BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Kali ini kita berbagi tentang Objek Wisata yang menarik di seputaran Danau Toba. Berikut ulasang tentang Wisata menarik di seputaran Danau Toba seperti yang berhasil kami kutip dari Berbagai Sumber Media Online. Mari kita simak di bawah ini.
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Parapat Danau Toba adalah sebuah kota kecil di kawasan tepi Danau Toba yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalaungun, dan merupakan sebuah kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang lumayan. Parapat juga termasuk salah satu objek wisata populer di Sumatera Utara.
Parapat adalah salah satu kota yang memiliki cerita sendiri. Di Parapat inilah tempat paling sering dirayakan Pesta Danau Toba (PDT) yang kini berubah nama dengan sebutan Fetival Danau Toba (FDT) yang biasanya dirayakan tiap tahunnnya. Sayangnya, akhir-akhir ini FDT tidak lagi dirayakan tiap tahun, tidak tahu apa sebab dan akibatnya. By the way, bila sudah berada di Parapat, jangan lupa untuk membeli Souvenir untuk dijadikan oleh-oleh bagi kerabat terdekat.
Inilah 7 tempat Wisata yang bisa kita kunjungi saat berada di Parapat
1. Batu Gantung
Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG. Batu Gantung ini bukan hanya populer di Sumatera Utara saja, malah sudah mendunia.
Batu Gantung adalah sebuah pahatan alam berupa bebatuan yang terletak di Parapat, Sumatera Utara. Jika Anda pernah melancong ke Danau Toba, pasti Anda tidak melewatkan objek wisata ini. Hampir seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang hendak ke Danau Toba dan Pulau Samosir, mampir ke Batu Gantung ini. Kenapa diberi nama Batu Gantung? Tidak lain adalah karena letak batunya yang tampak menggantung ke bawah.
Batu ini terlihat menyerupai postur tubuh manusia dengan posisi lurus ke bawah dengan keadaan terbalik. Banyak sekali legenda yang berkembang di masyarakat secara turun temurun tentang asal muasal terbentuknya fenomena alam ini.
Secara geografis, Batu Gantung terletak dalam jarak yang tidak begitu jauh dari perairan Danau Toba. Persisnya terletak di Kota Parapat, Sumatera Utara. Batuan ini akan membuat Anda terpana karena posisinya yang memang menggantung dari bebatuan sekitar tebing. Ukuran tinggi dari objek yang cukup menarik perhatian wisatawan ini adalah sekitar 2 meter. Sehingga, semakin menyegarkan ingatan kita terhadap sosok manusia. Batu ini terlihat seolah akan lepas dari tepian tebing dan ambruk jatuh ke bawah. Namun, dari dulu tetap saja bebatuan tersebut menggantung dengan ajaibnya.
Area di sekitar batu gantung cukup membuat Anda harus berhati-hati karena tebing tempat batu gantung berada lokasi yang cukup tinggi dan anda perlu melihat ke bawah untuk dapat menyaksikan secara penuh seputar detail batu gantung ini. Lokasi batu khas ini berjarak sekitar 176 km dari ibukota Medan. Karena berdekatan dengan Danau Toba, maka area Batu Gantung dikelilingi pemandangan yang sangat indah dan suasana yang masih asri.
Keberadaan Batu Gantung ini akan sangat menarik perhatian. Bentuknya yang tidak biasa membuatnya banyak dikunjungi oleh para pelancong, terutama yang memilih Danau Toba dan Samosir sebagai tujuan wisatanya. Maka dari itu, banyak objek wisata lainnya yang akan jadi persinggahan Anda saat tiba di lokasi Batu Gantung. Selain mengelilingi Kota Parapat itu sendiri, Anda juga dapat memenuhi hasrat kuliner dengan masakan khas Sumatera Utara yang mudah Anda temui di sepanjang Kota. Anda juga dapat memilih penginapan dengan tarif yang sesuai dengan budget Anda, seperti Danau Toba International Cottage. Jika Anda merasa ingin tinggal lebih lama lagi di Kota Parapat.
Untuk melihat Batu Gantung ini ada dua alternatif yang kami sarankan. Pertama, kita bisa menyewa Kapal atau ikut rombongan (bersama yang lain) untuk menuju tempat wisata Batu Gantung ini. Tentunya kita mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Bagi wisata lokal hal ini tentu sangatlah mahal, tapi bagi pendatang, soal uang bukanlah kendala. Alternatif kedua adalah nongkrong di kedai (warung / rumah makan) RINGOSTAR. Dari rumah makan RingoStar ini, kita bisa meliha melihat Batu Gantung dari Panatapan Sualan. Kita bisa memesan Kopi Hangat sembari menikmati Pemandangan yang indah serta bisa melihat Batu Gantung. Tapi semua tergantung Kita mau pilih cara alternatif yang mana. Selamat menikmati Objek Wisata Batu Gantung.
2. Bukit Senyum
Salah satu Objek Wisata di Seputaran Danau Toba adalah BUKIT SENYUM. Sebenarnya tempat ini tidak sepenuh nya di Parapat, tapi etaknya di Motung.. Bukit Senyum adalah tempat yang pas buat kita untuk menikmati keindahan Sunset Danau Toba.
Anda suka Berfoto? Nah... Objek Wisata Bukit Senyum sangatlah pas dan tepat bagi Anda untuk berfoto ria. Kenapa? Alasannya adalah kita bisa berfoto dengan latar belakang Danau Toba. Biasanya, Bukit Senyum ini digemari oleh kaum muda, Alasanya adalah karena bisa berfoto ria, dan Bukit Senyum ini akan terlihat ramai pada sore hari untuk menikmati Sunset. Oh iya, bila ingin menikmati Objek Wisata Bukit Senyum jangan lupa untuk membawa cemilan yah.... hehehe.
Bagi masyarakat di sekitaran Parapat, Ajibata, Motung, Sibisa, Lumbanjulu, Sipanganbolon, Bukit Senyum mungkin sudah tidak asing lagi. Beda halnya bagi wisatawan dari luar, seperti Samosir, Siantar, Medan, Porsea, Balige atau dari mana saja yang mungkin masih asing dengan Bukit Senyum. Jangan khawatir, kami akan mencoba memberikan tips bagaimana cara yang tepat untuk menuju Objek Wisata Bukit Senyum ini.
Objek Wisata Bukit Senyum ini letaknya di Mottung dan tidak jauh dari Ajibata, kira-kira 30 menit bila ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda motor atau kreta).
Inilah rute yang harus kita tempuh dari Ajibata menuju Mottung. [Catatan: Bila Anda tidak membawa Motor (Kreta) bisa juga menyewa (rental motor). Harganya sudah tertera disana]. Dari Ajibata lurus terus, dan bila sampai di Pantai Longbeach, ada warung disitu, cobalah beli cemilan untuk teman santai nanti, lalu lanjutkan perjalannya. Selanjutnya, bila sudah sampai simpang lurus saja, ingat jangan ngebut, karena jalannya kurang begitu bagus alias berlobang-lobang. Maklum, pemda setempat belum memperhatikan jalan disana. (Semoga setelah membaca tulisan ini, pemda mau memperhatikannya).
Di depan perjalanan akan kita jumpai TUGU Besar, Itu ada sebeluh kiri. Tepat di depan tugu besar tsb, ada simpang. Nah... ikuti saja jalan tsb lalu anda sudah berada di tempat Wisata Bukit Senyum.
Oh iya, di objek wisata Bukit Senyum, boleh nongkrong di sebuah Cafe yang bernama ROBEAN CAFE. Coba nikmati pemandangan Sunset di sore hari serta pemandangan di malam hari. Anda bisa melihat Danau Toba dan Kota Parapat, Ajibata dari Robean Cafe tsb. (Lihat Foto di bawah)
3. Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat
Kota Parapat, Kota ini merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda. Pemerintah Belanda mengasingkan Presiden Sukarno, Haji Agus Salim dan Sjahrir ke kota Parapat selama kurang lebih dua bulan.
Dari rumah pengasingan ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar. Bukti keberadaan Bung karno terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau dan beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.
Wisma pesanggrahan ini memang cukup menarik perhatian bagi yang berkunjung ke kota ini, sebab bangunan ini mengadopsi arsitektur bangunan bergaya klasik yang sering digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa pada awal abad ke 19, dalam sebuah seni arsitektur disebut dengan nama indische architectur yang cukup populer masa itu.
4. Gereja HKBP Parapat
Gereja HKBP Parapat merupakan salah satu tempat peribadatan bagi umat kristiani yang sangat megah oleh karena itu gereja ini kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk tujuan wisata religi (pilgrim tour) selain karena letaknya yang berada di salah satu inti kota wisata di Sumatera Utara dengan pesona Danau Toba, gereja HKBP Parapat memang memiliki nilai historis tersendiri terkait perkembangan dan sejarah kekristenan di Tanah Batak.
Gereja HKBP atau Huria Kristen Batak Protestan adalah persekutuan kristiani yang didirikan sejak ratusan tahun silam di Tanah Batak oleh Nomensen. HKBP kini telah berkembang, hampir di seluruh wilayah di Sumatera Utara dan beberapa provinsi di Indonesia anda dapat menemukan keberadaan gereja ini. Arsitektur bangunan Gereja HKBP Parapat sangatlah menarik dengan dedominasi bangunan-bangunan seperti di eropa. Setiap inci bangunan akan membuat anda terpikat dan benar-benar menyatu serta merasakan kehadiran kuasa Tuhan di tanah Batak.
Sejarah Gereja HKBP Parapat
Bila berbicara tentang keberadaan suatu tempat ibadah kurang lengkap rasanya bila tidak mengulik sejarah terkait. Nah begitu juga dengan Gereja HKBP Parapat. Taukah kamu? Biaya untuk membangun tempat suci ini berjumlah Rp. 3,5 M. Peresmiannya diadakan bertepatan dengan pesta jubileum HKBP yang ke 100 tahun.
Arsitektur Bangunan
Arsitek gereja HKBP Parapat adalah Ir Sahala Simanjuntak. Konsep yang diusung dalam pembangunan gereja ini adalah Batak Eropa. Yang paling menarik adalah keberadaan teras yang bila sepintas dilihat seperti rumah tradisional suku Karo, akan tetapi ternyata tidaklah demikian, teras ini memiliki makna ketritunggalan yakni Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. HKBP Parapat berdiri diatas lahan seluas 1 hektar, bangunannya sendiri memiliki panjang dan lebar 22 m x 29 m. Luas banget kan? Bila kamu ingin berkunjung atau ingin beribadah, gereja ini beralamat di Jalan Bukit Barisan No 17 Parapat.
Itulah salah satu Objek Wisata di Parapat. Kita bisa Traveling seraya mendekatkan diri kepada sang pencipta, menarik banget kan?
5. Bukit Gibeon Sibisa
Bukit Gibeon Sibisa atau Pusat Semenari Bukit Gibeon (PSBG) berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sebuah destinasi wisata yang tergolong baru namun telah berhasil memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Mari telusur sejuta manikam pariwisata Sumatera Utara.
Diatas lahan seluas20 hektar, Bukit Gibeon Sibisa Di Toba Samosir pada awalnya dibangun sebagai kawasan retreat bagi umat nasrani. Seiring berjalannya waktu, keunikan dan objek wisata yang berada di tempat ini lambat laun menarik wisatawan datang berkunjung. Bukit Gibeon berada di Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pendirian Pusat Seminari Bukit Gibeon tidak terlepas dari keinginan sang pendiri yakni Ibu Luceria Siagian agar tercipta para penginjil yang siap ditempatkan dimana saja. Sebagai informasi, PSBG telah melahirkan 3 angkatan dengan jumlah 74 orang melalui tahap seleksi.
Pusat Seminari ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 2016 dan terdiri dari Rumah Doa, Menara Doa, Gereja, Penginapan, Parking Area dan tentu saja tempat wisata yakni Kolam Renang dan Air Terjun. Arsitektur dari beberapa bangunan di lokasi juga menambah daya tarik, tentu saja karena bentuk dan designnya yang unik, bagi kamu para pecinta fotografi sayang rasanya bila melewatkan diri bila tidak melukis keindahannya melalui cahaya.
Menara Doa
Bangunan yang didirikan untuk para peziarah mendekatan diri kepada sang khalik ini terlihat unik, begitu juga perpaduan warnanya. Sebab itulah mengapa banyak wisatawan berfoto dengan latar Menara Doa. Bila kamu seorang nasrani, sempatkan berdoa dan menikmati kekhusukan. Ada beberapa rumah doa yang telah didirikan dan dapat digunakan oleh pengunjung namun yang paling banyak diminati adalah Rumah Doa Segala Bangsa.
Kolam Renang dan Air Terjun
Keunikan dari kolam renang ini adalah sumber airnya yang berasal dari air terjun dan langsung jatuh ke permukaan kolam renang. Suhu air yang begitu dingin mungkin membuat kamu tidak tahan berlama-lama. Nah karena itu pula lebih banyak pengunjung duduk-duduk atau sekedar menikmati pemandangan.
Aksesibilitas
Perjalanan menuju Sibisa dapat kamu tempuh melalui rute: Medan - Parapat - Desa Parsaoran bila menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Sedangkan bila menggunakan transportasi udara dari Medan ke Bandar Udara maka anda dapat menempuh rute Kuala Namu - Bandar Udara Silangit - Tarutung - Parapat - Desa Parsaoran. (Oleh: Thomson Edu - Foto: ig: @pariwisata_sumut )
6. Air terjun Binangalom
Parapat tak hanya menyimpan legenda batu gantung yang tersohor, tapi ada objek wisata air terjun yang juga aduhai tak kalah indahnya. Uniknya, air terjun ini turun langsung ke danau. Namanya air terjun Binangalom.
Air Terjun Binangalom letaknya persis berada di pinggir Danau Toba. Nama Binangalom berasal dari desa di dekat air terjun tersebut yang berada di Kecamatan Lumban Julu, kota Parapat, Sumatera Utara. Wisatawan juga sering menyebutya dengan Situmurun Waterfall atau air terjun Situmurun.
Kata "lum" atau "lom"; dalam bahasa Batak artinya adalah air penyejuk. Ya, memang ketika wisatawan mengunjunginya dan mendekati lokasi wisata tersebut sejuknya udara dan keindahannya akan membuat berdecak kagum.
Dari mana asal airnya? Menurut pemandu tur, Salonieta Pangaribuan airnya berasal dari sungai di dekat desa. Ia turun dari tujuh tingkat tebing lalu jatuh ke danau. Sayangnya, lokasi menuju tempat ini terbatas.
Di sini, para wisatawan bisa juga melakukan aktivitas lainnya. Seperti berenang di sekitar air terjun, sampai melihat burung bangau beterbangan mencari ikan.
7. Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun
Di Sibaganding terdapat Hutan Lindung Sibatu Loting yang di dalamnya banyak dihuni oleh habitat monyet-monyet liar. Sibaganding yang berada di Huta (desa) Sibanganding, Kecamatan Kota Prapat, Kabupaten Simalungun yang berjarak sekitar 40 km dari Pematang Siantar. Di penangkaran Sibaganding ini monyet berkeliaran dengan bebas. Setiap harinya mereka akan diberi makan oleh penduduk sekitar karena memang tempat ini masih dikelola oleh penduduk.
Tempat wisata yang sangat menarik dengan konsep berbeda, flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi menjadikan Sibaganding kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan bahkan wisatawan mancanegara.
Penangkaran Monyet Sibaganding, sangat cocok bagi anda untuk berpetualang, menikmati flora dan fauna serta mengenal keanekaragaman lainnya di kawasan hutan lindung.
Memberi Monyet makan dan melihat atraksi serta keakraban berinteraksi antara sekumpulan monyet ini dengan manusia adalah hal yang menyenangkan. Selain itu anda juga dapat menikmati panorama Danau Toba yang sangat mengagumkan.
Sibaganding ini dapat anda tempuh dengan perjalanan sekitar 4 jam dari kota Medan, dan sekitar 1 jam dari kota Pematang Siantar. Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi darat, menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, karena sudah memadai untuk menuju lokasi ini.
Bila anda ingin memasuki kawasan Penangkaran Monyet Sibaganding ini, anda akan dipandu oleh masyarakat setempat.
Penangkaran ini telah dikelola oleh masyarakat setempat sejak beberapa tahun silam, sehingga monyet-monyet yang berada di lokasi sangat akrab dan tidak liar. Mereka telah dididik untuk menjadi hewan yang ramah terhadap pengunjung. Selain melihat monyet, juga dapat menjumpai beruk, kera dan lutung.
Nah... itulah 7 tempat Wisata yang harus kita kunjungi saat berada di Pparapat. Oleh karena itu, Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini. Selamat liburan. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Berbagai Sumber TINJAKSTAR Desember 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Danau Toba (Foto: Google) |
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Parapat Danau Toba adalah sebuah kota kecil di kawasan tepi Danau Toba yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalaungun, dan merupakan sebuah kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang lumayan. Parapat juga termasuk salah satu objek wisata populer di Sumatera Utara.
Parapat adalah salah satu kota yang memiliki cerita sendiri. Di Parapat inilah tempat paling sering dirayakan Pesta Danau Toba (PDT) yang kini berubah nama dengan sebutan Fetival Danau Toba (FDT) yang biasanya dirayakan tiap tahunnnya. Sayangnya, akhir-akhir ini FDT tidak lagi dirayakan tiap tahun, tidak tahu apa sebab dan akibatnya. By the way, bila sudah berada di Parapat, jangan lupa untuk membeli Souvenir untuk dijadikan oleh-oleh bagi kerabat terdekat.
Inilah 7 tempat Wisata yang bisa kita kunjungi saat berada di Parapat
1. Batu Gantung
Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG. Batu Gantung ini bukan hanya populer di Sumatera Utara saja, malah sudah mendunia.
Batu Gantung adalah sebuah pahatan alam berupa bebatuan yang terletak di Parapat, Sumatera Utara. Jika Anda pernah melancong ke Danau Toba, pasti Anda tidak melewatkan objek wisata ini. Hampir seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang hendak ke Danau Toba dan Pulau Samosir, mampir ke Batu Gantung ini. Kenapa diberi nama Batu Gantung? Tidak lain adalah karena letak batunya yang tampak menggantung ke bawah.
Batu ini terlihat menyerupai postur tubuh manusia dengan posisi lurus ke bawah dengan keadaan terbalik. Banyak sekali legenda yang berkembang di masyarakat secara turun temurun tentang asal muasal terbentuknya fenomena alam ini.
![]() |
| Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG |
Secara geografis, Batu Gantung terletak dalam jarak yang tidak begitu jauh dari perairan Danau Toba. Persisnya terletak di Kota Parapat, Sumatera Utara. Batuan ini akan membuat Anda terpana karena posisinya yang memang menggantung dari bebatuan sekitar tebing. Ukuran tinggi dari objek yang cukup menarik perhatian wisatawan ini adalah sekitar 2 meter. Sehingga, semakin menyegarkan ingatan kita terhadap sosok manusia. Batu ini terlihat seolah akan lepas dari tepian tebing dan ambruk jatuh ke bawah. Namun, dari dulu tetap saja bebatuan tersebut menggantung dengan ajaibnya.
Area di sekitar batu gantung cukup membuat Anda harus berhati-hati karena tebing tempat batu gantung berada lokasi yang cukup tinggi dan anda perlu melihat ke bawah untuk dapat menyaksikan secara penuh seputar detail batu gantung ini. Lokasi batu khas ini berjarak sekitar 176 km dari ibukota Medan. Karena berdekatan dengan Danau Toba, maka area Batu Gantung dikelilingi pemandangan yang sangat indah dan suasana yang masih asri.
Keberadaan Batu Gantung ini akan sangat menarik perhatian. Bentuknya yang tidak biasa membuatnya banyak dikunjungi oleh para pelancong, terutama yang memilih Danau Toba dan Samosir sebagai tujuan wisatanya. Maka dari itu, banyak objek wisata lainnya yang akan jadi persinggahan Anda saat tiba di lokasi Batu Gantung. Selain mengelilingi Kota Parapat itu sendiri, Anda juga dapat memenuhi hasrat kuliner dengan masakan khas Sumatera Utara yang mudah Anda temui di sepanjang Kota. Anda juga dapat memilih penginapan dengan tarif yang sesuai dengan budget Anda, seperti Danau Toba International Cottage. Jika Anda merasa ingin tinggal lebih lama lagi di Kota Parapat.
Untuk melihat Batu Gantung ini ada dua alternatif yang kami sarankan. Pertama, kita bisa menyewa Kapal atau ikut rombongan (bersama yang lain) untuk menuju tempat wisata Batu Gantung ini. Tentunya kita mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Bagi wisata lokal hal ini tentu sangatlah mahal, tapi bagi pendatang, soal uang bukanlah kendala. Alternatif kedua adalah nongkrong di kedai (warung / rumah makan) RINGOSTAR. Dari rumah makan RingoStar ini, kita bisa meliha melihat Batu Gantung dari Panatapan Sualan. Kita bisa memesan Kopi Hangat sembari menikmati Pemandangan yang indah serta bisa melihat Batu Gantung. Tapi semua tergantung Kita mau pilih cara alternatif yang mana. Selamat menikmati Objek Wisata Batu Gantung.
2. Bukit Senyum
Salah satu Objek Wisata di Seputaran Danau Toba adalah BUKIT SENYUM. Sebenarnya tempat ini tidak sepenuh nya di Parapat, tapi etaknya di Motung.. Bukit Senyum adalah tempat yang pas buat kita untuk menikmati keindahan Sunset Danau Toba.
Anda suka Berfoto? Nah... Objek Wisata Bukit Senyum sangatlah pas dan tepat bagi Anda untuk berfoto ria. Kenapa? Alasannya adalah kita bisa berfoto dengan latar belakang Danau Toba. Biasanya, Bukit Senyum ini digemari oleh kaum muda, Alasanya adalah karena bisa berfoto ria, dan Bukit Senyum ini akan terlihat ramai pada sore hari untuk menikmati Sunset. Oh iya, bila ingin menikmati Objek Wisata Bukit Senyum jangan lupa untuk membawa cemilan yah.... hehehe.
Bagi masyarakat di sekitaran Parapat, Ajibata, Motung, Sibisa, Lumbanjulu, Sipanganbolon, Bukit Senyum mungkin sudah tidak asing lagi. Beda halnya bagi wisatawan dari luar, seperti Samosir, Siantar, Medan, Porsea, Balige atau dari mana saja yang mungkin masih asing dengan Bukit Senyum. Jangan khawatir, kami akan mencoba memberikan tips bagaimana cara yang tepat untuk menuju Objek Wisata Bukit Senyum ini.
Objek Wisata Bukit Senyum ini letaknya di Mottung dan tidak jauh dari Ajibata, kira-kira 30 menit bila ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda motor atau kreta).
Ajibata adalah salah satu pelabuhan menuju Pulau Samosir selain Balige. Di Ajibata ada dua pelabuhan; reguler (untuk kapal-kapal kayu tradisional pengangkut penumpang) dan pelabuhan ferry yang menyeberangkan mobil, barang dan orang dari dan ke Pulau Samosir.
Inilah rute yang harus kita tempuh dari Ajibata menuju Mottung. [Catatan: Bila Anda tidak membawa Motor (Kreta) bisa juga menyewa (rental motor). Harganya sudah tertera disana]. Dari Ajibata lurus terus, dan bila sampai di Pantai Longbeach, ada warung disitu, cobalah beli cemilan untuk teman santai nanti, lalu lanjutkan perjalannya. Selanjutnya, bila sudah sampai simpang lurus saja, ingat jangan ngebut, karena jalannya kurang begitu bagus alias berlobang-lobang. Maklum, pemda setempat belum memperhatikan jalan disana. (Semoga setelah membaca tulisan ini, pemda mau memperhatikannya).
Di depan perjalanan akan kita jumpai TUGU Besar, Itu ada sebeluh kiri. Tepat di depan tugu besar tsb, ada simpang. Nah... ikuti saja jalan tsb lalu anda sudah berada di tempat Wisata Bukit Senyum.
Oh iya, di objek wisata Bukit Senyum, boleh nongkrong di sebuah Cafe yang bernama ROBEAN CAFE. Coba nikmati pemandangan Sunset di sore hari serta pemandangan di malam hari. Anda bisa melihat Danau Toba dan Kota Parapat, Ajibata dari Robean Cafe tsb. (Lihat Foto di bawah)
![]() |
| Menikmati Pemandangan Yang Indah (Danau Toba, Parapat, Ajibata) dari Bukit Senyum di Robean Cafe - (Foto: pardsn.blogspot.co.id) |
3. Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat
Kota Parapat, Kota ini merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda. Pemerintah Belanda mengasingkan Presiden Sukarno, Haji Agus Salim dan Sjahrir ke kota Parapat selama kurang lebih dua bulan.
![]() |
| Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat (Foto: tribunnews) |
Dari rumah pengasingan ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar. Bukti keberadaan Bung karno terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau dan beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.
![]() |
| Presiden Soekarno dan H. Agus Salim, Tahun 1948. (Foto: simedan.com) |
Wisma pesanggrahan ini memang cukup menarik perhatian bagi yang berkunjung ke kota ini, sebab bangunan ini mengadopsi arsitektur bangunan bergaya klasik yang sering digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa pada awal abad ke 19, dalam sebuah seni arsitektur disebut dengan nama indische architectur yang cukup populer masa itu.
4. Gereja HKBP Parapat
Gereja HKBP Parapat merupakan salah satu tempat peribadatan bagi umat kristiani yang sangat megah oleh karena itu gereja ini kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk tujuan wisata religi (pilgrim tour) selain karena letaknya yang berada di salah satu inti kota wisata di Sumatera Utara dengan pesona Danau Toba, gereja HKBP Parapat memang memiliki nilai historis tersendiri terkait perkembangan dan sejarah kekristenan di Tanah Batak.
![]() |
| Gereja HKBP Parapat (Foto: pariwisatasumut.net) |
Gereja HKBP atau Huria Kristen Batak Protestan adalah persekutuan kristiani yang didirikan sejak ratusan tahun silam di Tanah Batak oleh Nomensen. HKBP kini telah berkembang, hampir di seluruh wilayah di Sumatera Utara dan beberapa provinsi di Indonesia anda dapat menemukan keberadaan gereja ini. Arsitektur bangunan Gereja HKBP Parapat sangatlah menarik dengan dedominasi bangunan-bangunan seperti di eropa. Setiap inci bangunan akan membuat anda terpikat dan benar-benar menyatu serta merasakan kehadiran kuasa Tuhan di tanah Batak.
Sejarah Gereja HKBP Parapat
Bila berbicara tentang keberadaan suatu tempat ibadah kurang lengkap rasanya bila tidak mengulik sejarah terkait. Nah begitu juga dengan Gereja HKBP Parapat. Taukah kamu? Biaya untuk membangun tempat suci ini berjumlah Rp. 3,5 M. Peresmiannya diadakan bertepatan dengan pesta jubileum HKBP yang ke 100 tahun.
Arsitektur Bangunan
Arsitek gereja HKBP Parapat adalah Ir Sahala Simanjuntak. Konsep yang diusung dalam pembangunan gereja ini adalah Batak Eropa. Yang paling menarik adalah keberadaan teras yang bila sepintas dilihat seperti rumah tradisional suku Karo, akan tetapi ternyata tidaklah demikian, teras ini memiliki makna ketritunggalan yakni Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. HKBP Parapat berdiri diatas lahan seluas 1 hektar, bangunannya sendiri memiliki panjang dan lebar 22 m x 29 m. Luas banget kan? Bila kamu ingin berkunjung atau ingin beribadah, gereja ini beralamat di Jalan Bukit Barisan No 17 Parapat.
Itulah salah satu Objek Wisata di Parapat. Kita bisa Traveling seraya mendekatkan diri kepada sang pencipta, menarik banget kan?
5. Bukit Gibeon Sibisa
Bukit Gibeon Sibisa atau Pusat Semenari Bukit Gibeon (PSBG) berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sebuah destinasi wisata yang tergolong baru namun telah berhasil memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Mari telusur sejuta manikam pariwisata Sumatera Utara.
| Wisata Bukit Gibeon Sibisa Di Toba (Foto: pariwisatasumut.net) |
Diatas lahan seluas20 hektar, Bukit Gibeon Sibisa Di Toba Samosir pada awalnya dibangun sebagai kawasan retreat bagi umat nasrani. Seiring berjalannya waktu, keunikan dan objek wisata yang berada di tempat ini lambat laun menarik wisatawan datang berkunjung. Bukit Gibeon berada di Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pendirian Pusat Seminari Bukit Gibeon tidak terlepas dari keinginan sang pendiri yakni Ibu Luceria Siagian agar tercipta para penginjil yang siap ditempatkan dimana saja. Sebagai informasi, PSBG telah melahirkan 3 angkatan dengan jumlah 74 orang melalui tahap seleksi.
Pusat Seminari ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 2016 dan terdiri dari Rumah Doa, Menara Doa, Gereja, Penginapan, Parking Area dan tentu saja tempat wisata yakni Kolam Renang dan Air Terjun. Arsitektur dari beberapa bangunan di lokasi juga menambah daya tarik, tentu saja karena bentuk dan designnya yang unik, bagi kamu para pecinta fotografi sayang rasanya bila melewatkan diri bila tidak melukis keindahannya melalui cahaya.
Menara Doa
Bangunan yang didirikan untuk para peziarah mendekatan diri kepada sang khalik ini terlihat unik, begitu juga perpaduan warnanya. Sebab itulah mengapa banyak wisatawan berfoto dengan latar Menara Doa. Bila kamu seorang nasrani, sempatkan berdoa dan menikmati kekhusukan. Ada beberapa rumah doa yang telah didirikan dan dapat digunakan oleh pengunjung namun yang paling banyak diminati adalah Rumah Doa Segala Bangsa.
Kolam Renang dan Air Terjun
Keunikan dari kolam renang ini adalah sumber airnya yang berasal dari air terjun dan langsung jatuh ke permukaan kolam renang. Suhu air yang begitu dingin mungkin membuat kamu tidak tahan berlama-lama. Nah karena itu pula lebih banyak pengunjung duduk-duduk atau sekedar menikmati pemandangan.
Aksesibilitas
Perjalanan menuju Sibisa dapat kamu tempuh melalui rute: Medan - Parapat - Desa Parsaoran bila menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Sedangkan bila menggunakan transportasi udara dari Medan ke Bandar Udara maka anda dapat menempuh rute Kuala Namu - Bandar Udara Silangit - Tarutung - Parapat - Desa Parsaoran. (Oleh: Thomson Edu - Foto: ig: @pariwisata_sumut )
6. Air terjun Binangalom
Parapat tak hanya menyimpan legenda batu gantung yang tersohor, tapi ada objek wisata air terjun yang juga aduhai tak kalah indahnya. Uniknya, air terjun ini turun langsung ke danau. Namanya air terjun Binangalom.
![]() |
| Air terjun Binangalom (Foto: dimedan.co) |
Air Terjun Binangalom letaknya persis berada di pinggir Danau Toba. Nama Binangalom berasal dari desa di dekat air terjun tersebut yang berada di Kecamatan Lumban Julu, kota Parapat, Sumatera Utara. Wisatawan juga sering menyebutya dengan Situmurun Waterfall atau air terjun Situmurun.
Kata "lum" atau "lom"; dalam bahasa Batak artinya adalah air penyejuk. Ya, memang ketika wisatawan mengunjunginya dan mendekati lokasi wisata tersebut sejuknya udara dan keindahannya akan membuat berdecak kagum.
Dari mana asal airnya? Menurut pemandu tur, Salonieta Pangaribuan airnya berasal dari sungai di dekat desa. Ia turun dari tujuh tingkat tebing lalu jatuh ke danau. Sayangnya, lokasi menuju tempat ini terbatas.
Di sini, para wisatawan bisa juga melakukan aktivitas lainnya. Seperti berenang di sekitar air terjun, sampai melihat burung bangau beterbangan mencari ikan.
7. Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun
Di Sibaganding terdapat Hutan Lindung Sibatu Loting yang di dalamnya banyak dihuni oleh habitat monyet-monyet liar. Sibaganding yang berada di Huta (desa) Sibanganding, Kecamatan Kota Prapat, Kabupaten Simalungun yang berjarak sekitar 40 km dari Pematang Siantar. Di penangkaran Sibaganding ini monyet berkeliaran dengan bebas. Setiap harinya mereka akan diberi makan oleh penduduk sekitar karena memang tempat ini masih dikelola oleh penduduk.
![]() |
| Monkey Forest di Sibaganding, Simalungun (Foto: griyawisata.com) |
Tempat wisata yang sangat menarik dengan konsep berbeda, flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi menjadikan Sibaganding kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan bahkan wisatawan mancanegara.
Penangkaran Monyet Sibaganding, sangat cocok bagi anda untuk berpetualang, menikmati flora dan fauna serta mengenal keanekaragaman lainnya di kawasan hutan lindung.
Memberi Monyet makan dan melihat atraksi serta keakraban berinteraksi antara sekumpulan monyet ini dengan manusia adalah hal yang menyenangkan. Selain itu anda juga dapat menikmati panorama Danau Toba yang sangat mengagumkan.
Sibaganding ini dapat anda tempuh dengan perjalanan sekitar 4 jam dari kota Medan, dan sekitar 1 jam dari kota Pematang Siantar. Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi darat, menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, karena sudah memadai untuk menuju lokasi ini.
Bila anda ingin memasuki kawasan Penangkaran Monyet Sibaganding ini, anda akan dipandu oleh masyarakat setempat.
Penangkaran ini telah dikelola oleh masyarakat setempat sejak beberapa tahun silam, sehingga monyet-monyet yang berada di lokasi sangat akrab dan tidak liar. Mereka telah dididik untuk menjadi hewan yang ramah terhadap pengunjung. Selain melihat monyet, juga dapat menjumpai beruk, kera dan lutung.
Nah... itulah 7 tempat Wisata yang harus kita kunjungi saat berada di Pparapat. Oleh karena itu, Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini. Selamat liburan. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Berbagai Sumber TINJAKSTAR Desember 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Posted by FACE BATAK on Minggu, 04 Desember 2016
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Kembali kami hadir ke hadapan Anda untuk menyampaikan turi-turian yang baik dan berguna untuk kita. Adapun turi-turian tsb adalah tentang "Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir".
Suatu kebanggaan bagi mayarakat Sumatera Utara, khususnya Orang Batak ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan datang dan menghadiri Acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Samosir SUmatera Utara. Kehadiran bapak Presiden Jokowi (sebutan akrab Presiden Joko Widodo) sangat menyenangkan hati orang batak, bukan hanya yang ada di Samosir bahkan seluruh orang batak yang ada di muka bumi ini.
Tahukah Anda, bahwa sudah 71 tahun Indonesia merayakan Kemerdekaan, untuk pertama kalinya Presiden RI bisa datang dan menyemarakkan Pesona Danau Toba di Samosir. Terimakasih Bapak Jokowi beserta ibu dan rombongan telah datang ke tano Batak. Mungkin ANda bertanya benarkah penyataan kami ini? Benar apa adanya. Presiden-Presiden RI sebelumnya tidak pernah datang ke Samosir, mereka hanya melihat Pulau Samosir dari kejauhan saja, seperti dari Medan ada juga hanya dari pinggiran danau toba seperti dari Parapat itu pun hanya melihat-lihat saja. Kami tidak perlulah menyebutkan siapa Presiden RI yang hanya melihat-lihat Pulau Samosir dari kejauhan itu.
Alasan Presiden Joko Widodo datang ke Pulau Samosir
Tentunya kehadrian bapak Presiden Jokowi ke Danau Toba bukanlah hanya sekedar melihat-lihat saja. Lebih dari pada itu. Presiden Jokowi ikut menyamarakkan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) dan ingin mengembangkan Wisata Danau Toba.
Adapun harapan dan rencana Presdien Jokowi dalam pengembangan Wisata Danau Toba tsb adalah:
Tentunya, pengembangan Wisata Danau Toba ini bukan hanya membuat masyarakat disekitar Danau Toba senang, tapi seluruh orang Batak yang ada di muka bumi ini. Selain itu, tentu akan mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara dan Negara Republik Indonesia.
Tapi yang jelas, Kehadrian Presiden Jokowi di Acara Karnaval Pesona Danau Toba akan membawa angin segar akan Wisata Danai Toba. Terimakasih pak Jokowi, terimakasih Pak Presiden.
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Demikian turi-turian ini kami sampaikan. Horas. Tuhan memberkati.
Sumber Video: Youtube TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Presiden Jokowi beserta rombongan naik kapal fery menuju Samosir |
Suatu kebanggaan bagi mayarakat Sumatera Utara, khususnya Orang Batak ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan datang dan menghadiri Acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Samosir SUmatera Utara. Kehadiran bapak Presiden Jokowi (sebutan akrab Presiden Joko Widodo) sangat menyenangkan hati orang batak, bukan hanya yang ada di Samosir bahkan seluruh orang batak yang ada di muka bumi ini.
![]() |
| Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut Tua-Tua Adat di Samosir |
Tahukah Anda, bahwa sudah 71 tahun Indonesia merayakan Kemerdekaan, untuk pertama kalinya Presiden RI bisa datang dan menyemarakkan Pesona Danau Toba di Samosir. Terimakasih Bapak Jokowi beserta ibu dan rombongan telah datang ke tano Batak. Mungkin ANda bertanya benarkah penyataan kami ini? Benar apa adanya. Presiden-Presiden RI sebelumnya tidak pernah datang ke Samosir, mereka hanya melihat Pulau Samosir dari kejauhan saja, seperti dari Medan ada juga hanya dari pinggiran danau toba seperti dari Parapat itu pun hanya melihat-lihat saja. Kami tidak perlulah menyebutkan siapa Presiden RI yang hanya melihat-lihat Pulau Samosir dari kejauhan itu.
![]() |
| Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana diberi Ulos kehormatan dan Tongkat kebesaran Bangso Batak |
Alasan Presiden Joko Widodo datang ke Pulau Samosir
Tentunya kehadrian bapak Presiden Jokowi ke Danau Toba bukanlah hanya sekedar melihat-lihat saja. Lebih dari pada itu. Presiden Jokowi ikut menyamarakkan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) dan ingin mengembangkan Wisata Danau Toba.
Adapun harapan dan rencana Presdien Jokowi dalam pengembangan Wisata Danau Toba tsb adalah:
- Pengembangan Bandara Sibisa dan Silangit sebagai infrastruktur yang Akan Dibangun di Sumut untuk Mendukung Pariwisata)
- Pengembangan jalan tol, dimana Pemerintah akan mengembangkan jalan tol Siantar-Parapat sepanjang 97 km. Rencana tersebut akan dimulai pada tahun 2017.
- Pembangunan Taman Bunga, Presiden Jokowi berharap adanya obyek wisata baru di Pulau Samosir, yakni Taman Bunga Nusantara, di sekitar Danau Toba. Rencananya, pemerintah akan memilih dua lokasi untuk Taman Bunga Nusantara, yakni di Toba Samosir atau Tapanuli Utara.
- Karnaval kemerdekaan Danau Toba setiap tahun. Karnaval budaya yang digelar di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, tersebut diharapkan akan digelar rutin. Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan karnaval meminta agar Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba digelar setiap tahun. Jokowi menilai, dalam karnaval budaya ini, beragam budaya Batak dapat terlihat. Ia berharap, perbedaan-perbedaan dapat menyatukan Indonesia.
Tentunya, pengembangan Wisata Danau Toba ini bukan hanya membuat masyarakat disekitar Danau Toba senang, tapi seluruh orang Batak yang ada di muka bumi ini. Selain itu, tentu akan mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara dan Negara Republik Indonesia.
Tapi yang jelas, Kehadrian Presiden Jokowi di Acara Karnaval Pesona Danau Toba akan membawa angin segar akan Wisata Danai Toba. Terimakasih pak Jokowi, terimakasih Pak Presiden.
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Demikian turi-turian ini kami sampaikan. Horas. Tuhan memberkati.
Sumber Video: Youtube TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Posted by FACE BATAK on Sabtu, 27 Agustus 2016
BATAK NETWORK - #TerimakasihPakPresiden. Horas Pak Presiden RI Beserta rombongan. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan Bapak Presiden RI yang ke 7 Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo ke Danau Toba. Dalam rangka Pesta Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) yang diadakan dari tanggal 20 - 21 Agustus 2016.
Kehadiran Bapak Presiden beserta rombongan membawa angin segar untuk perkembangan Wisata Danau Toba (khususnya), dan Sumatera Utara (pada umumnya), di kemudian hari. Sekali lagi terimakasih.
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Inilah Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang beliau sampaikan melalui Akun Halaman Facebook Presiden Joko Widodo.
Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut
Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah.
Menanam pohon di Kebun Raya Samosir
Pada kesempatan itu pula Pak Presiden ke 7 ini menanam Pohon di kebun Raya Samosir
Demikian Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang berhasil kami himpun melalui Halaman Facebook resmi Presiden Joko Widodo. Harapan kita, semoga Wisata Danau Toba semakin berkembang dan seperti yang sudah dikumandangkan bahwa Danau Toba Macaunya Asia. Salam dari kami. Tuhan Memberkati. Horas.
Sumber Foto: Biro Pers Setpres (Halaman Facebook Resmi Presiden Joko Widodo) TINJAKSTAR Agustus 21, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kehadiran Bapak Presiden beserta rombongan membawa angin segar untuk perkembangan Wisata Danau Toba (khususnya), dan Sumatera Utara (pada umumnya), di kemudian hari. Sekali lagi terimakasih.
Mauliate ma di hamu amang presiden nami, nunga ro hamu tu tano batak. Massai las do roha nami di na roro muna i amang presiden. Sai nadenggan ma langkahmuna amang presiden, jala boanma barita nadenggan muse sian tano batak tu dia pe amang presiden mangalangkah di jolo niari. Sahali nai mauliate ma. Horas amang Presiden nami. Horas.
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Inilah Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang beliau sampaikan melalui Akun Halaman Facebook Presiden Joko Widodo.
Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut
"Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut. Sayang salah satu pelabuhan tertua itu tidak pernah dikembangkan. Sekarang mau kita perluas 24000 teus per tahun. Nantinya akan dikembangkan menjadi 60000 teus, 3 kali lipat dari yang sekarang. Pembangunannya harus selesai pada akhir tahun 2017 mendatang. Saya ingin yang cepat, supaya bisa dimanfaatkan masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Tanpa infrastruktur yang baik, akan sulit kita bersaing dengan negara lain." Kata Pak Jokowi seperti dilansir di Halaman Facebook (20/8).
Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah.
"Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah. Kita akan kembangkan terus lebih maju sebagai dua tujuan wisata yang mendunia. Potensinya sangat besar. Kita rawat kekayaan alam kita agar dinikmati generasi mendatang." Ungkap Pak Jokowi seperti dilansir di Halaman Facebook (21/8)
Menanam pohon di Kebun Raya Samosir
Pada kesempatan itu pula Pak Presiden ke 7 ini menanam Pohon di kebun Raya Samosir
"Hari ini saya menanam pohon di Kebun Raya Samosir. Kemarin menanam pohon di Desa Parparean, Porsea. Ada sejuta pohon yang akan ditanam di wilayah sekeliling Danau Toba agar lingkungan danau ini kembali hijau sekaligus untuk memperbaiki ekosistemnya. Tolong warga bantu merawat dan mengawasi agar bisa tumbuh." kata Pak Jokowi (21/8)
Demikian Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang berhasil kami himpun melalui Halaman Facebook resmi Presiden Joko Widodo. Harapan kita, semoga Wisata Danau Toba semakin berkembang dan seperti yang sudah dikumandangkan bahwa Danau Toba Macaunya Asia. Salam dari kami. Tuhan Memberkati. Horas.
Sumber Foto: Biro Pers Setpres (Halaman Facebook Resmi Presiden Joko Widodo) TINJAKSTAR Agustus 21, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Posted by FACE BATAK on Minggu, 21 Agustus 2016
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Danau Toba memang sudah mendunia. Tentu ia, karena Danau Toba merupakan salah satu destiny Wisata Alam yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang sudah terkenal, baik di kalangan masyarakat Indonesia sendiri maupun di mancanegara. Sayangnya, ketenaran Danau Toba hanya sebatas Wisata saja. Soal pendidikan masih belum maksimal, karena yang paling tinggi hanya sebatas SMA atau SMU atau SMK saja. Sehingga bila ingin mencari ilmu kejenjang lebih tinggi (Perguruan Tinggi Negeri /PTN), maka masyarakat di sekitar Danau Toba harus keluar daerah, dan biasanya yang bepergian dari kampung ini disebut merantau. Kalao mau sekolah ke luar daerah ya harus merantau juga. Jadi pertanyaannya adalah Mungkinkah ada Universitas Negeri di Wilayah Danau Toba?
Batak Network ingin mengajak Anda sekalin untuk menyimak ulasan di bawah ini.
Saatnya Mendirikan Universitas Negeri Danau Toba
Oleh: Andaru Satnyoto dan Jhohannes Marbun
Bergulirnya wacana Danau Toba sebagai Monaco of Asia dan memasukkannya sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas nasional oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Dr. Rizal Ramli, pembicaraan tentang Kawasan Danau Toba menjadi isu menarik kalangan masyarakat pencinta Danau Toba. Wacana berlanjut dengan rencana terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Danau Toba melalui Peraturan Presiden/ Perpres. Badan Otorita ini diharapkan mampu mengelola kawasan pariwisata Danau Toba dalam satu manajemen terpadu dengan melibatkan masyarakat secara pro aktif.
Pelibatan masyarakat yang komprehensif harus disertai pula pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kawasan Danau Toba. Penguatan SDM di kawasan Danau Toba mutlak perlu untuk suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada pengembangan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pembangunan kawasan Danau Toba dengan menitik-tekankan pada bidang pariwisata tidak dapat dipungkiri akan memberikan efek domino dan berpengaruh pada bidang lainnya seperti pertanian, peternakan, kegunung-apian, geologi, ekonomi, sosial, seni, budaya, hukum, kehutanan, keamanan, keberagamaan, dan banyak bidang lainnya.
Salah satu problem pokok kawasan ini adalah masih minimnya kajian–kajian kawasan, dan lemahnya SDM pariwisata dan berbagai bidang yang terkait dengan teknik, gunung api, geologi dan pertanian-perkebunan, serta kehutanan. Namun hingga saat ini belum ada perguruan tinggi negeri yang secara berkelanjutan ada dan dikembangkan di kawasan Danau Toba.
SDM di tingkat lulusan SMTA / sekolah menengah cukup banyak di kawasan dan di seluruh wilayah propinsi Sumatera Utara. Para siswa atau pemuda-pemudi ini, setelah melewati sekolah menengah di Kawasan Danau Toba, banyak yang melanjutkan perguruan tinggi di luar daerah dan tidak jarang menetap di daerah perantauan atau ke pusat-pusat ekonomi lainnya. Pada akhirnya, di Kawasan Danau Toba masih membutuhkan banyak SDM yang berkualitas dan memiliki hati atau perhatian untuk pengembangan kawasan. Disamping itu kawasan ini juga memerlukan banyak penelitian dan konservasi untuk pelestarian dan pengembangan wilayah.
Untuk itu, pembentukan perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba merupakan keharusan dan keniscayaan yang wajar, untuk keberlanjutan (sustainability) pembangunan secara komprehensif. Dengan demikian, potensi dan permasalahan yang ada di kawasan dapat dikelola menjadi kekuatan pembangunan kawasan Danau Toba.
Pendirian Universitas Negeri Danau Toba
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014 (Permendikbud 17/2014) tentang Pendirian Perguruan Tinggi Negeri bertujuan untuk: a. meningkatkan akses pendidikan tinggi diseluruh wilayah Indonesia; b. meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal; c. meningkatkan mutu sumber daya manusia di daerah untuk mendukung pembangunan; d. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; e. melindungi hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 dan pasal 4 Permendikbud 17/2014 diantaranya; pertama, membentuk perguruan tinggi baru yaitu pendirian perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Sebagai konsekuensi dari rencana pemerintah dalam membangun Danau Toba, maka pemerintah diharapkan tidak saja mengutamakan pembangunan fisik (tangible value) di kawasan, tetapi juga diseimbangkan dengan pembangunan non fisik (intangible value) atau pembangunan masyarakat yang meliputi 8 atau lebih kabupaten yang memiliki keterkaitan dengan Danau Toba. Pandangan demikian, selain sesuai dengan tujuan yang termaktub dalam Permendikbud 17/2014. Hal ini juga sejalan dengan hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang dirilis pada pertengahan Maret 2016 lalu, yang menyebutkan 3 hal penting yang dibutuhkan masyarakat dalam pembangunan kawasan Danau Toba, diantaranya pembangunan infrastruktur, konservasi kawasan Danau Toba, dan pembangunan Sumber Daya Manusia.
Demikian pula program Nawacita Pemerintah mempertegas pentingnya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dan pentingnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.
Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dapat langsung bekerja untuk menyusun dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan melalui Permendikbud 17/2014.
Kedua,penegerian perguruan tinggi. Selain membentuk perguruan tinggi baru, pendirian perguruan tinggi negeri bisa juga berasal dari perguruan tinggi swasta. Ada beberapa perguruan tinggi swasta yang sudah lama eksis di Kawasan Danau Toba, diantaranya Universitas Sisingamangaraja di Siborongborong, Universitas Simalungun di Pematang Siantar, FKIP Universitas HKBP Nomensen di Pematangsiantar, Institute Del, Akademi Keperawatan dan Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna di Laguboti, Tobasa dan beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kawasan Danau Toba.
Penegerian perguruan tinggi memiliki persyaratan yang sama dengan pendirian perguruan tinggi negeri baru, hanya saja ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu a. diusulkan oleh badan hukum penyelenggara; b. mendapat rekomendasi pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota; c. memiliki lahan yang bersertifikat atas nama badan hukum penyelenggara atau pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota; d. memiliki dosen dan tenaga kependidikan; e. penyerahan aset berupa lahan, sarana dan prasarana perguruan tinggi; f. pernyataan pegawai perguruan tinggi swasta tidak menuntut untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil; dan g. pernyataan kesediaan badan hukum penyelenggara dan/atau pemerintah daerah setempat untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan perguruan tinggi sebelum dapat dibiayai secara penuh oleh Pemerintah.
Potensi usulan dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, bisa saja dilakukan oleh masing-masing Badan Hukum Penyelenggara yang ada. Untuk itu, Pemerintah harus arif dan bijaksana dengan mempertimbangkan semangat kebersamaan di antara masyarakat yang bermukim di Kawasan Danau Toba. Sehingga lahirnya perguruan tinggi negeri di kawasan Danau Toba diharapkan dapat mendorong proses percepatan pembangunan masyarakat di Kawasan Danau Toba dan menjadikan masyarakat di kawasan Danau Toba sebagai pelaku pembangunan.
Namun melihat kemungkinan kerumitan yang ada, pilihan pertama, pemerintah lah yang mendirikan perguruan tingi. Sudah saatnya Pemerintah mendirikan Satu Universitas atau perguruan tinggi di kawasan Danau Toba. Misalnya, pendirian ini di pusatkan di Merek Kabupaten karo atau wilyah Dairi, dengan demikian hal ini dapat mendorong tumbuhnya wilayah pengembangan yang baru.
Perguruan tinggi ini setidaknya akan memiliki bidang teknik sipil, desain, arsitektur, geologi, pertanian, perkembunan, kehutanan, ilmu sosial dan antropologi, pariwisata, ekonomi, ilmu budaya (Batakaologi). Semoga hal ini tidak wacana. Kehadiran Universitas Negeri Danau Toba yang segera sangat dinantikan.
Tentang Penulis:
![]() |
| Wisata Danau Toba, Sumut (Foto: Google Image) |
Batak Network ingin mengajak Anda sekalin untuk menyimak ulasan di bawah ini.
Saatnya Mendirikan Universitas Negeri Danau Toba
Oleh: Andaru Satnyoto dan Jhohannes Marbun
Bergulirnya wacana Danau Toba sebagai Monaco of Asia dan memasukkannya sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas nasional oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Dr. Rizal Ramli, pembicaraan tentang Kawasan Danau Toba menjadi isu menarik kalangan masyarakat pencinta Danau Toba. Wacana berlanjut dengan rencana terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Danau Toba melalui Peraturan Presiden/ Perpres. Badan Otorita ini diharapkan mampu mengelola kawasan pariwisata Danau Toba dalam satu manajemen terpadu dengan melibatkan masyarakat secara pro aktif.
Pelibatan masyarakat yang komprehensif harus disertai pula pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kawasan Danau Toba. Penguatan SDM di kawasan Danau Toba mutlak perlu untuk suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada pengembangan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pembangunan kawasan Danau Toba dengan menitik-tekankan pada bidang pariwisata tidak dapat dipungkiri akan memberikan efek domino dan berpengaruh pada bidang lainnya seperti pertanian, peternakan, kegunung-apian, geologi, ekonomi, sosial, seni, budaya, hukum, kehutanan, keamanan, keberagamaan, dan banyak bidang lainnya.
Salah satu problem pokok kawasan ini adalah masih minimnya kajian–kajian kawasan, dan lemahnya SDM pariwisata dan berbagai bidang yang terkait dengan teknik, gunung api, geologi dan pertanian-perkebunan, serta kehutanan. Namun hingga saat ini belum ada perguruan tinggi negeri yang secara berkelanjutan ada dan dikembangkan di kawasan Danau Toba.
SDM di tingkat lulusan SMTA / sekolah menengah cukup banyak di kawasan dan di seluruh wilayah propinsi Sumatera Utara. Para siswa atau pemuda-pemudi ini, setelah melewati sekolah menengah di Kawasan Danau Toba, banyak yang melanjutkan perguruan tinggi di luar daerah dan tidak jarang menetap di daerah perantauan atau ke pusat-pusat ekonomi lainnya. Pada akhirnya, di Kawasan Danau Toba masih membutuhkan banyak SDM yang berkualitas dan memiliki hati atau perhatian untuk pengembangan kawasan. Disamping itu kawasan ini juga memerlukan banyak penelitian dan konservasi untuk pelestarian dan pengembangan wilayah.
Untuk itu, pembentukan perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba merupakan keharusan dan keniscayaan yang wajar, untuk keberlanjutan (sustainability) pembangunan secara komprehensif. Dengan demikian, potensi dan permasalahan yang ada di kawasan dapat dikelola menjadi kekuatan pembangunan kawasan Danau Toba.
Pendirian Universitas Negeri Danau Toba
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014 (Permendikbud 17/2014) tentang Pendirian Perguruan Tinggi Negeri bertujuan untuk: a. meningkatkan akses pendidikan tinggi diseluruh wilayah Indonesia; b. meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal; c. meningkatkan mutu sumber daya manusia di daerah untuk mendukung pembangunan; d. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; e. melindungi hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 dan pasal 4 Permendikbud 17/2014 diantaranya; pertama, membentuk perguruan tinggi baru yaitu pendirian perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Sebagai konsekuensi dari rencana pemerintah dalam membangun Danau Toba, maka pemerintah diharapkan tidak saja mengutamakan pembangunan fisik (tangible value) di kawasan, tetapi juga diseimbangkan dengan pembangunan non fisik (intangible value) atau pembangunan masyarakat yang meliputi 8 atau lebih kabupaten yang memiliki keterkaitan dengan Danau Toba. Pandangan demikian, selain sesuai dengan tujuan yang termaktub dalam Permendikbud 17/2014. Hal ini juga sejalan dengan hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang dirilis pada pertengahan Maret 2016 lalu, yang menyebutkan 3 hal penting yang dibutuhkan masyarakat dalam pembangunan kawasan Danau Toba, diantaranya pembangunan infrastruktur, konservasi kawasan Danau Toba, dan pembangunan Sumber Daya Manusia.
Demikian pula program Nawacita Pemerintah mempertegas pentingnya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dan pentingnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.
Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dapat langsung bekerja untuk menyusun dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan melalui Permendikbud 17/2014.
Kedua,penegerian perguruan tinggi. Selain membentuk perguruan tinggi baru, pendirian perguruan tinggi negeri bisa juga berasal dari perguruan tinggi swasta. Ada beberapa perguruan tinggi swasta yang sudah lama eksis di Kawasan Danau Toba, diantaranya Universitas Sisingamangaraja di Siborongborong, Universitas Simalungun di Pematang Siantar, FKIP Universitas HKBP Nomensen di Pematangsiantar, Institute Del, Akademi Keperawatan dan Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna di Laguboti, Tobasa dan beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kawasan Danau Toba.
Penegerian perguruan tinggi memiliki persyaratan yang sama dengan pendirian perguruan tinggi negeri baru, hanya saja ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu a. diusulkan oleh badan hukum penyelenggara; b. mendapat rekomendasi pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota; c. memiliki lahan yang bersertifikat atas nama badan hukum penyelenggara atau pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota; d. memiliki dosen dan tenaga kependidikan; e. penyerahan aset berupa lahan, sarana dan prasarana perguruan tinggi; f. pernyataan pegawai perguruan tinggi swasta tidak menuntut untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil; dan g. pernyataan kesediaan badan hukum penyelenggara dan/atau pemerintah daerah setempat untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan perguruan tinggi sebelum dapat dibiayai secara penuh oleh Pemerintah.
Potensi usulan dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, bisa saja dilakukan oleh masing-masing Badan Hukum Penyelenggara yang ada. Untuk itu, Pemerintah harus arif dan bijaksana dengan mempertimbangkan semangat kebersamaan di antara masyarakat yang bermukim di Kawasan Danau Toba. Sehingga lahirnya perguruan tinggi negeri di kawasan Danau Toba diharapkan dapat mendorong proses percepatan pembangunan masyarakat di Kawasan Danau Toba dan menjadikan masyarakat di kawasan Danau Toba sebagai pelaku pembangunan.
Namun melihat kemungkinan kerumitan yang ada, pilihan pertama, pemerintah lah yang mendirikan perguruan tingi. Sudah saatnya Pemerintah mendirikan Satu Universitas atau perguruan tinggi di kawasan Danau Toba. Misalnya, pendirian ini di pusatkan di Merek Kabupaten karo atau wilyah Dairi, dengan demikian hal ini dapat mendorong tumbuhnya wilayah pengembangan yang baru.
Perguruan tinggi ini setidaknya akan memiliki bidang teknik sipil, desain, arsitektur, geologi, pertanian, perkembunan, kehutanan, ilmu sosial dan antropologi, pariwisata, ekonomi, ilmu budaya (Batakaologi). Semoga hal ini tidak wacana. Kehadiran Universitas Negeri Danau Toba yang segera sangat dinantikan.
Tentang Penulis:
- Andaru Satnyoto, Sekretaris Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Dosen Fisipol UKI – Jakarta
- Jhohannes Marbun, Sekretaris Eksekutif YPDT, pemerhati warisan budaya dan museum.
BATAK NETWORK - Agak geli juga aku baca komen-komen orang soal ikan mati di Danau Toba ini. Ada pulak yang menghubung-hubungkan dengan abu gunung Sinabung. Geok kali kurasa.
Aku nggak pande kalilah soal perikanan. Tapi yang kek gini kan sering kali terjadi di Cirata dan Jatiluhur atau perairan air tawar yang ada kerambanya, kek Danau Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sana.
Taunya aku kek gini. Itu keramba kan tiap hari ditaburi berton-ton pelet. Tak semua pelet itu dialtup ikan-ikan itu. Berton-ton sisa jatuh dan mengendap di dasar danau. Jadi racun dia disitu. Nah, kali-kali tempo ada arus besar dibawah sana, terbongkar dan naiklah lumpur limbah itu ke atas. Mabuklah ikan-ikan di keramba itu. Matek dia.
Cemmana tak mati pulak? Itu kek kita disuruh hirup lobang buangan taik, apalah namanya itu... septic tank. Banyak kali gas beracunnya itu. Tak percaya, cok lah kau coba. Kalau kelen tak pingsan, kukasih hadiah bombon.
Nah, kalok itu limbah sudah ngendap lagi, ikan di keramba bisa hidup lagi. Nanti kali-kali tempo, naik lagi. Lebih beracun, karena limbah makin banyak... ya kan? Matek lagi lah ikan-ikan itu.
Jadi, kukasih tahu kelen, sampek nanti Danau Toba itu penuh limbah, itu ikan-ikan tak bisa hidup lagi. Itu perusahaan Aquafarm dan lain-lain pindah ke danau lain. Tutup pun tak apa. Sudah untung banyak dia. Namanya pun kapitalis... ya kan? Dia hanya cari untung.
Tinggallah orang-orang di Danau Toba yang sibuk garuk-garuk panu dan kurap kena racun air danau. Sampe bekerak tak bersih lagi danau itu. Kalau mau, kelen tunggulah 50 tahun.
Jadi, ditokohin nya kita ini. Jangan kelen bilang pejabat pemerintah yang kasih ijin bodok. Tau nya dia itu. Tapi dia dikasih uang besar untuk kasih ijin itu. Kena sogok nya semua hantu belau itu.
Yah... tapi kalau awak ngomong, dibilang banyak kecek, sok pande pulak nanti. Takutnya dibacok pulak sama kawan-kawan yang punya keramba itu. Matik pulak awak. Nggak syor kali pun.
Penulis: Nestor Rico Tambun
Sumber: Faebook Grou Anak Siantar (GAS) TINJAKSTAR Mei 07, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Kkan mati di Keramba, Haranggaol Danau Toba, Tobasa Sumut Foto: Facebook |
Aku nggak pande kalilah soal perikanan. Tapi yang kek gini kan sering kali terjadi di Cirata dan Jatiluhur atau perairan air tawar yang ada kerambanya, kek Danau Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sana.
Taunya aku kek gini. Itu keramba kan tiap hari ditaburi berton-ton pelet. Tak semua pelet itu dialtup ikan-ikan itu. Berton-ton sisa jatuh dan mengendap di dasar danau. Jadi racun dia disitu. Nah, kali-kali tempo ada arus besar dibawah sana, terbongkar dan naiklah lumpur limbah itu ke atas. Mabuklah ikan-ikan di keramba itu. Matek dia.
Cemmana tak mati pulak? Itu kek kita disuruh hirup lobang buangan taik, apalah namanya itu... septic tank. Banyak kali gas beracunnya itu. Tak percaya, cok lah kau coba. Kalau kelen tak pingsan, kukasih hadiah bombon.
Nah, kalok itu limbah sudah ngendap lagi, ikan di keramba bisa hidup lagi. Nanti kali-kali tempo, naik lagi. Lebih beracun, karena limbah makin banyak... ya kan? Matek lagi lah ikan-ikan itu.
Jadi, kukasih tahu kelen, sampek nanti Danau Toba itu penuh limbah, itu ikan-ikan tak bisa hidup lagi. Itu perusahaan Aquafarm dan lain-lain pindah ke danau lain. Tutup pun tak apa. Sudah untung banyak dia. Namanya pun kapitalis... ya kan? Dia hanya cari untung.
Tinggallah orang-orang di Danau Toba yang sibuk garuk-garuk panu dan kurap kena racun air danau. Sampe bekerak tak bersih lagi danau itu. Kalau mau, kelen tunggulah 50 tahun.
Jadi, ditokohin nya kita ini. Jangan kelen bilang pejabat pemerintah yang kasih ijin bodok. Tau nya dia itu. Tapi dia dikasih uang besar untuk kasih ijin itu. Kena sogok nya semua hantu belau itu.
Yah... tapi kalau awak ngomong, dibilang banyak kecek, sok pande pulak nanti. Takutnya dibacok pulak sama kawan-kawan yang punya keramba itu. Matik pulak awak. Nggak syor kali pun.
Penulis: Nestor Rico Tambun
Sumber: Faebook Grou Anak Siantar (GAS) TINJAKSTAR Mei 07, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Horas - Keberadaan sejumlah danau di Indonesia sudah mengkhawatirkan, salah satunya adalah Danau Toba di Sumatra Utara. Danau Toba dan beberapa danau lainnya yang berada di Indonesia terancam akan hilang.
Ancaman hilangnya Danau Toba dan beberapa danau lain ini merupakan akibat dari pencemaran dan kerusakan, baik kerusakan danau itu sendiri maupun kerusakan lingkungan sekitar danau. Deputi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman, mengatakan bahwa Danau Toba dan beberapa danau lain telah mengalami masalah dalam fungsinya sebagai daerah tangkapan air akibat kerusakan hutan di sekitarnya yang menyebabkan sedimentasi di dasar danau. Untuk Danau Toba, tercatat bahwa vegetasi hutannya tinggal 12 persen dan lahan kritisnya 23 persen.
Tingginya tingkat kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan di sekitar Danau Toba, baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok telah menekan jumlah vegetasi hingga ke angka 12 persen. Dengan semakin sempitnya daerah tangkapan air di sekitar danau maka akan menyebabkan sedimentasi di dasar danau, yang menjadi penyebab mendangkalnya danau dan penyusutan luas danau. Seperti yang juga terjadi pada Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Masnellyarti Hilman bahwa laju sedimentasi Danau Tempe yang mencapai 1-3 cm per tahun akan mengakibatkan danau ini menghilang di musim kering pada tahun 2018. Demikian juga dengan Danau Limboto di Gorontalo, yang pada 1972-2002 laju penyusutan luasnya mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada 2034, ujarnya.
Di samping itu, pencemaran danau juga harus mendapat perhatian yang lebih. Pencemaran danau kebanyakan disebabkan sisa pakan ikan dan limbah domestik dari pemukiman yang masuk ke danau. Sisa pakan ikan, yang secara besar berasal dari keramba ikan jaring apung, akan menyebabkan terjadinya eutropikasi, yaitu suatu keadaan tingginya konsentrasi fosfat yang terlatur di air danau. Kondisi eutrofik sangat memungkinkan alga untuk dapat tumbuh dengan sangat pesat (blooming). Meningkatnya populasi eceng gondok, seperti yang juga terlihat di Danau Toba, juga merupakan akibat dari kondisi eutrofik. Hal ini kemudian akan menyebabkan menurunnya konsentrasi oksigen terlarut pada air danau, bahkan hingga batas nol, sehingga makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lain tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Hal ini telah pernah terjadi di Danau Maninjau di Sumatera Barat, yaitu pada akhir 2008 terjadi kematian massal ikan seberat 13.413 ton dan menyebabkan kerugian Rp150 miliar, sebagai akibat semakin banyaknya keramba ikan jaring apung yang mencemari danau tersebut.
Sumber: Republika TINJAKSTAR September 01, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Ancaman hilangnya Danau Toba dan beberapa danau lain ini merupakan akibat dari pencemaran dan kerusakan, baik kerusakan danau itu sendiri maupun kerusakan lingkungan sekitar danau. Deputi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman, mengatakan bahwa Danau Toba dan beberapa danau lain telah mengalami masalah dalam fungsinya sebagai daerah tangkapan air akibat kerusakan hutan di sekitarnya yang menyebabkan sedimentasi di dasar danau. Untuk Danau Toba, tercatat bahwa vegetasi hutannya tinggal 12 persen dan lahan kritisnya 23 persen.
Tingginya tingkat kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan di sekitar Danau Toba, baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok telah menekan jumlah vegetasi hingga ke angka 12 persen. Dengan semakin sempitnya daerah tangkapan air di sekitar danau maka akan menyebabkan sedimentasi di dasar danau, yang menjadi penyebab mendangkalnya danau dan penyusutan luas danau. Seperti yang juga terjadi pada Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Masnellyarti Hilman bahwa laju sedimentasi Danau Tempe yang mencapai 1-3 cm per tahun akan mengakibatkan danau ini menghilang di musim kering pada tahun 2018. Demikian juga dengan Danau Limboto di Gorontalo, yang pada 1972-2002 laju penyusutan luasnya mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada 2034, ujarnya.
Di samping itu, pencemaran danau juga harus mendapat perhatian yang lebih. Pencemaran danau kebanyakan disebabkan sisa pakan ikan dan limbah domestik dari pemukiman yang masuk ke danau. Sisa pakan ikan, yang secara besar berasal dari keramba ikan jaring apung, akan menyebabkan terjadinya eutropikasi, yaitu suatu keadaan tingginya konsentrasi fosfat yang terlatur di air danau. Kondisi eutrofik sangat memungkinkan alga untuk dapat tumbuh dengan sangat pesat (blooming). Meningkatnya populasi eceng gondok, seperti yang juga terlihat di Danau Toba, juga merupakan akibat dari kondisi eutrofik. Hal ini kemudian akan menyebabkan menurunnya konsentrasi oksigen terlarut pada air danau, bahkan hingga batas nol, sehingga makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lain tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Hal ini telah pernah terjadi di Danau Maninjau di Sumatera Barat, yaitu pada akhir 2008 terjadi kematian massal ikan seberat 13.413 ton dan menyebabkan kerugian Rp150 miliar, sebagai akibat semakin banyaknya keramba ikan jaring apung yang mencemari danau tersebut.
Sumber: Republika TINJAKSTAR September 01, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia
























