack dan minuman. Konser ini juga akan dihadiri oleh bintang tamu dari para artis terkenal Indonesia, tentu akan menjadi kejutan tersendiri bagi para penonton yang menghadirinya.
“Masa-masa kecil saya ditemani lagu-lagu Julius Sitanggang yang lirik-lirik lagunya sangat memotivasi kehidupan saya agar selalu tabah dan tegar menghadapi peliknya kehidupan, hingga mampu meraih kesuksesan. Lagu-lagu Julius Sitanggang sangat mempengaruhi kehidupan masa lalu saya hingga sekarang," kata Pipin Temi Gandi, salah seorang fans setia Julius Sitanggang dan De Joli's.
Menelisik muatan lirik lagu-lagu Julius Sitanggang, sebagian besar bermuatan pesan-pesan kemanusiaan, seperti pada lagu Tabahlah Mama. Lagu ini berkisah tentang seorang anak ditinggalkan ayahnya, dengan runtunan penderitaan dihadapi, memberikan motivasi hidup agar tak mudah berputus asa. Pada lagu Balada Penyemir Sepatu, nurani kita seperti disentakkan pada keadaan hidup sekitar, bahwa ada anak-anak usia dini mengais kehidupan dengan menyemir sepatu, agar bisa bertahan hidup dan tidak mati kelaparan. Untuk lagu Sebuah Penantian kita seperti diajak larut dengan penderitaan anak-anak korban perceraian. Dan lagu Balada si Tua menggambarkan kemiskinan di tengah megahnya kota metropolitan.
Sementara itu pada lagu Maria, kita diajak peduli untuk memaknai persahabatan dan kesetiakawanan pada orang-orang pengidap penyakit tak terobati. Beragam permasalahan kemanusiaan di Tanahair diangkat pada lagu-lagu Julius Sitanggang.
Lagu-lagu Julius Sitanggang yang menginspirasi dan memperjuangkan kemanusiaan, menjadi solusi bagi penikmat lagunya untuk bertarung dengan kenyataan hidup, agar tabah, tegar, tak mudah berputus asa, dan mengajak untuk bangkit kembali, ‘Tiada duka sepanjang masa’.
Hari ini permasalahan-permasalahan kemanusiaan di Indonesia belum mampu kita tuntaskan, dan semoga konser Julius Sitanggang ini mendapat dukungan dari siapapun agar berbagai permasalahan kemanusiaan di Tanahair selalu jadi kepedulian untuk kita atasi bersama.
"Bagi yang belum memesan tiket konser Julius Sitanggang pada tanggal 30 Juli 2017 nanti, dan juga bagi yang ingin jadi sponsor konser kemanusiaan ini, dapat menghubungi nomor 087888165561," kata Ranto Sitanggang, kakak kandung Julius Sitanggang.
M. Fadhli TINJAKSTAR Juli 18, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
Eksistensi bermusiknya yang tak pernah berhenti, dari usia cilik ke remaja hingga dewasa, Julius Sitanggang akan kembali menggelar konser tunggalnya pada hari Minggu, 30 Juli 2017 di Hard Rock Cafe Jakarta - Pacific Place Mall Ground Floor #G-05 SCBD LOT 3-5, Jalan Jenderal Soedirman, Kav. 52 - 53 Jakarta. Acara yang akan dimulai dari jam 19.00 WIB hingga 21.00 WIB ini mengangkat tema Up Close and Personal with Julius Sitanggang. Ini mengisyaratkan bahwa Julius Sitanggang ingin selalu membina kedekatan dengan para penggemarnya secara lebih personal.
Ranto Sitanggang (drummer) dan David Sitanggang (gitaris dan vokal), dari De Joli’s, adalah grup musik yang telah mendampingi kesuksesan karir musik Julius Sitanggang, juga akan tampil mengiringi 20 lagu yang akan dibawakan oleh Julius Sitanggang pada konser ini, dan aransemen musik juga akan didukung oleh permainan musik dari beberapa musisi lainnya. Sandro Tobing yang akan menjadi pembawa acara ini.
"Materi lagu sudah dipersiapkan, tentunya adalah lagu-lagu saya yang dikenang oleh para pecinta musik di Tanahair. Karena konser ini digelar di Hardrock Cafe, maka lagu-lagunya akan diaransemen dengan sentuhan rock, namun tetap mempertahankan keaslian tunning nada dan vokalnya,” kata Julius Sitanggang, penerima BASF Awards 1985 (sekarang bernama Anugerah Musik Indonesia), ketika kami wawancarai, Minggu (2/7/2017).

Julius Sitanggang juga mengatakan, “Persiapan pelaksanaan konser ini ditangani oleh beberapa event organizer di bawah kontrol Julius and Friends Management, didukung oleh para fans setia di JSC (Julius Sitanggang and De Joli’s Community), yang membuat saya optimis untuk terlaksananya konser kali ini. Namun dukungan dari pihak-pihak lain masih sangat kami tunggu, untuk dapat mensponsorinya. Konser ini tidak berorientasi pada komersial namun lebih untuk kemanusiaan, panggilan pada nurani kita bersama.”
Emilia Sitanggang, adik kandung Julius Sitanggang menginformasikan, bahwa konser ini dibatasi untuk 400 orang penonton, sesuai kapasitas ruangan. Ini salah satu cara untuk terciptanya suasana lebih dekat dengan para fans. Dari pembelian tiket, para penonton juga akan disuguhi snack dan minuman. Konser ini juga akan dihadiri oleh bintang tamu dari para artis terkenal Indonesia, tentu akan menjadi kejutan tersendiri bagi para penonton yang menghadirinya.
“Masa-masa kecil saya ditemani lagu-lagu Julius Sitanggang yang lirik-lirik lagunya sangat memotivasi kehidupan saya agar selalu tabah dan tegar menghadapi peliknya kehidupan, hingga mampu meraih kesuksesan. Lagu-lagu Julius Sitanggang sangat mempengaruhi kehidupan masa lalu saya hingga sekarang," kata Pipin Temi Gandi, salah seorang fans setia Julius Sitanggang dan De Joli's.
Menelisik muatan lirik lagu-lagu Julius Sitanggang, sebagian besar bermuatan pesan-pesan kemanusiaan, seperti pada lagu Tabahlah Mama. Lagu ini berkisah tentang seorang anak ditinggalkan ayahnya, dengan runtunan penderitaan dihadapi, memberikan motivasi hidup agar tak mudah berputus asa. Pada lagu Balada Penyemir Sepatu, nurani kita seperti disentakkan pada keadaan hidup sekitar, bahwa ada anak-anak usia dini mengais kehidupan dengan menyemir sepatu, agar bisa bertahan hidup dan tidak mati kelaparan. Untuk lagu Sebuah Penantian kita seperti diajak larut dengan penderitaan anak-anak korban perceraian. Dan lagu Balada si Tua menggambarkan kemiskinan di tengah megahnya kota metropolitan.
Sementara itu pada lagu Maria, kita diajak peduli untuk memaknai persahabatan dan kesetiakawanan pada orang-orang pengidap penyakit tak terobati. Beragam permasalahan kemanusiaan di Tanahair diangkat pada lagu-lagu Julius Sitanggang.
Lagu-lagu Julius Sitanggang yang menginspirasi dan memperjuangkan kemanusiaan, menjadi solusi bagi penikmat lagunya untuk bertarung dengan kenyataan hidup, agar tabah, tegar, tak mudah berputus asa, dan mengajak untuk bangkit kembali, ‘Tiada duka sepanjang masa’.
Hari ini permasalahan-permasalahan kemanusiaan di Indonesia belum mampu kita tuntaskan, dan semoga konser Julius Sitanggang ini mendapat dukungan dari siapapun agar berbagai permasalahan kemanusiaan di Tanahair selalu jadi kepedulian untuk kita atasi bersama.
"Bagi yang belum memesan tiket konser Julius Sitanggang pada tanggal 30 Juli 2017 nanti, dan juga bagi yang ingin jadi sponsor konser kemanusiaan ini, dapat menghubungi nomor 087888165561," kata Ranto Sitanggang, kakak kandung Julius Sitanggang.
M. Fadhli TINJAKSTAR Juli 18, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Busana muslim berbahan Ulos akan ditampilkan di jakarta. Pakaian muslim berbahan Tenus Ulos Batak dari Taput (Tapanuli Utara) tersebut akan ditampilkan salah satu desainer dalam pagelaran di Jakarta Fashion Week.
Hal itu disampaikan Ketua Dekranasda Taput Satika Nikson Nababan yang menerima kunjungan Bupati Tapteng Sukran Tanjung yang bertandang ke Kantor Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Taput. Dalam kesempatan tersebut, Satika juga memberikan sebuah kemeja dan pakaian wanita berbahan tenunan ulos Batak kepada Sukran dan istrinya.
“Dalam waktu dekat, pakaian muslim berbahan tenus ulos Batak dari Taput akan ditampilkan oleh salah satu desainer di Jakarta Fashion Week. Ini buah atas seringnya kita menampilkan tenun ulos dalam setiap acara fashion show. Sehingga desainer pun melirik tenun ulos kita. Dan memang harapan kita dengan semakin seringnya tampil, tenun ulos Batak akan semakin dilirik dan dipergunakan banyak orang. Yang tentunya juga akan semakin memajukan perajin tenun ulos kita,” kata Sartika dalam pertemuan tersebut.

Ketua Dekranasda Taput Satika Nikson Nababan foto bersama Bupati Tapteng Sukran Tanjung, pengacara Roder Nababan serta ibu-ibu PKK.
Satika mengatakan, hal lainnya yang sedang diupayakan oleh Dekranasda Taput, yakni mencari bantuan dari Bank Indonesia. Bantuan itu nantinya akan dipergunakan untuk membuat sebuah galeri perajin ulos di lokasi objek wisata Salib Kasih di Siatas Barita. Galeri tersebut nantinya akan mempertunjukkan proses awal hingga selesai pembuatan ulos Batak.
“Jadi selain berkunjung ke Salib Kasih, para pengunjung juga bisa menikmati pembuatan tenun ulos Batak ini,” terangnya.
Satika mengatakan, sejak dulu, sejak dia belum menjadi Ketua Dekranasda Taput, dirinya memang sudah tertarik dengan tenunan ulos Batak. Oleh karena itu, dia sangat ingin lebih memperkenalkan ulos Batak ini keseluruh penjuru dunia.
“Dalam Jakarta Fashion Week itu nantinya, kita harapkan melalui press internasional ada di acara itu, maka dunia akan lebih mengenal kerajinan ulos Batak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapteng Sukran Tanjung sangat mengapresiasi kerajinan tenun ulos Batak yang berasal dari Taput. Menurutnya, souvernir ulos Batak yang biasa diberikan oleh Pemkab Tapteng kepada para tamunya, umumnya merupakan tenunan ulos dari Taput.
“Mengenai kerajinan-kerajinan daerah ini, kita juga berharap ke depan Dekranasda Taput dan Tapteng dapat saling berbagi ilmu dan berdiskusi. Khususnya dalam memajukan kerajinan daerah masing-masing,” ujarnya.
Hengki Tobing/MetroSiantar TINJAKSTAR September 28, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hal itu disampaikan Ketua Dekranasda Taput Satika Nikson Nababan yang menerima kunjungan Bupati Tapteng Sukran Tanjung yang bertandang ke Kantor Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Taput. Dalam kesempatan tersebut, Satika juga memberikan sebuah kemeja dan pakaian wanita berbahan tenunan ulos Batak kepada Sukran dan istrinya.
“Dalam waktu dekat, pakaian muslim berbahan tenus ulos Batak dari Taput akan ditampilkan oleh salah satu desainer di Jakarta Fashion Week. Ini buah atas seringnya kita menampilkan tenun ulos dalam setiap acara fashion show. Sehingga desainer pun melirik tenun ulos kita. Dan memang harapan kita dengan semakin seringnya tampil, tenun ulos Batak akan semakin dilirik dan dipergunakan banyak orang. Yang tentunya juga akan semakin memajukan perajin tenun ulos kita,” kata Sartika dalam pertemuan tersebut.

Ketua Dekranasda Taput Satika Nikson Nababan foto bersama Bupati Tapteng Sukran Tanjung, pengacara Roder Nababan serta ibu-ibu PKK.
Satika mengatakan, hal lainnya yang sedang diupayakan oleh Dekranasda Taput, yakni mencari bantuan dari Bank Indonesia. Bantuan itu nantinya akan dipergunakan untuk membuat sebuah galeri perajin ulos di lokasi objek wisata Salib Kasih di Siatas Barita. Galeri tersebut nantinya akan mempertunjukkan proses awal hingga selesai pembuatan ulos Batak.
“Jadi selain berkunjung ke Salib Kasih, para pengunjung juga bisa menikmati pembuatan tenun ulos Batak ini,” terangnya.
Satika mengatakan, sejak dulu, sejak dia belum menjadi Ketua Dekranasda Taput, dirinya memang sudah tertarik dengan tenunan ulos Batak. Oleh karena itu, dia sangat ingin lebih memperkenalkan ulos Batak ini keseluruh penjuru dunia.
“Dalam Jakarta Fashion Week itu nantinya, kita harapkan melalui press internasional ada di acara itu, maka dunia akan lebih mengenal kerajinan ulos Batak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapteng Sukran Tanjung sangat mengapresiasi kerajinan tenun ulos Batak yang berasal dari Taput. Menurutnya, souvernir ulos Batak yang biasa diberikan oleh Pemkab Tapteng kepada para tamunya, umumnya merupakan tenunan ulos dari Taput.
“Mengenai kerajinan-kerajinan daerah ini, kita juga berharap ke depan Dekranasda Taput dan Tapteng dapat saling berbagi ilmu dan berdiskusi. Khususnya dalam memajukan kerajinan daerah masing-masing,” ujarnya.
Hengki Tobing/MetroSiantar TINJAKSTAR September 28, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Game Buatan Anak Doloksanggul.
Komunitas Anak IT dari doloksanggul membuktikan diri bahwa mereka dapat menghasilkan karya dengan keahlian mereka. Yaitu, sebuah game petualangan yang mengibaratkan seperti perjalanan dari Bakkara ke Doloksanggul.
Walau ini hanya berupa permainan sederhana, tapi satu hal yang perlu kita perhatian bahwa mereka membuktikan dan menunjukkan begitu besarnya kecintaan mereka terhadap bonapasogit. Besar harapan supaya kedepannya mereka (Komunitas Anak IT Doloksanggul) dapat menciptakan game yang lebih canggih dari game ini dan dapat membanggakan halak hita bangso batak.
*Naporlu Botoon (NB): Game ini hanya bisa di mainkan di komputer atau laptop saja. TINJAKSTAR Agustus 12, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Komunitas Anak IT dari doloksanggul membuktikan diri bahwa mereka dapat menghasilkan karya dengan keahlian mereka. Yaitu, sebuah game petualangan yang mengibaratkan seperti perjalanan dari Bakkara ke Doloksanggul.
Walau ini hanya berupa permainan sederhana, tapi satu hal yang perlu kita perhatian bahwa mereka membuktikan dan menunjukkan begitu besarnya kecintaan mereka terhadap bonapasogit. Besar harapan supaya kedepannya mereka (Komunitas Anak IT Doloksanggul) dapat menciptakan game yang lebih canggih dari game ini dan dapat membanggakan halak hita bangso batak.
Download Game Buatan Anak Doloksanggul
- GAME ROAD BAKKARA - Download di sini
- GAME DOXA - Download di sini
*Naporlu Botoon (NB): Game ini hanya bisa di mainkan di komputer atau laptop saja. TINJAKSTAR Agustus 12, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Gaya blusukan yang diterapkan Jokowi alias Joko Widodo berhasil membawa beliau ke kursi nomor 1 di Indonesia.
Tapi tahukah kita bahwa blusukan yang paling gila dalam hal pejabat negeri ini dipelopori oleh pejabat turunan Batak, (Edward Waldemar Pahala) EWP Tambunan.
Dia adalah Reformis di tengah orde baru. Pemerintahan yg bersih KKN adalah visi beliau.
Keberaniannya membuat beliau hanya diberi kekuasaan 5 tahun. Karena di pemerintahan Pusat beliau dianggap pejabat yang pelit "Tidak pengertian" karena EWP berujar "Pejabat pusat yang datang ke daerah memiliki SPJnya".

Mungkin bila beliau hidup di jaman reformasi beliau bisa menjadi presiden juga.
Masa pemerintahan beliau sering blusukan tiba-tiba di kecamatan-kecamatan Sumut, tidur di Rumah warga di papan dengan kain sarung, tidak suka dengan sambutan, masa itu (1978-1983) setiap camat harus menguasai potensi daerahnya kalau tidak mau malu disembur di tempat umum. EWP akan bertanya, "Berapa jumlah ayam , jumlah kambing, tonase hasil pertanian di kecamatan ini, angka kelahiran, luas tanah kosong, jumlah siswa, DLL.
EWP beranggapan seorang pemimpin harus tahu potensi daerah tersebut sehingga bisa menerapkan keputusan dan anggaran yang tepat arah.
Tetapi tidak jarang orang batak juga sering kesal dengan Opung ini, karena jiwanya yang sangat Pruralis dan Anti KKN.
Pernah marga Tambunan sendiri disembur langsung oleh beliau, karena meminta jabatan. Tapi beliaulah yang mengenalkan Pesta Danau Toba sampai ke mancanegara sehingga wisatawan mancanegara beradu ke Danau Toba Kala itu. Salam Sumut Horas, Mejuah-juah, Ahoi, ini juga adalah hasil dari pemikiran opung ini.
Di kalangan para kontraktor Opung EWP dikenal dengan si "Kayu Laut" karena suka tiba-tiba tinjau lokasi dan tidak segan-segan memerintahkan bongkar kepada kontraktor yang salah. Salah satu kontraktor pernah cerita sama saya masa pemerintahan EWP Tambunan.
Lebih gilanya EWP sering memulangkan kelebihan uang anggaran uang Kegubernuran pada pusat, dimana anggaran itu bisa saja dilakukan untuk program yang aneh-aneh.
Mungkin ini yg membuat dari kecil aku sering di ajarkan oleh keluarga tentang si Tambunan Edward ini, karena kejujurannya untuk priode kedua beliau harus di pulangkan Soeharto ke Jakarta dan dibatasi bersosial.
David Smara TINJAKSTAR Mei 25, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Tapi tahukah kita bahwa blusukan yang paling gila dalam hal pejabat negeri ini dipelopori oleh pejabat turunan Batak, (Edward Waldemar Pahala) EWP Tambunan.
Dia adalah Reformis di tengah orde baru. Pemerintahan yg bersih KKN adalah visi beliau.
Keberaniannya membuat beliau hanya diberi kekuasaan 5 tahun. Karena di pemerintahan Pusat beliau dianggap pejabat yang pelit "Tidak pengertian" karena EWP berujar "Pejabat pusat yang datang ke daerah memiliki SPJnya".

Mungkin bila beliau hidup di jaman reformasi beliau bisa menjadi presiden juga.
Masa pemerintahan beliau sering blusukan tiba-tiba di kecamatan-kecamatan Sumut, tidur di Rumah warga di papan dengan kain sarung, tidak suka dengan sambutan, masa itu (1978-1983) setiap camat harus menguasai potensi daerahnya kalau tidak mau malu disembur di tempat umum. EWP akan bertanya, "Berapa jumlah ayam , jumlah kambing, tonase hasil pertanian di kecamatan ini, angka kelahiran, luas tanah kosong, jumlah siswa, DLL.
EWP beranggapan seorang pemimpin harus tahu potensi daerah tersebut sehingga bisa menerapkan keputusan dan anggaran yang tepat arah.
Tetapi tidak jarang orang batak juga sering kesal dengan Opung ini, karena jiwanya yang sangat Pruralis dan Anti KKN.
Pernah marga Tambunan sendiri disembur langsung oleh beliau, karena meminta jabatan. Tapi beliaulah yang mengenalkan Pesta Danau Toba sampai ke mancanegara sehingga wisatawan mancanegara beradu ke Danau Toba Kala itu. Salam Sumut Horas, Mejuah-juah, Ahoi, ini juga adalah hasil dari pemikiran opung ini.
Di kalangan para kontraktor Opung EWP dikenal dengan si "Kayu Laut" karena suka tiba-tiba tinjau lokasi dan tidak segan-segan memerintahkan bongkar kepada kontraktor yang salah. Salah satu kontraktor pernah cerita sama saya masa pemerintahan EWP Tambunan.
Lebih gilanya EWP sering memulangkan kelebihan uang anggaran uang Kegubernuran pada pusat, dimana anggaran itu bisa saja dilakukan untuk program yang aneh-aneh.
Mungkin ini yg membuat dari kecil aku sering di ajarkan oleh keluarga tentang si Tambunan Edward ini, karena kejujurannya untuk priode kedua beliau harus di pulangkan Soeharto ke Jakarta dan dibatasi bersosial.
David Smara TINJAKSTAR Mei 25, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) mambaen ‘Naposo Martumba’ di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, ari Sabtu (22/11).
Bangga jadi Halak Batak, menghargai dohot melestarikan budaya Batak. Ima visi-misi Forum Bangso Batak Indonesia.
Terbukti ma i acara on sebagai salah satu komitmen FBBI, dalam rangka malestarihon Budaya Batak i jaman modernisasi on.

Acara ‘Naposo Martumba’ on adong ma i;
Forum Bangso Batak Indonesia secara sah dipaboa tu umum sejak tanggal 10 Mei 2014, na bertujuan melestarikan budaya Batak, khususna tentang bonapasogit. "Unang lupa bonapasogit" inna Aris Panjaitan, sebagai ketua umum FBBI.
Maju terus Bangso Batak, pemuda/pemudi generasi Indonesia. TINJAKSTAR November 24, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Bangga jadi Halak Batak, menghargai dohot melestarikan budaya Batak. Ima visi-misi Forum Bangso Batak Indonesia.
Terbukti ma i acara on sebagai salah satu komitmen FBBI, dalam rangka malestarihon Budaya Batak i jaman modernisasi on.

Acara ‘Naposo Martumba’ on adong ma i;
- Tortor (Tari-tarian)
- Puisi Batak
- Marende lagu-lagu Batak
- Seminar Motivasi (Saut Sitompul: Motivator Nasional) dohot (Donald Sihombing: Pengusaha Sukses)
- Artis: Feber MT Manalu, Tio Fanta Pinem, Tolucca, Rimma Sitompul, dohot Ucok/Butet Show
- stand kuliner Batak, na paling mantap ima "lampet"
Forum Bangso Batak Indonesia secara sah dipaboa tu umum sejak tanggal 10 Mei 2014, na bertujuan melestarikan budaya Batak, khususna tentang bonapasogit. "Unang lupa bonapasogit" inna Aris Panjaitan, sebagai ketua umum FBBI.
Maju terus Bangso Batak, pemuda/pemudi generasi Indonesia. TINJAKSTAR November 24, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
HORAS — Florence br Sihombing gabe tersangka ala mandok kalimat na roa tu kota Yogyakarta, ima pangalahon na roa hian, apalagi i Daerah Istimewa Yogyakarta.
Alai puji Tuhan, Gubernur jogja jala sekaligus sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, marpanganju tu si Floren. Didokkon Sultan i: Saya berharap semua warga Yogya memaafkan Florence Sihombing dan bisa tetap tinggal di Yogyakarta untuk menyelesaikan kuliah kenotariatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Di harappon Sultan asa sude warga Jogja boi mamaapon Florence Sihombing, jala ima na ombar tusi gabe na denggan.
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, Florence Sihombing [KOMPAS.com/Wijaya Kusuma]
"Si Florence nga mangido maap tu hami, jadi ingkon do ahu marpanganju tu ibana", inna ni sultan sae pejumpang dohot Florence nantuari i kantor Kepatihan pas ari kamis (4/9/2014), idongani perwakilan sian UGM, ima Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Budi Wiknyosukarto, Kabid Humas UGM Wiwit Wijayanti, dohot Dekan Fakultas Hukum UGM Paripurna
Secara tegas Sultan mandok tu halak Jogja asa dilehon kesempatan tu si Floren tetap i Jogja, asa boi jo dipasae sikkolana Kenotariatan S2 na di UGMN i. Asa unang be muruk ganupan marningot pangalahon ni si Florence. TINJAKSTAR September 05, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Alai puji Tuhan, Gubernur jogja jala sekaligus sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, marpanganju tu si Floren. Didokkon Sultan i: Saya berharap semua warga Yogya memaafkan Florence Sihombing dan bisa tetap tinggal di Yogyakarta untuk menyelesaikan kuliah kenotariatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Di harappon Sultan asa sude warga Jogja boi mamaapon Florence Sihombing, jala ima na ombar tusi gabe na denggan.
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, Florence Sihombing [KOMPAS.com/Wijaya Kusuma] "Si Florence nga mangido maap tu hami, jadi ingkon do ahu marpanganju tu ibana", inna ni sultan sae pejumpang dohot Florence nantuari i kantor Kepatihan pas ari kamis (4/9/2014), idongani perwakilan sian UGM, ima Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Budi Wiknyosukarto, Kabid Humas UGM Wiwit Wijayanti, dohot Dekan Fakultas Hukum UGM Paripurna
Secara tegas Sultan mandok tu halak Jogja asa dilehon kesempatan tu si Floren tetap i Jogja, asa boi jo dipasae sikkolana Kenotariatan S2 na di UGMN i. Asa unang be muruk ganupan marningot pangalahon ni si Florence. TINJAKSTAR September 05, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Gunung Tua, (Analisa). Bakal calon Gubernur Sumatera Utara dari Partai Demokrat Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon MSc menemani masyarakat berbuka puasa bersama di warung di Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas saat dia berkunjung ke sejumlah daerah di Tapanuli bagian selatan (Tabagsel), belum lama ini.
Buka puasa dilakukan saat Cornel dan rombongan singgah di sebuah warung pinggir jalan raya Gunung Tua. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) ini tampak akrab bersama warga.
Kunjungan mantan Komandan Pendidikan dan Pelatihan (Kodiklat) TNI AD ini untuk melihat langsung kondisi di Tabagsel, sekaligus melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat di daerah itu untuk menyerap aspirasi untuk diperjuangkan bagi pembangunan di kabupaten/kota itu, terutama jika Cornel dipercaya rakyat Sumut menjadi Gubsu pada Pilgubsu 7 Maret 2012.
Warga cukup antusias menyambut kedatangan Cornel. Mereka pun tak segan-segan menyampaikan aspirasinya kepada politisi Partai Demokrat ini, terutama masalah pembangunan infrastruktur jalan di daerah pedalaman.
Bahkan, warga meminta agar Cornel kembali datang ke daerah mereka untuk bertemu dengan elemen masyarakat yang lebih luas. Warga mengaku bangga bisa berkenlalan langsung dengan Cornel. Selama ini mereka mengaku hanya kenal lewat media televisi dan surat kabar.
"Tapi saat ini Bapak bisa duduk bersama dan buka puasa menemani kami di tempat yang sederhana. Suasana inilah yang membuat kami sangat senang dan merasa bangga," kata Amiludin, salah seorang warga.
Menurut Amiluddin, setelah kenal langsung, ternyata Cornel Simbolon sosok yang sederhana. Wajar saja warga yang hadir di sini antusias ingin bertemu dan menyalami untuk berkenalan.
Ia juga berharap gubernur yang memimpin Sumut ke depan yang benar-benar bisa membawa kemajuan bagi propinsi ini, khususnya di Gunung Tua, tidak sekadar berjanji.
"Pak Cornel adalah anak petani, tentu paham akan kondisi masyarakat di pedesaan, getirnya kehidupan petani, apalagi di tempat kami ini, yang jauh dari kota," papar Amiluddin.
Cornel Simbolon mengaku senang bisa berada di tengah-tengah warga desa. Jika nanti dipercaya menjadi gubernur, ia akan membuat Sumut bangkit, maju dan terdepan dari propinsi lain.
Salah satu program yang akan ia lakukan adalah membangun Sumut lewat desa. Menurutnya, jika desa sudah dibenahi dan maju, maka perekonomian masyarakat Sumut akan maju. Warga tidak lagi berbondong-bondong ke kota mencari kerja, karena di desa sudah tersedia.(rel/nai) TINJAKSTAR Agustus 19, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Buka puasa dilakukan saat Cornel dan rombongan singgah di sebuah warung pinggir jalan raya Gunung Tua. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) ini tampak akrab bersama warga.
Kunjungan mantan Komandan Pendidikan dan Pelatihan (Kodiklat) TNI AD ini untuk melihat langsung kondisi di Tabagsel, sekaligus melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat di daerah itu untuk menyerap aspirasi untuk diperjuangkan bagi pembangunan di kabupaten/kota itu, terutama jika Cornel dipercaya rakyat Sumut menjadi Gubsu pada Pilgubsu 7 Maret 2012.
Warga cukup antusias menyambut kedatangan Cornel. Mereka pun tak segan-segan menyampaikan aspirasinya kepada politisi Partai Demokrat ini, terutama masalah pembangunan infrastruktur jalan di daerah pedalaman.
Bahkan, warga meminta agar Cornel kembali datang ke daerah mereka untuk bertemu dengan elemen masyarakat yang lebih luas. Warga mengaku bangga bisa berkenlalan langsung dengan Cornel. Selama ini mereka mengaku hanya kenal lewat media televisi dan surat kabar.
"Tapi saat ini Bapak bisa duduk bersama dan buka puasa menemani kami di tempat yang sederhana. Suasana inilah yang membuat kami sangat senang dan merasa bangga," kata Amiludin, salah seorang warga.
Menurut Amiluddin, setelah kenal langsung, ternyata Cornel Simbolon sosok yang sederhana. Wajar saja warga yang hadir di sini antusias ingin bertemu dan menyalami untuk berkenalan.
Ia juga berharap gubernur yang memimpin Sumut ke depan yang benar-benar bisa membawa kemajuan bagi propinsi ini, khususnya di Gunung Tua, tidak sekadar berjanji.
"Pak Cornel adalah anak petani, tentu paham akan kondisi masyarakat di pedesaan, getirnya kehidupan petani, apalagi di tempat kami ini, yang jauh dari kota," papar Amiluddin.
Cornel Simbolon mengaku senang bisa berada di tengah-tengah warga desa. Jika nanti dipercaya menjadi gubernur, ia akan membuat Sumut bangkit, maju dan terdepan dari propinsi lain.
Salah satu program yang akan ia lakukan adalah membangun Sumut lewat desa. Menurutnya, jika desa sudah dibenahi dan maju, maka perekonomian masyarakat Sumut akan maju. Warga tidak lagi berbondong-bondong ke kota mencari kerja, karena di desa sudah tersedia.(rel/nai) TINJAKSTAR Agustus 19, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Cornel Simbolon dan Masyarakat Buka Bareng Puasa di Warung
Posted by FACE BATAK on Minggu, 19 Agustus 2012
![]() |
| Massimo Luongo |
Indonesia - Gelandang muda Tottenham Hotspur keturunan Indonesia Massimo Luongo akan menghabiskan musim 2012/13 di divisi Championship bersama Ipswich Town.
Pemain berusia 19 tahun tersebut telah menyepakati untuk hengkang ke Ipswich dengan status pinjaman selama satu musim penuh.
"Bergabung dengan Ipswich dengan status pinjaman adalah kesempatan besar untuk saya dan saya benar-benar tidak sabar untuk berjuang menembus tim reguler di sini," ungkap Luongo seperti yang dilansir oleh laman resmi Ipswich Town.
Sejak bergabung dengan Tottenham pada Januari 2011, Luongo hanya satu kali tampil untuk Spurs ketika kalah dari Stoke City di Piala Liga. Saat itu, ia menjadi biang kegagalan tim karena eksekusi tendangan penaltinya dapat dihadang oleh Thomas Sorensen, di babak adu penalti.
Luongo tampil sebanyak dua kali untuk timnas Australia U-20, yang merupakan tempat kelahirannya. Ia juga dapat memilih timnas Italia karena merupakan tempat kelahiran ayahnya, dan ia juga dapat memilih timnas Indonesia, karena karena merupakan tempat kelahiran ibunya.
Sumber : www.yahoo.com
![]() |
| Anggiat Mora Situmeang |
Horas - Anggiat Mora Situmeang bersama istrinya, Rita Yolanda Paulina Situmorang, dan anaknya, Prodeo et Patria, 15, ikut menjadi korban penembakan »The Joker” saat pemutaran perdana film »The Dark Knight Rises” di bioskop The Century 16, Aurora, Denver, Colorado, pada Jumat, 20 Juli 2012 lalu. Bagaimana usaha Anggiat meloloskan diri gedung bioskop, berikut ini wawancara Tempo dengan Anggiat, pria berusia 45 tahun ini, sehari setelah peristiwa tersebut: Apa hikmah dari kejadian penembakan yang menewaskan 12 orang dan 70 -an orang luka-luka ini bagi Anda dan keluarga Anda? Hikmahnya kejadian ini untuk kami adalah dari pengalaman ini kita harus lebih berhati-hati. Kita harus tetap bersyukur pada Tuhan. Bisa dibayangkan, dari 12 orang tewas dan 72 orang yang terluka, itu termasuk kami bertiga di dalam jumlah itu. Jadi boleh termasuk menjadi orang-orang yang bersyukurlah dan berterimakasih pada kebaikan Tuhan. Kami harus tahu diri, masih diizinkan Tuhan untuk hidup. Bagaimana sih ceritanya ketika Anda menyelamatkan diri? Penembak itu kan posisinya di depan, menghadap ke penonton. Posisi tempat duduk kan makin ke atas, menanjak naik ke atas. Jadi ibaratnya kita ini seperti mangga yang mau disambit batu dari bawah. Jadi pasti habis kita. Apalagi memang tembakan itu hampir 4 sesi dilakukan. Jadi, kami itu lari, waktu session tembakan kedua berhenti. Di situ kami memutuskan tindakan untuk lari. Padahal masih ada dua sesi penembakan lagi. Jadi di awal, di sesi pertama, mungkin ada 5 kali tembakan. Lalu berhenti 30 detik sampai satu menit. Setelah itu penembakan dilanjutkan ke sesi kedua, ada tembakan dengan warna tembakan yang berbeda, berarti dari pistol yang berbeda. Dia tembakkan semua sampai habis. Lalu dia berhenti 30 detik sampai 1 menit. Di situlah kami lari. Cuma lari kita bukan seperti lari pagi. Jadi di dalam kegelapan kami raba-raba itu tembok, mencari pintu keluar dari bioskop. Sewaktu Anda lari itu, apa tidak berpapasan dengan The Joker, yang naik ke atas, ke bagian tempat duduk penonton? Sebetulnya yang kami lihat mula-mula penembak itu ada di bagian paling depan sebelah kanan, menghadap ke kursi penonton di depannya. Dia tidak mengeluarkan suara apapun, tertawa, ancaman atau teriakan, ngamuk atau marah-marah untuk menakut-nakuti penonton, dan tidak ada suara apapun dari "Joker" ini. Karena wajahnya ditutupi topeng. Jadi, sewaktu saya diinterogasi polisi pun, karena saya melihat, saya bilang dia (Joker) penembak itu orang "hitam". Ternyata warna hitam gelap yang saya lihat itu memang warna topeng wajahnya untuk menghindari gas air mata dari 2 kaleng gas air mata yang dia lempar ke penonton. Jadi waktu kami tiarap sekian lama, kami sudah tidak tahu lagi posisi dia ada di mana dan dia sudah bergerak ke mana saja. Tidak ada kami dengar suara naik.Yang kami dengar adalah suara teriakan, suara tangisan, suara jeritan, segala macam. Jadi waktu kami berlari, anak sayalah yang lari duluan karena dia ada di sisi kanan saya, baru istri saya, dan baru saya di belakang. Jadi waktu kami lari keluar itu ternyata kami mengarah ke pintu tempat si Joker itu berdiri. Aduh, mengerikan! Benar-benar si Joker ini menjaga pintu keluar? Dia tidak mau ada yang keluar menyelamatkan diri? Iya. Jadi, saya sempat ragu juga. Kalau saya lari yang ke kanan menyelamatkan diri, maka saya akan sempat berpisah dengan anak dan istri saya. Tetapi sudahlah, saya pikir, saya ikuti saja semua. Itu suara tembakan saya dengar masih ke sana kemari. Sewaktu kami tiba di pintu exit, ternyata sudah ada dua orang di situ yang mau melarikan diri seperti kami, bersama-sama mau keluar. Kami masih ada waktu 10 detik untuk mencari-cari pintu keluar dalam kegelapan. Ada dua pintu. Saya ragu-ragu, pintu keluar itu ada di kiri, kanan, atau di depan kami. Setelah 10 detik di situ, sudah ketembak istri saya, dia teriak : "Aduh, aku ketembak!" Begitu sampai di pintu keluar, itu tidak langsung ke luar dari bioskop tapi ada semacam ruangan lagi berukuran sekitar 1 x 1 meter, sebelum kami benar-benar bisa keluar. Di dalam bilik itulah ada pintu keluar. Ada dua pintu dan saya benar-benar tidak tahu pintu keluarnya yang mana. Di situlah istri saya Rita kena tembak, anak saya Prodeo kena tembak, dan begitu juga laki-laki yang berdiri di depan anak saya. Ketika berjalan menuju ke pintu keluar itu, saya menggendong Rita. Laki-laki yang satu lagi membantu laki-laki yang kena tembak dan membantu anak saya. Hanya 30 kaki, saya sudah kehabisan nafas. Begitu juga anak saya, Prodeo. Dia sampai duduk di lantai dan bersandar ke tembok. Begitu juga laki-laki yang tertembak itu disandarkan ke tembok. Tapi lalu, saya lihat di kejauhan ada lampu-lampu kendaraan dan saya tahu itu mobil polisi. Setelah istri saya dan laki-laki satu lagi yang tertembak itu kami taruh di lantai, Prodeo anak saya itu langsung bilang: "Dad, aku ketembak juga, Dad." Terus saya kaget. Lalu saya bilang, »Coba aku lihat”. Terus bajunya diangkat sama anakku. Memang pinggangnya sudah kena, saya lihat ada luka bolongan di punggung kiri bawah dan ada cucuran darah. Setiap dia bernafas atau bergerak, ada darah keluar mengalir. Di situ saya sedih sekali dan menangis. Benar-benar saya menangis waktu itu. Saya langsung papah dia mendekati ibunya, supaya mereka duduk bersama waktu itu. Setelah itu polisi datang. Ketika kami keluar itu, kami melihat hanya ada satu mobil di parking lot, mobil putih sedan, yang ternyata mobil milik si Joker, si penembak ini. Apakah setelah itu ambulans datang dan cepat datang pertolongan? Pendarahan sudah banyak. Tapi mereka datang itu bukannya langsung ke kami. Mereka mencari orang yang lebih parah dari kami. Jadi kurang lebih 10-15 menitlah kami di situ menunggu untuk mendapat pertolongan medis. Dan bukan ambulans yang membawa kami ke rumah sakit. Mungkin karena kami sudah terlalu lama menunggu di sana. Kami bertiga dimasukkan ke dalam mobil polisi. Di bagian tempat duduk depan itu, masih ada satu orang ibu lagi yang dimasukkan karena cidera. Kejadian ini memang cepat sekali dan menurut Anda keputusan menyelamatkan diri keluar gedung bioskop adalah lebih baik daripada bertahan di dalam gedung? Iya. Tapi saya juga sempat bicara dengan teman-teman yang membesuk di sini, saya menyesali diri juga. Setelah melihat luka-luka yang dialami keluarga saya, saya bandingkan dengan diri saya yang tidak luka. Jadi suka menyesali diri bahwa keputusan saya itu salah. Gitu lho. Yang penting kan semua sudah selamat... Iya ya. Saya juga dinasehati oleh teman-teman yang menjenguk saya. Mereka bilang: "Kamu sudah salah bilang begitu, itu berarti kamu tidak membangkitkan semangat istri untuk sehat kembali". Ya sudahlah saya iyakan saja. Kalau diminta, apakah Anda mau menjadi saksi di pengadilan untuk memberatkan si penembak ini? Pemikiran saya belum sampai ke sana. Tanpa kesaksian saya pun, saya yakin sudah beratlah itu hukumannya ke dia. Tapi saya juga tidak tahu ke mana kasus ini akan dibawa. Kalau dalam kasus ini dia dimasukkan dalam kategori "orang gila" ya mau bilang apa lagi ya. Seberat-beratnya tidak akan dia "dimatikan" (dihukum mati). Karena hakim juga pasti akan memutuskan dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan dan fakta-fakta yang terbukti kebenarannya secara pengetahuan.
Sumber: yahoo.com
Horas, Orang Batak sukses bukan hal yang menarik untuk diceritakan lagi. Karena Kesuksesan Orang Batak yang diraih dari nol, dari hidup kere, juga sudah terbiasa, dialami semua orang. Tapi sukses yang diawali dari perlawanan pola didik orang tua keras dan kaku, dari keluarga berada dan terhormat, sudah jarang.
Soetomo Samsu-Jakarta
------------------
Cum Laude Gunung Salak, adalah sebuah buku kisah biografi Prof.Ir.H.Lutfi Ibrahim Nasoetion, Msc.,PH.D. Pria kelahiran Padang Sidempuan, 3 Mei 1947, yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2001.
Dia satu-satunya anak laki-laki Haji Djohan Nasoetion, mantan Kepala Jawatan Karet Rakyat untuk Provinsi Sumut, di era kekuasaan Belanda. Dalam buku yang ditulis wartawan senior IzHarry Agusjaya Moenzir, ada sekelumit sejarah marga Nasution, kaitannya dengan marga Rangkuti.
Cerit-cerita ringan semasa masih remaja, saat di Medan, juga diselipkan sebagai bagian kisah sukses pria yang SD hingga SMA-nya di Medan ini. Dia alumni SMAN 4 Medan tahun 1965.
"Jika malas ke Lapangan Merdeka, di tengah perjalanan pulang saya suka mampir di pakter tuak dekat kuburan Jalan Sei Wampu. Di sana ada penyanyi yang saya kagumi. Namanya Nuhun Situmorang. Jika sudah minum empat gelas, dia langsung angkat suara, menyanyi lantang dengan gitarnya seperti troubadour. Tak ada capeknya, bisa sampai dua-tiga jam dia bersenandung. Saya merasa sendu mendengar alunan suaranya dalam lagu Na Sonang Do Hita Na Dua dan Dung Di Tonga Borngin. Untuk menyanyi lagu Pulau Samosir biasanya dia naik ke atas meja. Saya yang duduk jauh di bawah pohon, menonton melalui jendela, juga ikut bertepuk tangan. Karena jika saya masuk ke pakter, saya sudah pasti diusir. Ini tempat orang dewasa, bukan buat anak-anak."
Begitu kalimat gaya bertutur yang tertulis di buku yang kemarin (27/5) siang dilaunching di sebuah hotel mewah di Jakarta. Dengan enteng, pria yang juga pernah menjabat Wakil Kepala BPN ini juga bercerita tengang kisah asmaranya.
Buku ini juga sangat cocok dibaca para alumni SMA, yang baru saja lulus UN tahun ini. Kemauan keras Lutfi, yang sudah bertekad meninggalkan Medan untuk merantau menuntut ilmu ke Jawa, menjadi hal menarik dan sangat inspiratif. Keinginan ibunya yang menghendaki agar Lutfi menjadi dokter, dengan kuliah di Fakultas Kedokteran di USU, diturutinya dengan ikut tes seleksi. Namun, dia sengaja tidak menjawab soal-soal tes.
"Tanpa antusias saya buka kerja ujian. Saya baca dengan hampa. Tidak ada semangat menjawabnya meski soal-soal yang diajukan itu terlihat sederhana. Saya bisa menjawabnya. Cuma jika saya jawab dengan benar, saya pasti akan lulus tes ini, saya pasti akan kuliah di Kedokteran. Itu artinya saya tidak bisa ke Jawa dan selamanya akan menjadi penjaga Sungai Deli di Kampung Keling. Halaahh! Maka sesuai rencana sejak lama, saya tidak mau menjawab tes itu. Saya tak mau mengisinya dengan benar. Biarkan saja saya salah." Begitulah Lutfi cerita dalam bukunya itu.
Singkat cerita, dia kuliah di Institut Pertanian Bogor. Kecerdasannya pun dipuji mantan dosen pembimbing skripsinya di IPB, Prof Dr Ir Oetit Koswara. Oetit yang sudah sepuh itu, memberikan testimoni, bahwa skripsi Lufti ditulis dalam bahasa Inggris. "Dia mendapat predikat cum laude dan skripsinya ditulis dalam bahasa Inggris, tanpa saya minta. Dia hebat," ujar Oetit yang kemarin hadir di acara launching buku itu.
Pujian kepada mantan Ketua Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB itu juga disampaikan Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. Luhut mengaku sering mendapat undangan hadir di acara peluncuran buku biografi tokoh. Namun dia mengaku sangat jarang hadir karena menurutnya banyak tokoh yang tak jelas, tidak konsisten. "Tapi begitu ini undangan dari Pak Lutfi, saya hadir. Karena orang ini hebat, orang jujur," puji Luhut, lugas dari atas mimbar.
Penulis buku, IzHarry Agusjaya Moenzir, yang juga anak Medan, mengatakan, buku biografi Lutfi ini sangat bergaya Medan. Baik dari gaya bahasannya yang khas, maupun tutur kata spontanitasnya. "Bahkan kekasarannya pun masih natural. Banyak sekali dialek gaya Medan di buku ini," ujar Bang Iz, panggilan akrabnya. Saat menulis, dia dibantu Iman Mulia Rosidi, yang juga seorang jurnalis senior.
Sejumlah tokoh antara lain mantan Ketua BPK Anwar Nasution, termasuk para pengajar di IPB, juga hadir di acara peluncuran buku.
"Siapa pun tak bisa memutuskan dengan masa lalu. Dia paling hanya bisa mengatakan, "selamat tinggal"," ujar Lutfi, saat didaulat naik podium.
Sumber dari : obatak.com TINJAKSTAR Juli 17, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Soetomo Samsu-Jakarta
------------------
Cum Laude Gunung Salak, adalah sebuah buku kisah biografi Prof.Ir.H.Lutfi Ibrahim Nasoetion, Msc.,PH.D. Pria kelahiran Padang Sidempuan, 3 Mei 1947, yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2001.
Dia satu-satunya anak laki-laki Haji Djohan Nasoetion, mantan Kepala Jawatan Karet Rakyat untuk Provinsi Sumut, di era kekuasaan Belanda. Dalam buku yang ditulis wartawan senior IzHarry Agusjaya Moenzir, ada sekelumit sejarah marga Nasution, kaitannya dengan marga Rangkuti.
Cerit-cerita ringan semasa masih remaja, saat di Medan, juga diselipkan sebagai bagian kisah sukses pria yang SD hingga SMA-nya di Medan ini. Dia alumni SMAN 4 Medan tahun 1965.
"Jika malas ke Lapangan Merdeka, di tengah perjalanan pulang saya suka mampir di pakter tuak dekat kuburan Jalan Sei Wampu. Di sana ada penyanyi yang saya kagumi. Namanya Nuhun Situmorang. Jika sudah minum empat gelas, dia langsung angkat suara, menyanyi lantang dengan gitarnya seperti troubadour. Tak ada capeknya, bisa sampai dua-tiga jam dia bersenandung. Saya merasa sendu mendengar alunan suaranya dalam lagu Na Sonang Do Hita Na Dua dan Dung Di Tonga Borngin. Untuk menyanyi lagu Pulau Samosir biasanya dia naik ke atas meja. Saya yang duduk jauh di bawah pohon, menonton melalui jendela, juga ikut bertepuk tangan. Karena jika saya masuk ke pakter, saya sudah pasti diusir. Ini tempat orang dewasa, bukan buat anak-anak."
Begitu kalimat gaya bertutur yang tertulis di buku yang kemarin (27/5) siang dilaunching di sebuah hotel mewah di Jakarta. Dengan enteng, pria yang juga pernah menjabat Wakil Kepala BPN ini juga bercerita tengang kisah asmaranya.
Buku ini juga sangat cocok dibaca para alumni SMA, yang baru saja lulus UN tahun ini. Kemauan keras Lutfi, yang sudah bertekad meninggalkan Medan untuk merantau menuntut ilmu ke Jawa, menjadi hal menarik dan sangat inspiratif. Keinginan ibunya yang menghendaki agar Lutfi menjadi dokter, dengan kuliah di Fakultas Kedokteran di USU, diturutinya dengan ikut tes seleksi. Namun, dia sengaja tidak menjawab soal-soal tes.
"Tanpa antusias saya buka kerja ujian. Saya baca dengan hampa. Tidak ada semangat menjawabnya meski soal-soal yang diajukan itu terlihat sederhana. Saya bisa menjawabnya. Cuma jika saya jawab dengan benar, saya pasti akan lulus tes ini, saya pasti akan kuliah di Kedokteran. Itu artinya saya tidak bisa ke Jawa dan selamanya akan menjadi penjaga Sungai Deli di Kampung Keling. Halaahh! Maka sesuai rencana sejak lama, saya tidak mau menjawab tes itu. Saya tak mau mengisinya dengan benar. Biarkan saja saya salah." Begitulah Lutfi cerita dalam bukunya itu.
Singkat cerita, dia kuliah di Institut Pertanian Bogor. Kecerdasannya pun dipuji mantan dosen pembimbing skripsinya di IPB, Prof Dr Ir Oetit Koswara. Oetit yang sudah sepuh itu, memberikan testimoni, bahwa skripsi Lufti ditulis dalam bahasa Inggris. "Dia mendapat predikat cum laude dan skripsinya ditulis dalam bahasa Inggris, tanpa saya minta. Dia hebat," ujar Oetit yang kemarin hadir di acara launching buku itu.
Pujian kepada mantan Ketua Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB itu juga disampaikan Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. Luhut mengaku sering mendapat undangan hadir di acara peluncuran buku biografi tokoh. Namun dia mengaku sangat jarang hadir karena menurutnya banyak tokoh yang tak jelas, tidak konsisten. "Tapi begitu ini undangan dari Pak Lutfi, saya hadir. Karena orang ini hebat, orang jujur," puji Luhut, lugas dari atas mimbar.
Penulis buku, IzHarry Agusjaya Moenzir, yang juga anak Medan, mengatakan, buku biografi Lutfi ini sangat bergaya Medan. Baik dari gaya bahasannya yang khas, maupun tutur kata spontanitasnya. "Bahkan kekasarannya pun masih natural. Banyak sekali dialek gaya Medan di buku ini," ujar Bang Iz, panggilan akrabnya. Saat menulis, dia dibantu Iman Mulia Rosidi, yang juga seorang jurnalis senior.
Sejumlah tokoh antara lain mantan Ketua BPK Anwar Nasution, termasuk para pengajar di IPB, juga hadir di acara peluncuran buku.
"Siapa pun tak bisa memutuskan dengan masa lalu. Dia paling hanya bisa mengatakan, "selamat tinggal"," ujar Lutfi, saat didaulat naik podium.
Sumber dari : obatak.com TINJAKSTAR Juli 17, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Horas - Tanggapan Ruhut Sitompul Soal Isu Klaim Tor-tor oleh Malaysia
Menurut keterangan vivanews bahwa Ruhut Sitompul tak ambil pusing Isu Tari Tortor yang diklaim oleh Malaysia. Anggota DPR asal Sumatera Utara itu, mengaku tak mau ambil pusing dengan klaim itu. Menurutnya, sikap main klaim itu membuktikan bahwa Malaysia tidak punya jati diri.
"Malaysia cuma cari perhatian saja, cari perhatian dunia. Kita banyak kerjaan lain, ngapain negeri se-kecamatan Mampang dipikirin," kata Ruhut kepada VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012.
Politikus dari Partai Demokrat ini menambahkan, klaim Malaysia terhadap tarian asal Sumatera Utara itu justru hanya akan membuat imej Malaysia makin buruk. Bahwa, negeri Jiran itu benar-benar sebagai negeri yang hanya mengakui budaya negeri lain.
"Dunia punya perpustakaan, dunia tahu. Tahu itu kebudayaan asli negeri kita. Malaysia ditertawakan dunia," ucapnya.
Bahkan dia menilai, aksi klaim-klaim berbagai seni dan budaya bangsa Indonesia adalah bagian dari upaya mengkampanyekan pariwisata Malaysia.
"Itu dilakukan untuk promosi, kampanye dagang. Anjing menggonggong kafila tetap berlalu. Kita anggap negara itu lucu-lucuan," tuturnya. "Kasih saja shock therapy, kita ganyang," tambahnya.
Rencana memasukkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional Malaysia disampaikan oleh Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim. Malaysia akan meregistrasi kebudayaan itu berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.
"Pertunjukan periodik harus diadakan. Artinya, tarian harus disajikan sementara irama gendang harus dimainkan di depan publik," kata Datuk Seri Rais Yatim.
Tanggapan Ruhut Sitompul Tentang Klaim Tor Tor Batak
TINJAKSTAR
Juni 20, 2012
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Menurut keterangan vivanews bahwa Ruhut Sitompul tak ambil pusing Isu Tari Tortor yang diklaim oleh Malaysia. Anggota DPR asal Sumatera Utara itu, mengaku tak mau ambil pusing dengan klaim itu. Menurutnya, sikap main klaim itu membuktikan bahwa Malaysia tidak punya jati diri."Malaysia cuma cari perhatian saja, cari perhatian dunia. Kita banyak kerjaan lain, ngapain negeri se-kecamatan Mampang dipikirin," kata Ruhut kepada VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012.
Politikus dari Partai Demokrat ini menambahkan, klaim Malaysia terhadap tarian asal Sumatera Utara itu justru hanya akan membuat imej Malaysia makin buruk. Bahwa, negeri Jiran itu benar-benar sebagai negeri yang hanya mengakui budaya negeri lain.
"Dunia punya perpustakaan, dunia tahu. Tahu itu kebudayaan asli negeri kita. Malaysia ditertawakan dunia," ucapnya.
Bahkan dia menilai, aksi klaim-klaim berbagai seni dan budaya bangsa Indonesia adalah bagian dari upaya mengkampanyekan pariwisata Malaysia.
"Itu dilakukan untuk promosi, kampanye dagang. Anjing menggonggong kafila tetap berlalu. Kita anggap negara itu lucu-lucuan," tuturnya. "Kasih saja shock therapy, kita ganyang," tambahnya.
Rencana memasukkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional Malaysia disampaikan oleh Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim. Malaysia akan meregistrasi kebudayaan itu berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.
"Pertunjukan periodik harus diadakan. Artinya, tarian harus disajikan sementara irama gendang harus dimainkan di depan publik," kata Datuk Seri Rais Yatim.
Tanggapan Ruhut Sitompul Tentang Klaim Tor Tor Batak
Ruhut: Tidak Patut Anas Kaitkan Kinerja Pemerintah dengan Kesuksesan PD
Horas - Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat. Ketua Divisi Kominfo PD, Ruhut Sitompul, menilai tak sepantasnya Anas berkata seperti itu.
"Sebenarnya Anas tidak baik bilang begitu, kalau lembaga polling bilang begitu nggak apa-apa. Kalau dia bilang seperti itu, ini seperti kata orang, seperti menepak air dan memercik muka sendiri," kata Ruhut saat berbincang, Rabu (20/6/2012).
Ruhut menilai sebaiknya Anas mendukung pemerintah dengan tindakan nyata, tidak hanya dengan kata-kata. Sebab, saat ini PD sedang mengalami masalah yang butuh diselesaikan dengan tindakan.
"Kan harus diingat, partai kita ini the rulling party, partai kita harusnya mendukung dong dengan tindakan nyata," ujarnya.
Terlebih, dia menambahkan, ucapan itu dilontarkan saat elektabilitas PD sedang menurun akibat adanya beberapa kader PD yang tersangkut kasus korupsi. Ruhut khawatir pernyataan itu malah akan makin memperkeruh suasana.
"Apalagi sekarang beberapa kader kita sedang terlibat kasus korupsi, tak sepantasnya dia bilang begitu," imbuhnya.
Sebelumnya Anas menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat. Anas juga mengatakan PD akan mendorong peningkatan kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," kata Anas.
Horas - Ruhut: Tidak Patut Anas Kaitkan Kinerja Pemerintah dengan Kesuksesan PD
TINJAKSTAR
Juni 20, 2012
New Google SEO
Bandung, IndonesiaHoras - Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat. Ketua Divisi Kominfo PD, Ruhut Sitompul, menilai tak sepantasnya Anas berkata seperti itu.
![]() |
| Ruhut Sitompul |
Ruhut menilai sebaiknya Anas mendukung pemerintah dengan tindakan nyata, tidak hanya dengan kata-kata. Sebab, saat ini PD sedang mengalami masalah yang butuh diselesaikan dengan tindakan.
"Kan harus diingat, partai kita ini the rulling party, partai kita harusnya mendukung dong dengan tindakan nyata," ujarnya.
Terlebih, dia menambahkan, ucapan itu dilontarkan saat elektabilitas PD sedang menurun akibat adanya beberapa kader PD yang tersangkut kasus korupsi. Ruhut khawatir pernyataan itu malah akan makin memperkeruh suasana.
"Apalagi sekarang beberapa kader kita sedang terlibat kasus korupsi, tak sepantasnya dia bilang begitu," imbuhnya.
Sebelumnya Anas menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat. Anas juga mengatakan PD akan mendorong peningkatan kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," kata Anas.
Horas - Ruhut: Tidak Patut Anas Kaitkan Kinerja Pemerintah dengan Kesuksesan PD
| Mahasiswa dan Masyarakat melakukan aksi Manortor di depan Konjen Malaysia |
Horas-Ribuan massa dari gabungan mahasiswa dan masyarakat Tapanuli melakukan aksi berunjuk rasa di depan Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (20/6/2012). Mereka melayangkan protes atas upaya Negeri Jiran itu untuk menjadikan tor-tor dan gordang sambilan sebagai warisan budayanya.
"Kita tidak setuju budaya kita diklaim Malaysia," kata Christian Napitupulu, koordinator aksi dari Komunitas Mahasiswa Pencinta Budaya Batak (KMPBP)
Para pengunjuk rasa berulang-ulang menyampaikan penolakannya. Mereka menyatakan, demo ini merupakan sikap keras masyarakat Batak. Selain berorasi, para pendemo juga menyanyikan lagu "Tano Batak" beramai-ramai. Kemudian, diiringi musik khas Batak, mahasiswa dan pendemo yang mengenakan pakaian adat Batak manortor (menari tor-tor) memenuhi sepertiga Jalan P Diponegoro.
Mereka membentuk barisan memutari kendaraan yang membawa pemain musik dan sound system. Akibat aksi ini, sebagian jalan macet panjang dan Jalan Imam Bonjol Medan terpaksa ditutup. Para pendemo kemudian ditemui Konsul Muda Malaysia di Medan Nur Hajar bin Aziz. Dia menyatakan, sikap pengunjuk rasa akan disampaikan kepada pemerintahnya.
Namun, Nur tidak mau berkomentar saat ditanya soal klaim pemerintahnya terhadap tor-tor dan gordang sambilan. "Itu bukan wewenang saya. Sikap bapak-bapak akan kita sampaikan ke pemerintah Malaysia. Horas," ucapnya.
Setelah ditemui Nur, pengunjuk rasa bergerak ke Kantor Gubernur Sumut. Di tempat ini, mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa. Sebelumnya, Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho merasa tersentil menyikapi rencana Malaysia menjadikan tor-tor dan gordang sambilan sebagai warisan budaya nasionalnya. Kejadian ini harus memotivasi pemerintah Indonesia agar tidak lagi lalai mendata kearifan dan budaya lokal.
Gatot menyatakan, kebijakan Malaysia tersebut seharusnya menjadi catatan pemerintah terkait dokumentasi dan pengarsipan terhadap budaya-budaya lokal yang sangat beragam di Indonesia. Dalam konteks ini, Pemprov Sumut sudah merespons permintaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pendataan.
Gatot sudah menyurati bupati dan wali kota di Sumut untuk melakukan dokumentasi kearifan dan budaya lokal di daerah masing-masing. "Kita akumulasi menjadi sebuah kearifan dan budaya Sumut untuk kita laporkan dan kita daftarkan di hak kekayaan intelektual," katanya.
Gatot juga menggaris bawahi, pemerintah harus terpacu melakukan registrasi kearifan dan budaya lokal karena era Komunitas Asean akan dimulai pada 2015. Saat itu, perpindahan budaya dan sumber daya manusia akan sangat cepat, sehingga akan ada infiltrasi. "Jika kita tidak punya dokumentasi dan pengarsipan budaya maka kita akan terkubur karena kita tidak akan punya jati diri budaya," katanya.
Soal upaya Malaysia menjadikan tor-tor dan gordang sambilan sebagai warisan budaya, Gatot melihat kejadian ini dari sebab musababnya. "Kita harus telusuri sejauh mana asbabun nuzul itu terjadi. Sepengetahuan saya bahwa itu justru apresiasi pemerintah Malaysia terhadap keberadaan warga atau imigran, atau masyarakat Tapanuli Selatan tepatnya," ungkap dia.
Dia memaparkan, masyarakat Mandailing cukup banyak di Malaysia. Bahkan istri temannya di negeri jiran itu ternyata adalah boru Nasution. "Masyarakat perantau dari Tapanuli Selatan sudah cukup eksis, cukup lama dan punya peran cukup besar di Malaysia. Bahkan setahu saya pakar ekonomi Islam di sana bermarga Rangkuti," imbuhnya.
Gatot menganggap kejadian ini muncul ketika masyarakat Mandailing mencoba membuat ikon untuk mengobati kerinduan kepada kampung halaman dan leluhurnya. "Jadi pemahaman kita seperti itu. Karena itu, kami mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk memandang masalah ini lebih bijak, jangan terprovokasi, harapannya dikemudian hari hal seperti ini tidak terulang," katanya. </Robinsonlin Simbolon>
Jadi pengacara Batak, Rio Dewanto belajar dari Atiqah Hasiholan dan Ibunya.
Horas-Rio Dewanto rupanya selalu ingin menjajal berbagai peran dalam filmnya. Setelah menjadi pasangan gay Surya Saputra di "Arisan! 2", kini Rio akan memerankan karakter pengacara asal Batak di "Mursala".
Uniknya, sang kekasih, Atiqah Hasiholan, rupanya juga turut mempengaruhi dalam pendalaman karakter Rio sebagai orang Batak. Ternyata, Rio kerap berbicara menggunakan Bahasa Batak dengan ibu Atiqah.
"Pasti-nya di setiap peran aku belajar, untungnya di film ini kita punya banyak waktu untuk mendalami karakter aku ini," ujar Rio. "Lagian pacar aku (Atiqah) kan orang sana (Batak), kalau ketemu mamanya juga ngomong Batak, jadi sudah terbiasa."
Rio mengungkapkan ia sangat senang bisa mendapatkan peran tersebut. Pasalnya, aktor berusia 24 tahun ini ternyata bercita-cita menjadi pengacara saat masih sekolah.
"Aku memang bercita-cita sebagai pengacara, walaupun dulu sempat kuliah hukum dan drop out," ujar Rio yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Parahyangan, Bandung. "Alhamdulilah bisa ngerasain jadi pengacara walaupun cuma akting di film."
Dalam film yang juga dibintangi oleh Titi Sjuman tersebut, Rio akan berperan sebagai seorang pemuda bernama Anggiat. Pemuda yang berasal dari Batak ini dikisahkan ingin menjadi pengacara sukses di Jakarta. "Mursala" diarahkan sutradara Viva Westi dan akan mengambil Pulau Mursala, Tapanuli Tengah Sumatera Utara. </Robinsonlin Simbolon>
Jadi pengacara Batak, Rio Dewanto belajar dari Atiqah Hasiholan dan Ibunya. TINJAKSTAR Juni 13, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Horas-Rio Dewanto rupanya selalu ingin menjajal berbagai peran dalam filmnya. Setelah menjadi pasangan gay Surya Saputra di "Arisan! 2", kini Rio akan memerankan karakter pengacara asal Batak di "Mursala". Uniknya, sang kekasih, Atiqah Hasiholan, rupanya juga turut mempengaruhi dalam pendalaman karakter Rio sebagai orang Batak. Ternyata, Rio kerap berbicara menggunakan Bahasa Batak dengan ibu Atiqah.
"Pasti-nya di setiap peran aku belajar, untungnya di film ini kita punya banyak waktu untuk mendalami karakter aku ini," ujar Rio. "Lagian pacar aku (Atiqah) kan orang sana (Batak), kalau ketemu mamanya juga ngomong Batak, jadi sudah terbiasa."
Rio mengungkapkan ia sangat senang bisa mendapatkan peran tersebut. Pasalnya, aktor berusia 24 tahun ini ternyata bercita-cita menjadi pengacara saat masih sekolah.
"Aku memang bercita-cita sebagai pengacara, walaupun dulu sempat kuliah hukum dan drop out," ujar Rio yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Parahyangan, Bandung. "Alhamdulilah bisa ngerasain jadi pengacara walaupun cuma akting di film."
Dalam film yang juga dibintangi oleh Titi Sjuman tersebut, Rio akan berperan sebagai seorang pemuda bernama Anggiat. Pemuda yang berasal dari Batak ini dikisahkan ingin menjadi pengacara sukses di Jakarta. "Mursala" diarahkan sutradara Viva Westi dan akan mengambil Pulau Mursala, Tapanuli Tengah Sumatera Utara. </Robinsonlin Simbolon>
Jadi pengacara Batak, Rio Dewanto belajar dari Atiqah Hasiholan dan Ibunya. TINJAKSTAR Juni 13, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Jadi Pengacara Batak, Rio Dewanto Belajar dari Atiqah Hasiholan dan Ibunya
Posted by FACE BATAK on Rabu, 13 Juni 2012
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia














