BATAK NETWORK - Rencana pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution semakin jelas ketika keduanya resmi bertunangan. Cincin pengikat cinta pun sudah melingkar di jari mereka masing-masing.
"I said YES," demikian kata Ayang, sapaan akrab putri semata wayang Jokowi, atas lamaran Bobby lewat akun Instagramnya belum lama ini.
Meski belum diumumkan kapan tepatnya waktu pernikahan Ayang dan Bobby, namun sejumlah spekulasi sudah bermunculan.
Misalnya, boru apa yang akan diberikan kepada putri sang presiden seandainya pernikahan dilakukan dengan adat Batak (Mandailing), selain tentunya adat Jawa. Hal ini pun kerap ditanyakan oleh para warganet di akun Instagram Ayang.
"Penasaran entar dibuat jadi boru apa?" tanya @samosir_echaa.
Di tengah keingintahuan publik, khususnya orang Batak, sejumlah pihak menduga Ayang akan diberi boru Regar alias Siregar. Marga ini diambil dari ibu Bobby, Ade Hanifah Boru Siregar.
Mengangkat boru untuk calon istri dengan disesuaikan marga ibu kandung adalah hal yang lumrah dalam adat Batak. Sebab, boru ibu kandung sama dengan pariban si anak, dan ini dianggap baik bagi adat Batak.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu/@ayanggkahiyang |
"I said YES," demikian kata Ayang, sapaan akrab putri semata wayang Jokowi, atas lamaran Bobby lewat akun Instagramnya belum lama ini.
Meski belum diumumkan kapan tepatnya waktu pernikahan Ayang dan Bobby, namun sejumlah spekulasi sudah bermunculan.
Misalnya, boru apa yang akan diberikan kepada putri sang presiden seandainya pernikahan dilakukan dengan adat Batak (Mandailing), selain tentunya adat Jawa. Hal ini pun kerap ditanyakan oleh para warganet di akun Instagram Ayang.
![]() |
| Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu/@ayanggkahiyang |
"Penasaran entar dibuat jadi boru apa?" tanya @samosir_echaa.
Di tengah keingintahuan publik, khususnya orang Batak, sejumlah pihak menduga Ayang akan diberi boru Regar alias Siregar. Marga ini diambil dari ibu Bobby, Ade Hanifah Boru Siregar.
Mengangkat boru untuk calon istri dengan disesuaikan marga ibu kandung adalah hal yang lumrah dalam adat Batak. Sebab, boru ibu kandung sama dengan pariban si anak, dan ini dianggap baik bagi adat Batak.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
Segera Dinikahi Orang Batak, Putri Jokowi Diangkat Boru Siregar?
Posted by FACE BATAK on Jumat, 30 Juni 2017
BATAK NETWORK - Hubungan Presiden Jokowi dengan orang Batak ke depan tampaknya akan semakin dekat. Apalagi, kalau tidak ada kendala berarti, sang presiden sebentar lagi akan berbesan dengan halak hita.
Rencana pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, semakin jelas setelah lewat akun Instagramnya belum lama ini dia menulis, "I said YES."
Di postingan tersebut, Ayang, sapaan akrabnya, juga mengunggah foto diri sedang tersenyum sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ini bukti Ayang sudah tunangan!
Ya dengan siapa lagi, kalau bukan dengan Bobby Nasution, pacarnya yang selama ini fotonya sering diposting di akun @ayanggkahiyang.
Rencana pernikahan Ayang dengan Bobby yang merupakan Anak Medan ini ditanggapi positif oleh para netizen, khususnya orang Batak.
“Waah, mantap kali,” tulis akun @melaninainggolan.
Adapun akun @doblack berkomentar, "Ingat mbak, orang batak setia looo ❤️❤️❤️"
Penelusuran media ini, Bobby dan Ayang saling kenal karena satu kampus di IPB alias cinlok. Ayah kandung Bobby diketahui sudah berpulang.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Kahiyang Ayu dan Presiden Jokowi/@ayanggkahiyang |
Rencana pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, semakin jelas setelah lewat akun Instagramnya belum lama ini dia menulis, "I said YES."
Di postingan tersebut, Ayang, sapaan akrabnya, juga mengunggah foto diri sedang tersenyum sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ini bukti Ayang sudah tunangan!
Ya dengan siapa lagi, kalau bukan dengan Bobby Nasution, pacarnya yang selama ini fotonya sering diposting di akun @ayanggkahiyang.
Rencana pernikahan Ayang dengan Bobby yang merupakan Anak Medan ini ditanggapi positif oleh para netizen, khususnya orang Batak.
“Waah, mantap kali,” tulis akun @melaninainggolan.
Adapun akun @doblack berkomentar, "Ingat mbak, orang batak setia looo ❤️❤️❤️"
Penelusuran media ini, Bobby dan Ayang saling kenal karena satu kampus di IPB alias cinlok. Ayah kandung Bobby diketahui sudah berpulang.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Mengenai Suku Batak Mandailing |
Orang Mandailing juga menyebar hingga ke wilayah provinsi Sumatera Barat, seperti di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Suku Mandailing memiliki adat, budaya dan bahasa sendiri. Mereka berbicara dalam bahasa Mandailing. Bahasa Mandailing sendiri sangat berkerabat dengan bahasa Batak Toba.
Pada suatu sisi suku Mandailing sebagai bagian dari rumpun Batak, tapi keberadaan mereka sempat diklaim berasal dari Minangkabau. Apabila dilihat dari struktur fisik, budaya, tradisi, adat-istiadat serta bahasa pada masyarakat suku Mandailing, bahwa suku Mandailing ini lebih berkerabat dengan suku Batak Toba, dibanding dengan suku Minangkabau. Selain itu marga-marga yang ada pada suku Mandailing juga banyak yang sama dengan marga-marga pada suku Batak Toba.
Suku Mandailing sendiri menganut paham kekerabatan patrilineal, tapi akhir-akhir ini ada yang menerapkan sistem matrilineal. Di Mandailing terdapat marga-marga, seperti : Lubis, Nasution, Harahap, Pulungan, Batubara, Parinduri, Lintang, Hasibuan, Rambe, Dalimunthe, Rangkuti, Tanjung, Mardia, Daulay, Matondang, Hutasuhut, dan lain-lain.
Mandailing mayoritas adalah beragama islam. Berbeda dengan orang Batak Toba yang beragama Kristen. Tapi kedua suku bangsa ini berawal dari sejarah asal usul yang sama. Banyak persamaan dalam kebiasaan orang Batak Mandailing dengan kebiasaan orang Batak Utara (Toba).
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
BATAK NETWORK - Horas ma di hita saluhutna. Kita masih membahas tentang Rumah Adat. Kali ini, Batak Network mengajak Anda sekalian untuk melihat dan memperhatikan Rumah Adat Mandailing Sumatera Utara. Seperti apa Rumah Adat Mandailing Sumatera Utara tsb, mari kita simak lebih lanjut di bawah ini.
Suku Mandailing adalah suku bangsa yang mendiami Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batubara di Provinsi Sumatera Utara beserta Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatera Barat, dan Kabupaten Rokan Hulu di Provinsi Riau. Mandailing merupakan kelompok masyarakat yang berbeda dengan suku, Hal ini terlihat dari perbedaan sistem sosial, asal usul, dan kepercayaan.
Pada masyarakat Minangkabau, Mandailing atau Mandahiliang menjadi salah satu nama suku yang ada pada masyarakat tersebut.
Inilah Rumah Adat Batak Mandailing Sumatera Utara
Rumah Adat Batak Mandailing disebut sebagai Bagas Godang sebagai kediaman para raja, terletak disebuah kompleks yang sangat luas dan selalu didampingi dengan Sopo Godang sebagai balai sidang adat. Bangunannya mempergunakan tiang-tiang besar yang berjumlah ganjil sebagaimana juga jumlah anak tangganya.
Bangunan arsitektur tradisional Rumah Adat Batak Mandailing Sumatera Utara adalah bukti budaya fisik yang memiliki peradaban yang tinggi. Sisa-sisa peninggalan arsitektur tradisional Batak Mandailing masih dapat kita lihat sampai sekarang ini dan merupakan salah satu dari beberapa peninggalan hasil karya arsitektur tradisional bangsa Indonesia yang patut mendapat perhatian dan dipertahankan oleh Pemerintah dan masyarakat baik secara langsung baik tidak langsung.
Bagas Godang merupakan rumah berarsitektur Mandailing dengan konstruksi yang khas. Berbentuk empat persegi panjang yang disangga kayu-kayu besar berjumlah ganjil. Ruang terdiri dari ruang depan, ruang tengah, ruang tidur, dan dapur. Terbuat dari kayu, berkolong dengan tujuh atau sembilan anak tangga, berpintu lebar dan berbunyi keras jika dibuka. Kontruksi atap berbentuk tarup silengkung dolok, seperti atap pedati. Satu komplek dengan Bagas Godang terdapat Sopo Godang, Sopo Gondang, Sopo Jago, dan Sopo Eme. Keseluruhan menghadap ke Alaman Bolak.
Alaman Bolak adalah sebuah bidang halaman yang sangat luas dan datar. Selain berfungsi sebagai tempat prosesi adat, juga menjadi tempat berkumpul masyarakat. Sering juga disebut alaman bolak silangse utang. Maksudnya, siapapun yang lari kehalaman ini mencari keselamatan, ia akan dilindungi raja.
Sopo Godang adalah tempat memusyawarahkan peraturan adat. Selain itu, tempat ini juga dijadikan untuk pertunjukan kesenian, tempat belajar adat dan kerajinan, bahkan juga tempat musyafir bermalam. Berbagai patik, uhum, ugari dan hapantunan lahir dari tempat ini. Juga disiapkan untuk menerima tamu-tamu terhormat. Dirancang berkolong dan tidak berdinding agar penduduk dapat mengikuti berbagai kegiatan di dalamnya. Karenanya Sopo Godang juga disebut Sopo Sio Rangcang Magodang, inganan ni partahian paradatan, parosu-rosuan ni hula dohot dongan. Artinya, Balai Sidang Agung, tempat bermusyawarah melakukan sidang adat, menjalin keakraban para tokoh terhormat dan para kerabat.
Sopo Jago adalah tempat naposo bulung duduk-duduk sambil menjaga keamanan desa.
Sopo Gondang adalah tempat menyimpan Gorgang Sambilan atau alat-alat seni kerajaan lain. Alat-alat itu biasanya dianggap sakral.
Sopo eme atau hopuk adalah tempat menyimpan padi setelah dipanen, lambang kemakmuran bagi huta.
Seluruh komplek bangunan bagas godang pada masa lalu tidak berpagar. Sekalipun raja yang menempatinya, tetapi seluruh bangunan ini dianggap sebagai milik masyarakat dan dimuliakan warga huta.
Mandailing mengenal nilai-nilai luhur yang disebut dengan holong dohot domu. Holong berarti saling menyayangi sesama dan berbuat baik kepada orang lain. Domu berarti persatuan dari penduduk yang dianggap satu huta dan satu keturunan. Domu dianggap sudah dibawa sejak lahir (na ni oban topak), juga disebut dengan surat tumbaga holing naso ra sasa, sesuatu yang sudah terpatri dalam hati dan tidak dapat dihapus. Nilai-nilai itu dianggap falsafah hidup Mandailing.
Sumber:
TINJAKSTAR Juni 23, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Rumah Adat Batak Mandailing Sumatera Utara (Foto: dprdmadina.blogspot.com)
Suku Mandailing adalah suku bangsa yang mendiami Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batubara di Provinsi Sumatera Utara beserta Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatera Barat, dan Kabupaten Rokan Hulu di Provinsi Riau. Mandailing merupakan kelompok masyarakat yang berbeda dengan suku, Hal ini terlihat dari perbedaan sistem sosial, asal usul, dan kepercayaan.
Pada masyarakat Minangkabau, Mandailing atau Mandahiliang menjadi salah satu nama suku yang ada pada masyarakat tersebut.
Inilah Rumah Adat Batak Mandailing Sumatera Utara
Rumah Adat Batak Mandailing disebut sebagai Bagas Godang sebagai kediaman para raja, terletak disebuah kompleks yang sangat luas dan selalu didampingi dengan Sopo Godang sebagai balai sidang adat. Bangunannya mempergunakan tiang-tiang besar yang berjumlah ganjil sebagaimana juga jumlah anak tangganya.
Bangunan arsitektur tradisional Rumah Adat Batak Mandailing Sumatera Utara adalah bukti budaya fisik yang memiliki peradaban yang tinggi. Sisa-sisa peninggalan arsitektur tradisional Batak Mandailing masih dapat kita lihat sampai sekarang ini dan merupakan salah satu dari beberapa peninggalan hasil karya arsitektur tradisional bangsa Indonesia yang patut mendapat perhatian dan dipertahankan oleh Pemerintah dan masyarakat baik secara langsung baik tidak langsung.
Bagas Godang merupakan rumah berarsitektur Mandailing dengan konstruksi yang khas. Berbentuk empat persegi panjang yang disangga kayu-kayu besar berjumlah ganjil. Ruang terdiri dari ruang depan, ruang tengah, ruang tidur, dan dapur. Terbuat dari kayu, berkolong dengan tujuh atau sembilan anak tangga, berpintu lebar dan berbunyi keras jika dibuka. Kontruksi atap berbentuk tarup silengkung dolok, seperti atap pedati. Satu komplek dengan Bagas Godang terdapat Sopo Godang, Sopo Gondang, Sopo Jago, dan Sopo Eme. Keseluruhan menghadap ke Alaman Bolak.
Alaman Bolak adalah sebuah bidang halaman yang sangat luas dan datar. Selain berfungsi sebagai tempat prosesi adat, juga menjadi tempat berkumpul masyarakat. Sering juga disebut alaman bolak silangse utang. Maksudnya, siapapun yang lari kehalaman ini mencari keselamatan, ia akan dilindungi raja.
Sopo Godang adalah tempat memusyawarahkan peraturan adat. Selain itu, tempat ini juga dijadikan untuk pertunjukan kesenian, tempat belajar adat dan kerajinan, bahkan juga tempat musyafir bermalam. Berbagai patik, uhum, ugari dan hapantunan lahir dari tempat ini. Juga disiapkan untuk menerima tamu-tamu terhormat. Dirancang berkolong dan tidak berdinding agar penduduk dapat mengikuti berbagai kegiatan di dalamnya. Karenanya Sopo Godang juga disebut Sopo Sio Rangcang Magodang, inganan ni partahian paradatan, parosu-rosuan ni hula dohot dongan. Artinya, Balai Sidang Agung, tempat bermusyawarah melakukan sidang adat, menjalin keakraban para tokoh terhormat dan para kerabat.
Sopo Jago adalah tempat naposo bulung duduk-duduk sambil menjaga keamanan desa.
Sopo Gondang adalah tempat menyimpan Gorgang Sambilan atau alat-alat seni kerajaan lain. Alat-alat itu biasanya dianggap sakral.
Sopo eme atau hopuk adalah tempat menyimpan padi setelah dipanen, lambang kemakmuran bagi huta.
Seluruh komplek bangunan bagas godang pada masa lalu tidak berpagar. Sekalipun raja yang menempatinya, tetapi seluruh bangunan ini dianggap sebagai milik masyarakat dan dimuliakan warga huta.
Mandailing mengenal nilai-nilai luhur yang disebut dengan holong dohot domu. Holong berarti saling menyayangi sesama dan berbuat baik kepada orang lain. Domu berarti persatuan dari penduduk yang dianggap satu huta dan satu keturunan. Domu dianggap sudah dibawa sejak lahir (na ni oban topak), juga disebut dengan surat tumbaga holing naso ra sasa, sesuatu yang sudah terpatri dalam hati dan tidak dapat dihapus. Nilai-nilai itu dianggap falsafah hidup Mandailing.
Sumber:
TINJAKSTAR Juni 23, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia







