1. Ulos Sadum Angkola / Ulos Godang
![]() |
| Ulos Sadum Angkola / Ulos Godang |
![]() |
| Ulos Sadum Angkola / Ulos Godang |
Disebut juga Sadum atau Sadum Angkola. Ulos ini mungkin yang paling bagus coraknya dan indah warnanya diantara semua ulos, sehingga Ulos ini sangat mahal. Lebar Ulos ini juga cukup lebar diantara Ulos Batak lainnya.
Secara tingkatan derajat Ulos Sadum/ Ulos Godang masih dibawah Ulos Ragidup, tapi kalau masalah harga, Ulos ini jauh lebih mahal.
Ulos Godang biasanya diberikan kepada anak kesayangan kita, yang membawa sukacita dalam keluarga. Inilah yang diharapkan dengan adanya pemberian Ulos ini, supaya kelak si anak makin membawa hal-hal kebajikan yang banyak dan besar/ Godang (Banyak), mencapai apa yang dicita-citakannya dan mendapat berkat yang banyak dan besar dari Oppu Debata (Tuhan). Pengertian Oppu Debata disini adalah Tuhan Allah yang Maha Kuasa, termasuk buat Orang Batak yang beragama Non Kristen, namun perkembangan jaman seringkali pengertian Oppu Debata lebih ditujukan ke Orang Batak yang beragama Kristen.
Biasanya Ulos Godang ini sering dibuat baju dan selain itu cara memakainya bisa dengan diabithon (dipakai), dihadang (dililit di kepala atau bisa juga diteng-teng atau di tali-talihon (dililit di pinggang).
![]() |
| Ulos Sadum Angkola / Ulos Godang |
Ulos Sadum sangan identik dengan warna dasar merah serta mempunyai motif bunga dan gorga yang sangat ramai. Ciri khas dari Ulos Sadum selalu memiliki frame atau bingkai bergaris gelap disetiap kedua sisinya.
Ulos Sadum dimaknai oleh Suku Batak sebagai simbol suka cita sebagai pertanda motivasi penyemangat dalam suatu keluarga agar tetap bersuka-cita melakukan segala aktifitas sehari-hari. Simbol suka-cita itu kemudian diaplikasikan oleh para penenun ke motif Ulos Sadum.
Motif dan corak dari Ulos Sadum ini sangat banyak, misalnya :
1. Ulos Sadum Tikar
![]() |
| Ulos Sadum Tikar |
2. Ulos Sadum Angkola Tujuh
![]() |
| Ulos Sadum Angkola Tujuh |
Ulos Sadum Angkola Tujuh adalah bagian dari beberapa Sadum lain yang bisanya digunakan oleh Suku Batak pada Upacara Adat, pernikahan, acara duka ataupun lainnya.
![]() |
| Ulos Sadum Angkola Lima |
Ulos Sadum Angkola Lima ini dibuat dari bahan benang yang mana untuk pewarna melewati proses dan tahapan yang rumit. Benang dari Ulos Angkola Lima terlebih dahulu di celup dan direbus dengan bahan pewarna alami.
4. Ulos Sadum Lampion/ Marlampion
![]() |
| Ulos Sadum Lampion/ Marlampion |
5. Ulos Sadum Hande-hande
![]() |
| Ulos Sadum Hande-hande |
Biasanya digunakan sebagai Hande-hande (selendang) para wanita Batak. Tentu akan menambah kecantikan dan pesona.
6. Ulos Sadum Tarutung
![]() |
| Ulos Sadum Tarutung |
Ulos ini biasa digunakan sebagai selendang wanita dan sebagai hadiah kepada penganten (kekerabatan dengan penganten wanita).
7. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kegunaan Ulos Sadum dibeberapa daerah berbeda-beda, seperti didaerah Tapanuli Selatan Ulos Sadum ini biasanya dipakai sebagai panjangki/ parompa (gendongan) bagi keturunan Daulat Baginda atau Mangaraja saat balita. Ada juga untuk mengundang (marontang) raja-raja, Ulos ini dipakai sebagai alas sirih diatas piring besar (pinggan godang burangir/ harunduk panyurduan).
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
1. Ulos Sadum
Ulos Sadum biasanya dipakai dalam acara-acara yang penuh keceriaan. Hal ini dikarenakan Ulos ini mempunyai ragam warna yang cerah. Begitu indahnya Ulos ini sehingga sering digunakan sebagai hiasan dinding atau diberikan sebagai kenang-kenangan, khususnya kepada pejabat yang berkunjung ke daerah Batak.
Di Tapanuli Selatan, Ulos ini biasanya dipakai sebagai Panjangki/ Parompa (Gendongan) bagi keturunan Daulat Baginda atau Mangaraja. Selain itu, Ulos ini juga digunakan sebagai alas sirih diatas piring besar (pinggan godang burangir/ harunduk panyurduan) untuk mengundang (marontang) raja-raja.
2. Ulos Ragi Hotang
Ulos ini merupakan Ulos yang mempunyai Ragi (Corak) Rotan (Hotang). Ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin, sehingga disebut juga Ulos Marjabu. Tujuan pemberian Ulos ini adalah agar ikatan batin kedua pengantin seperti rotan. Pemberian Ulos ini kepada si pengantin dengan cara disampirkan dari sebelah kanan pengantin, ujungnya dipegang dengan tangan kanan laki-laki, ujung sebelah kiri oleh perempuan lalu disatukan di tengah dada seperti terikat. Ulos ini juga digunakan untuk mengulosi seseorang yang dianggap picik dengan harapan agar Tuhan memberikan kebaikan sehingga orang tersebut rajin bekerja. Dalam upacara kematian, Ulos ini dipakai untuk membungkus jenazah, sedangkan dalam upacara penguburan kedua kalinya, digunakan untuk membungkus tulang-belulangnya. Oleh karenanya, Ulos ini mempunyai derajat yang cukup tinggi.
Menurut kepercayaan suku Batak, terdapat 3 sumber kehangatan yaitu matahari, api dan kain ulos. Suku Batak kebanyakan tinggal di bukit yang dingin, selain matahari, ulos juga menjadi sumber kehangatan bagi mereka. Kain ulos memiliki peranan penting di kehidupan Masyarakat Batak. Selain dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kain ulos juga digunakan dalam acara-acara besar seperti pernikahan, kelahiran dan upacara kematian.
3. Ulos Sibolang
TINJAKSTAR
Maret 23, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| Ulos Sadum |
Ulos Sadum biasanya dipakai dalam acara-acara yang penuh keceriaan. Hal ini dikarenakan Ulos ini mempunyai ragam warna yang cerah. Begitu indahnya Ulos ini sehingga sering digunakan sebagai hiasan dinding atau diberikan sebagai kenang-kenangan, khususnya kepada pejabat yang berkunjung ke daerah Batak.
Di Tapanuli Selatan, Ulos ini biasanya dipakai sebagai Panjangki/ Parompa (Gendongan) bagi keturunan Daulat Baginda atau Mangaraja. Selain itu, Ulos ini juga digunakan sebagai alas sirih diatas piring besar (pinggan godang burangir/ harunduk panyurduan) untuk mengundang (marontang) raja-raja.
2. Ulos Ragi Hotang
![]() |
| Ulos Ragi Hotang |
Ulos ini merupakan Ulos yang mempunyai Ragi (Corak) Rotan (Hotang). Ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin, sehingga disebut juga Ulos Marjabu. Tujuan pemberian Ulos ini adalah agar ikatan batin kedua pengantin seperti rotan. Pemberian Ulos ini kepada si pengantin dengan cara disampirkan dari sebelah kanan pengantin, ujungnya dipegang dengan tangan kanan laki-laki, ujung sebelah kiri oleh perempuan lalu disatukan di tengah dada seperti terikat. Ulos ini juga digunakan untuk mengulosi seseorang yang dianggap picik dengan harapan agar Tuhan memberikan kebaikan sehingga orang tersebut rajin bekerja. Dalam upacara kematian, Ulos ini dipakai untuk membungkus jenazah, sedangkan dalam upacara penguburan kedua kalinya, digunakan untuk membungkus tulang-belulangnya. Oleh karenanya, Ulos ini mempunyai derajat yang cukup tinggi.
Menurut kepercayaan suku Batak, terdapat 3 sumber kehangatan yaitu matahari, api dan kain ulos. Suku Batak kebanyakan tinggal di bukit yang dingin, selain matahari, ulos juga menjadi sumber kehangatan bagi mereka. Kain ulos memiliki peranan penting di kehidupan Masyarakat Batak. Selain dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kain ulos juga digunakan dalam acara-acara besar seperti pernikahan, kelahiran dan upacara kematian.
3. Ulos Sibolang
![]() |
| Ulos Sibolang |
Ulos ini dapat dipakai baik ketika berduka atau bersuka cita. Pada saat berduka-cita, biasanya dipilih Ulos Sibolang yang warna hitamnya menonjol, sedangkan bila bersuka cita dipilih yang warna putihnya menonjol. Dalam upacara perkawinan, Ulos ini biasanya dipakai sebagai tutup ni ampang dan juga dapat disandang. Jika digunakan dalam upacara perkawinan, biasanya dipilih yang warna putihnya menonjol. Ulos Sibolang yang digunakan dalam upacara perkawinan, biasanya disebut Ulos Pamontari.
Oleh karena Ulos ini dapat dipakai dalam semua kegiatan adat Batak, maka Ulos ini dianggap oleh sebagian orang Batak sebagai Ulos yang paling tinggi nilai adatnya. Namun demikian, Ulos ini kurang tepat dipakai sebagai Ulos Pangupa atau Parompa.
Disebut Sibolang sebab diberikan kepada orang yang berjasa dalam mabolang-bolangi (menghormati) orang tua pengantin perempuan untuk mangulosi ayah pengantin laki-laki pada upacara pernikahan adat batak. Dalam upacara ini biasanya orang tua pengantin perempuan memberikan Ulos Bela yang berarti Ulos menantu kepada pengantin laki-laki.
4. Ulos Harungguan
![]() |
| Ulos Harungguan |
Ulos ini hanya diberikan buat seseorang yang mau mengambil harajaon/ Kerajaan contohnya menjadi Pemimpin satu Pemerintahan, naik pangkat atau jabatan dan diberikan oleh Hula-hula/ Mertua/ Tulang (Paman).
Harungguan berarti Marunggu (berkumpul), karena semua motif ada atau terkumpul di dalam Ulos ini. Ulos Harungguan biasanya digunakan pada acara yang bersifat suka cita, seperti meminta doa resru keberhasilan.
Jenis Ulos ini sudah sangat langka. Dulu digunakan pada ulaon Harajaon dan Hasuhutan Gondang. Digunakan juga oleh kaum ibu (Paniaran, Marsitabolan, Marsanggul Bane).
5. Ulos Sabe-sabe
![]() |
| Ulos Sabe-sabe |
Sabe-sabe selendang istiadat dipakai Batak Mandailing untuk upacara adat dan untuk tarian adat yang disebut Tor-Tor.
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
1. Sarung/ Oles Sidosdos - Pria
Celana panjang hitam kemudian ditutupi oleh Oles Sidosdos secara melingkar dengan ujung yang terbuka didepan.
2. Sabe-Sabe - Pria
Oles Polang-polang atau pada pemakai yang punya keberadaan lebih tinggi oles Gobar, diletakkan pada bahu sebelah kanan terurai dari belakang hingga kedepan. Oles dilipat dan disesuaikan dengan corak oles.
3. Sarung/ Oles Perdabaitak - Wanita
Hampir sama dengan pria, Oles Perdabaitak dililit pada pinggang secara melingkar.
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
TINJAKSTAR
Maret 22, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| Sarung/ Oles Sidosdos - Pria |
Celana panjang hitam kemudian ditutupi oleh Oles Sidosdos secara melingkar dengan ujung yang terbuka didepan.
2. Sabe-Sabe - Pria
![]() |
| Sabe-Sabe - Pria |
Oles Polang-polang atau pada pemakai yang punya keberadaan lebih tinggi oles Gobar, diletakkan pada bahu sebelah kanan terurai dari belakang hingga kedepan. Oles dilipat dan disesuaikan dengan corak oles.
3. Sarung/ Oles Perdabaitak - Wanita
![]() |
| Sarung/ Oles Perdabaitak - Wanita |
Hampir sama dengan pria, Oles Perdabaitak dililit pada pinggang secara melingkar.
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
1. Uis Julu Diberu
Meski terkesan berwarna gelap yakni Hitam dan Biru, Uis Julu Diberu terlihat elegant dengan sentuhan warna emasnya. Uis jenis ini digunakan sebagai sarung untuk perempuan tatkala menghadiri upacara tradisional yang mengharus seseorang mengenakan pakaian adat lengkap.
2. Uis Beka Buluh
Uis Beka Buluh memiliki ciri Gembira, Tegas, dan Elegan. Dan sebagai simbol kewibawaan dan tanda kebesaran Putra Karo, Uis Beka Buluh berciri khas warna merah, putih dan keemasan. Fungsinya dalam kegiatan kebudayaan dan pakaian daerah adalah sebagai Penutup Kepala, Pertanda, dan Maneh-maneh.
>> Penutup Kepala : Pada saat Pesta Adat, Kain ini dipakai pria/ putra Karo sebagai mahkota di kepalanya pertanda bahwa untuk dialah pesta tersebut diselenggarakan. Kain ini dilipat dan dibentuk menjadi Mahkota pada saat Pesta Perkawinan, Mangket Rumah (Peresmian Bangunan), dan Cawir Metua (Upacara Kemarian bagi Orang Tua yang meninggal dalam keadaan umur sudah lanjut).
>> Pertanda : (Cengkok-cengkok/ Tanda-tanda) yang diletakkan di pundak sampai ke bahu dengan bentuk lipatan segitiga.
>> Maneh-maneh : Setiap putra Karo dimasa mudanya diberkati oleh Kalimbubu (Paman, Saudara Laki-laki dari Ibu, Pihak yang dihormati) sehingga berhasil dalam hidupnya. Pada saat kematiannya, pihak keluarga akan membayar berkat yang diterima tersebut dengan menyerahkan tanda syukur yang paling berharga kepada pihak Kalimbubu tadi yakni Mahkota yang biasa dikenakannya yaitu Uis Beka Buluh.
3. Uis Gatip
Uis Gatip biasa digunakan sebagai identitas karakter seseorang yang berjiwa ulet dan teguh, digunakan untuk penutup kepala wanita Karo (tudung) dalam setiap pesta adat maupun dalam kesehariannya. Uis Gatip juga digunakan sebagai tanda penghormatan kepala Kalimbubu yang meninggal.
Untuk beberapa daerah, diberikan sebagai tanda kehormatan kepada Kalimbubu pada saat wanita Karo meninggal Dunia (Maneh-maneh dan Morah-morah).
4. Uis Jongkit Dilaki
Uis Jongkit Dilaki biasa digunakan sebagai identitas karakter seseorang yang kuat dan perkasa, digunakan sebagai pakaian luar bagian bawah untuk laki-laki yang disebut Gonje (sebagai kain sarung). Kain ini dipakai oleh Putra Karo untuk semua upacara Adat yang mengharuskan berpakaian Adat Lengkap.
5. Uis Nipes Padang Rusak
Berwarna khas merah, emas dan putih, Uis Nipes Padang Rusak biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai selendang saat menghadiri acara suka.
6. Uis Nipes Benang Iring
Sesuai dengan namanya, Uis Nipes Benang Iring didominasi warna hitam, warna lainnya adalah kuning merah dan biru muda. Kain tradisional Karo ini digunakan tatkala menghadiri kegiatan upacara kebudayaan yang bersifat duka.
7. Uis Arinteneng
Keseluruhan warna Uis Arinteneng adalah hitam, digunakan di upacara-upacara perkawinan seperti saat melamar, Uis Arinteneng menjadi alas Pinggan Pasu saat menyerahkan mas kawin, Uis ini juga digunakan sebagai alas piring tatkala kedua mempelai melakukan ritual makan dalam satu piring pada malam hari usai pesta peradatan (man nakan persadan tendi/ mukul).
8. Uis Perembah
Corak warna-warni pada Uis Perembah terlihat begitu ceria, merah, kuning, hijau, hitam, ungu dan berbagai warna lainnya. Uis Perembah digunakan untuk menggendong bayi. Selain itu Uis jenis ini biasanya diberikan oleh pihak Kalimbubu kepada pasangan yang baru mendapatkan anak pertama agar anak tersebut sehat-sehat, cepat besar dan menjadi orang sukses dalam hidupnya kelak.
9. Uis Ragi Barat/ Ragi Mbacang
Kain ini bercorak khas warna merah dan pink serta warna emas. Biasanya digunakan sebagai selendang bagi perempuan di upacara-upacara sukacita maupun dalam keseharian. Lapisan luar pakaian wanita bagian bawah (sebagai kain sarung) untuk kegiatan pesta sukacita yang diharuskan berpakaian adat lengkap.
10. Uis Jujung-Jujungen
Kain ini dipakai hanya untuk lapisan paling luar penutup kepala wanita (tutup tudung) dengan umbai-umbai emas pada bagian depannya.
11. Uis Nipes Mangiring
Berwarna khas hitam dengan perpaduan warna-warna lainnya yakni merah, kuning dan putih. Penggunaannya terbatas pada upacara dukacita saja dan dapat dikenakan oleh pria maupun wanita sebagai selendang bahu.
12. Uis Teba
Uis Teba identik dengan warna hitam dan biru tua. Kain ini dipakai wanita Karo lanjut usai sebagai tutup kepala (tudung) dalam upacara yang bersifat dukacita. Pada beberapa daerah, kain ini dijadikan sebagai tanda rasa hormat kepada Kalimbubu (Maneh-maneh) pada saat orang yang sudah lanjut usia meninggal.
13. Uis Pementing
Uis jenis ini memiliki perpaduan warna gelap seperti hitam dan coklat namun diberi juga warna putih berbentuk garis-garis. Uis Pementing ini biasa digunakan Pria Karo sebagai ikat pinggang (benting) pada saat berpakaian Adat lengkap dengan menggunakan Uis Julu sebagai kain sarung.
14. Uis Kelam-kelam
Kain ini bukan kain tenun manual, tapi hasil pabrik tekstil yang dicelup warna hitam menggunakan pewarna alami. Kain ini biasa digunakan sebagai penutup kepala wanita Karo (tudung teger) waktu pesta adat dan pesta guro-guro aron dan biasa digunakan sebagai tanda penghormatan kepada puang Kalimbubu pada saat wanita lanjut usia meninggal dunia (Morah-morah).
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
TINJAKSTAR
Maret 22, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| Uis Julu Diberu |
Meski terkesan berwarna gelap yakni Hitam dan Biru, Uis Julu Diberu terlihat elegant dengan sentuhan warna emasnya. Uis jenis ini digunakan sebagai sarung untuk perempuan tatkala menghadiri upacara tradisional yang mengharus seseorang mengenakan pakaian adat lengkap.
2. Uis Beka Buluh
![]() |
| Uis Beka Buluh |
Uis Beka Buluh memiliki ciri Gembira, Tegas, dan Elegan. Dan sebagai simbol kewibawaan dan tanda kebesaran Putra Karo, Uis Beka Buluh berciri khas warna merah, putih dan keemasan. Fungsinya dalam kegiatan kebudayaan dan pakaian daerah adalah sebagai Penutup Kepala, Pertanda, dan Maneh-maneh.
>> Penutup Kepala : Pada saat Pesta Adat, Kain ini dipakai pria/ putra Karo sebagai mahkota di kepalanya pertanda bahwa untuk dialah pesta tersebut diselenggarakan. Kain ini dilipat dan dibentuk menjadi Mahkota pada saat Pesta Perkawinan, Mangket Rumah (Peresmian Bangunan), dan Cawir Metua (Upacara Kemarian bagi Orang Tua yang meninggal dalam keadaan umur sudah lanjut).
>> Pertanda : (Cengkok-cengkok/ Tanda-tanda) yang diletakkan di pundak sampai ke bahu dengan bentuk lipatan segitiga.
>> Maneh-maneh : Setiap putra Karo dimasa mudanya diberkati oleh Kalimbubu (Paman, Saudara Laki-laki dari Ibu, Pihak yang dihormati) sehingga berhasil dalam hidupnya. Pada saat kematiannya, pihak keluarga akan membayar berkat yang diterima tersebut dengan menyerahkan tanda syukur yang paling berharga kepada pihak Kalimbubu tadi yakni Mahkota yang biasa dikenakannya yaitu Uis Beka Buluh.
3. Uis Gatip
![]() |
| Uis Gatip |
Uis Gatip biasa digunakan sebagai identitas karakter seseorang yang berjiwa ulet dan teguh, digunakan untuk penutup kepala wanita Karo (tudung) dalam setiap pesta adat maupun dalam kesehariannya. Uis Gatip juga digunakan sebagai tanda penghormatan kepala Kalimbubu yang meninggal.
Untuk beberapa daerah, diberikan sebagai tanda kehormatan kepada Kalimbubu pada saat wanita Karo meninggal Dunia (Maneh-maneh dan Morah-morah).
4. Uis Jongkit Dilaki
![]() |
| Uis Jongkit Dilaki |
Uis Jongkit Dilaki biasa digunakan sebagai identitas karakter seseorang yang kuat dan perkasa, digunakan sebagai pakaian luar bagian bawah untuk laki-laki yang disebut Gonje (sebagai kain sarung). Kain ini dipakai oleh Putra Karo untuk semua upacara Adat yang mengharuskan berpakaian Adat Lengkap.
5. Uis Nipes Padang Rusak
![]() |
| Uis Nipes Padang Rusak |
Berwarna khas merah, emas dan putih, Uis Nipes Padang Rusak biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai selendang saat menghadiri acara suka.
6. Uis Nipes Benang Iring
![]() |
| Uis Nipes Benang Iring |
Sesuai dengan namanya, Uis Nipes Benang Iring didominasi warna hitam, warna lainnya adalah kuning merah dan biru muda. Kain tradisional Karo ini digunakan tatkala menghadiri kegiatan upacara kebudayaan yang bersifat duka.
7. Uis Arinteneng
![]() |
| Uis Arinteneng |
Keseluruhan warna Uis Arinteneng adalah hitam, digunakan di upacara-upacara perkawinan seperti saat melamar, Uis Arinteneng menjadi alas Pinggan Pasu saat menyerahkan mas kawin, Uis ini juga digunakan sebagai alas piring tatkala kedua mempelai melakukan ritual makan dalam satu piring pada malam hari usai pesta peradatan (man nakan persadan tendi/ mukul).
8. Uis Perembah
![]() |
| Uis Perembah |
Corak warna-warni pada Uis Perembah terlihat begitu ceria, merah, kuning, hijau, hitam, ungu dan berbagai warna lainnya. Uis Perembah digunakan untuk menggendong bayi. Selain itu Uis jenis ini biasanya diberikan oleh pihak Kalimbubu kepada pasangan yang baru mendapatkan anak pertama agar anak tersebut sehat-sehat, cepat besar dan menjadi orang sukses dalam hidupnya kelak.
9. Uis Ragi Barat/ Ragi Mbacang
![]() |
| Uis Ragi Barat/ Ragi Mbacang |
Kain ini bercorak khas warna merah dan pink serta warna emas. Biasanya digunakan sebagai selendang bagi perempuan di upacara-upacara sukacita maupun dalam keseharian. Lapisan luar pakaian wanita bagian bawah (sebagai kain sarung) untuk kegiatan pesta sukacita yang diharuskan berpakaian adat lengkap.
10. Uis Jujung-Jujungen
![]() |
| Uis Jujung-Jujungen |
Kain ini dipakai hanya untuk lapisan paling luar penutup kepala wanita (tutup tudung) dengan umbai-umbai emas pada bagian depannya.
11. Uis Nipes Mangiring
![]() |
| Uis Nipes Mangiring |
Berwarna khas hitam dengan perpaduan warna-warna lainnya yakni merah, kuning dan putih. Penggunaannya terbatas pada upacara dukacita saja dan dapat dikenakan oleh pria maupun wanita sebagai selendang bahu.
12. Uis Teba
![]() |
| Uis Teba |
Uis Teba identik dengan warna hitam dan biru tua. Kain ini dipakai wanita Karo lanjut usai sebagai tutup kepala (tudung) dalam upacara yang bersifat dukacita. Pada beberapa daerah, kain ini dijadikan sebagai tanda rasa hormat kepada Kalimbubu (Maneh-maneh) pada saat orang yang sudah lanjut usia meninggal.
13. Uis Pementing
![]() |
| Uis Pementing |
Uis jenis ini memiliki perpaduan warna gelap seperti hitam dan coklat namun diberi juga warna putih berbentuk garis-garis. Uis Pementing ini biasa digunakan Pria Karo sebagai ikat pinggang (benting) pada saat berpakaian Adat lengkap dengan menggunakan Uis Julu sebagai kain sarung.
14. Uis Kelam-kelam
![]() |
| Uis Kelam-kelam |
Kain ini bukan kain tenun manual, tapi hasil pabrik tekstil yang dicelup warna hitam menggunakan pewarna alami. Kain ini biasa digunakan sebagai penutup kepala wanita Karo (tudung teger) waktu pesta adat dan pesta guro-guro aron dan biasa digunakan sebagai tanda penghormatan kepada puang Kalimbubu pada saat wanita lanjut usia meninggal dunia (Morah-morah).
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
1. Hiou Nanggar Soeasah
Tenun ini berwarna biru gelap dan memiliki Jumbai Hitam panjang dengan ujung pendek. Kain ini memiliki garis memanjang ringan dan garis titik-titik. Pada lebarnya diberikan hiasan, yang paling rinci adalah pada bagian penutupnya. Tenun ini oleh setiap orang dikenakan sebagai kain penutup pundak.
2. Hiou Ragi Tinaboer
3. Hiou Ragi Panei
Potongan bagian tengah ini berwarna hampir sama seperti pinggiran tetapi memiliki banyak garis memanjang berwarna biru muda. Pada kedua sisi bagian tengah ini terdapat sebuah garis pemisah berwarna putih kelabu atau biru muda. Kain sederhana ini dikenakan oleh pria dan wanita tua tetapi tidak terlarang bagi orang muda.
4. Hiou Ragi Sapot
Tenun yang sama seperti Ragi Siattar, tetapi tanpa hiasan beludru. Kain ini bisa dikenakan oleh siapa saja.
5. Hiou Ragi Siattar
Garis samping gelap dengan garis tengah yang benang lungsingnya berwarna putih dan benang melintangnya berwarna gelap, dihiasi dengan Jumbai Putih, Merah dan Hitam. Raja Danpuang Bolon (Permaisuri Raja) mengenakan kain ini seperti halnya rohaniawan-dukun-tabib ketika mereka bertindak sebagai perantara.
6. Hiou Ragi Sattik
Kain yang sama seperti Ragi Sapot tetapi pada ujung luarnya dilengkapi dengan Jumbai. Kain ini bisa dikenakan oleh siapapun.
7. Hiou Hati Rongga
TINJAKSTAR
Maret 21, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| Hiou Nanggar Soeasah |
![]() |
| Hiou Nanggar Soeasah |
2. Hiou Ragi Tinaboer
![]() |
| Hiou Ragi Tinaboer |
Tenun ini berwarna biru gelap dan pinggiran pelipit kecil yang cerah dan Jumbai ringan. Kain ini dikenakan oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah.
3. Hiou Ragi Panei
![]() |
| Hiou Ragi Panei |
4. Hiou Ragi Sapot
![]() |
| Hiou Ragi Sapot |
5. Hiou Ragi Siattar
![]() |
| Hiou Ragi Siattar |
![]() |
| Hiou Ragi Siattar |
6. Hiou Ragi Sattik
![]() |
| Hiou Ragi Sattik |
7. Hiou Hati Rongga
![]() |
| Hiou Hati Rongga |
![]() |
| Hiou Hati Rongga |
Garis samping berwarna biru gelap dan bagian tengah sedikit lebih gelap memiliki garis titik-titik berwarna terang pada bagian memanjang. Kain ini bisa dikenakan oleh siapapun sebagai ikat pinggang.
8. Hiou Gobar
![]() |
| Hiou Gobar |
![]() |
| Hiou Gobar |
Kain ini dikenakan oleh para kepala rendahan dan anak-anak bangsawan mengenakannya sebagai kain. Garis sampingnya berwarna merah tua, garis memanjang pada bagian tengah berwarna merah.
9. Hiou Boelang-boelang
![]() |
| Hiou Boelang-boelang |
Kain penutup kepala ini berwarna merah tua. Garis tengahnya memiliki tiga garis memanjang berwarna putih kelabu dengan bagian penutup berwarna putih kelabu, penuh bentuk simetris sebagai ragam hias. Pada ujung luarnya, kain ini memiliki Jumbai panjang yang memberikan kesan dominan. Kain ini dikenakan oleh wanita yang sudah menikah dan hanya dibuat di Simalungun.
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
1. Ulos Antak Antak
2. Ulos Bintang Maratur
Ulos ini merupakan ulos yang paling banyak kegunaannya di dalam acara-acara adat Batak Toba, yakni:
Kepada anak yang memasuki rumah baru. Keberhasilan membangun atau memiliki rumah baru di anggap sebagai salah satu bentuk keberhasilan atau prestasi tersendiri yang tak ternilai harganya. Tingginya penghargaan kepada orang yang telah berhasil membangun dan memiliki rumah baru adalah karena keberhasilan tersebut dianggap sebagai suatu berkat dari Tuhan yang Maha Esa yang disertai dengan adanya usaha dan kerja keras yang bersangkutan di dalam menjalani kehidupan.
Orang Batak yang tinggal dan menetap di berbagai puak/horja di sekitar Tapanuli telah memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda pula. Walaupun konsep dan pemahaman tentang adat itu secara umum adalah sama, namun pada hal-hal tertentu ada kalanya memiliki perbedaan dalam hal pemaknaan terhadap nilai dan konsep adat yang ada sejak turun temurun. Oleh karena itu pemberian Ulos Bintang Maratur khusus di daerah Silindung diberikan kepada orang yang sedang bergembira dalam hal ini sewaktu menempati atau meresmikan rumah baru.
Secara khusus di daerah Toba Ulos ini diberikan waktu acara selamatan Hamil 7 Bulan yang diberikan oleh pihak hula-hula kepada anaknya. Ulos ini juga diberikan kepada Pahompu (cucu) yang baru lahir sebagai Parompa (gendongan) yang memiliki arti dan makna agar anak yang baru lahir itu di iringi kelahiran anak yang selanjutnya, kemudian ulos ini juga di berikan untuk pahompu (cucu) yang baru mendapat babtisan di gereja dan juga bisa di pakai sebagai selendang.
3. Ulos Bolean
Ulos ini biasanya di pakai sebagai selendang pada acara-acara kedukaan.
4. Ulos Mangiring
6. Ulos Pinuncaan
Ulos ini terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kegunaannya antara lain :
Di pakai dalam berbagai keperluan acara-acara duka cita maupun suka cita, dalam acara adat ulos ini di pakai/ di sandang oleh Raja Raja Adat.
Di pakai oleh Rakyat Biasa selama memenuhi beberapa pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat dipakai oleh suhut Sihabolonon/ Hasuhuton (tuan rumah).
Kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran (kelompok istri dari golongan hula-hula), ulos ini juga dipakai/ di lilit sebagai kain/ hohop-hohop oleh keluarga hasuhuton (tuan rumah).
Ulos ini juga berfungsi sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan. Ulos Passamot di berikan oleh Orang tua pengenatin perempuan (Hula-hula) kepada ke dua orang tua pangantin dari pihak laki-laki (Pangoli). Sebagai pertanda bahwa mereka telah sah menjadi saudara dekat.
7. Ulos Ragi Hotang
Ulos ini di berikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat yang di sebut dengan nama Ulos Hela. Pemberian ulos Hela memiliki makna bahwa orang tua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya di persunting atau diperistri oleh laki-laki yang telah disebut sebagai "Hela" (menantu). Pemberian ulos ini selalu di sertai dengan memberikan Mandar Hela (Sarung Menantu) yang menunjukkan bahwa laki-laki tersebut tidak boleh lagi berperilaku layaknya seorang laki-laki lajang tetapi harus berperilaku sebagai orang tua. Dan sarung tersebut di pakai dan di bawa untuk kegiatan-kegiatan adat.
8. Ulos Ragi Huting
Ulos ini sekarang sudah jarang dipakai, konon pada jaman dulu sebelum Indonesia merdeka, anak perempuan (gadis-gadis) memakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari yang dililitkan di dada (Hoba Hoba) yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) batak Toba yang ber-adat.
9. Ulos Sibolang Rasta Pamontari
Ulos ini di pakai untuk keperluan duka dan suka cita, tetapi pada jaman sekarang, Ulos Sibolang bisa dikatakan sebagai simbol Duka Cita, yang dipakai sebagai Ulos Saput (orang dewasa yang meninggal tapi belum punya cucu) dan di pakai juga sebagai Ulos Tujung untuk Janda dan Duda dengan kata lain kepada laki-laki yang ditinggal mati oleh istri dan kepada perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya. Apabila pada peristiwa duka cita Ulos ini dipergunakan maka hal itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah sebagai keluarga dekat dari orang yang meninggal.
10. Ulos Si Bunga Umbasang dan Ulos Simpar
Ulos ini secara umum hanya berfungsi dan di pakai sebagai Selendang bagi para ibu-ibu sewaktu mengikuti pelaksanaan segala jenis acara adat istiadat yang kehadirannya sebatas undangan biasa yang disebut sebagai Panoropi (Yang Meramaikan).
11. Ulos Sitolu Tuho
Ulos ini di fungsikan atau dipakai sebagai ikat kepala atau selendang untuk acara duka cita. Tidak mempunyai makna adat kecuali bila diberikan kepada seorang anak yang baru lahir sebagai ulos Parompa. Jenis Ulos ini dapat dipakai sebagai tambahan, yang dalam istilah adat batak dikatakan sebagai Ulos Panoropi yang diberikan Hula-hula kepada Boru yang sudah terhitung keluarga jauh. Disebut Sitolu Tuho karena raginya/ coraknya berjejer tiga, merupakan "Tuho" atau "Tugal" yang biasanya dipakai untuk melubang tanah guna menanam benih.
12. Ulos Suri-suri Ganjang
Disebut Ulos Suri-suri Ganjang (biasanya orang Batak hanya menyebutnya Ulos Suri-suri) karena coraknya berbentuk sisir memanjang.
Ulos ini dipakai sebagai Hande-hande (Selendang) pada waktu Margondang (Menari dengan alunan musik Batak) dan juga di pergunakan oleh pihak Hula-hula (orangtua dari pihak istri) untuk manggabei (memberikan berkat) kepada pihak borunya (keturunannya) karena itu disebut juga Ulos Gabe-gabe (Berkat).
Ulos ini juga sering dipakai kaum wanita sebagai Sabe-sabe. Keistimewaan Ulos ini adalah panjangnya yang melebihi Ulos biasa. Bila dipakai sebagai ampe-ampe bisa mencapai dua kali lilit pada bahu kiri dan kanan sehingga si pemakai seakan mengenakan dua Ulos.
13. Ulos Simarinjam Sisi
Dipakai dan difungsikan sebagai kain dan juga di lengkapi dengan Ulos Pinunca yang di sandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani (Mendahului di depan). Yang memakai ulos ini adalah satu orang yang berada paling depan.
14. Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan
Pada jaman dahulu dipakai sebagai selimut bagi keluarga yang berasal dari golongan keluarga kaya, dan itu jugalah apabila nanti setelah tua dan meninggal akan di Saput (Diselimutkan, dibentangkan kepada jasad) dengan ulos yang pakai Ragi di tambah Ulos lainnya di sebut Ragi Pakko karena memang warnanya hitam seperti Pakko.
15. Ulos Tumtuman
Dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan dipakai oleh anak yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama dari Hasuhutan (Tuan Rumah). Dan biasanya juga diberikan untuk tali-tali kepala orang yang dihormati dan berjasa buat suku Batak Toba.
16. Ulos Tutur Tutur
Ulos ini dipakai sebagai tali-tali (ikat kepala) dan sebagai Hande-hande (Selendang) yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya (keturunannya).
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
TINJAKSTAR
Maret 21, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| Ulos Antak Antak |
Ulos ini dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal, selain itu ulos tersebut juga dipakai sebagai kain yang dililit/ hohop hohop pada waktu acara manortor (menari).
2. Ulos Bintang Maratur
![]() |
| Ulos Bintang Maratur |
Kepada anak yang memasuki rumah baru. Keberhasilan membangun atau memiliki rumah baru di anggap sebagai salah satu bentuk keberhasilan atau prestasi tersendiri yang tak ternilai harganya. Tingginya penghargaan kepada orang yang telah berhasil membangun dan memiliki rumah baru adalah karena keberhasilan tersebut dianggap sebagai suatu berkat dari Tuhan yang Maha Esa yang disertai dengan adanya usaha dan kerja keras yang bersangkutan di dalam menjalani kehidupan.
Orang Batak yang tinggal dan menetap di berbagai puak/horja di sekitar Tapanuli telah memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda pula. Walaupun konsep dan pemahaman tentang adat itu secara umum adalah sama, namun pada hal-hal tertentu ada kalanya memiliki perbedaan dalam hal pemaknaan terhadap nilai dan konsep adat yang ada sejak turun temurun. Oleh karena itu pemberian Ulos Bintang Maratur khusus di daerah Silindung diberikan kepada orang yang sedang bergembira dalam hal ini sewaktu menempati atau meresmikan rumah baru.
Secara khusus di daerah Toba Ulos ini diberikan waktu acara selamatan Hamil 7 Bulan yang diberikan oleh pihak hula-hula kepada anaknya. Ulos ini juga diberikan kepada Pahompu (cucu) yang baru lahir sebagai Parompa (gendongan) yang memiliki arti dan makna agar anak yang baru lahir itu di iringi kelahiran anak yang selanjutnya, kemudian ulos ini juga di berikan untuk pahompu (cucu) yang baru mendapat babtisan di gereja dan juga bisa di pakai sebagai selendang.
3. Ulos Bolean
![]() |
| Ulos Bolean |
4. Ulos Mangiring
![]() |
| Ulos Mangiring |
Ulos ini mempunyai corak yang saling iring-beriring. Ini melambangkan kesuburan dan kesepakatan. Ulos ini dipakai sebagai selendang, tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama yang memiliki maksud dan tujuan sekaligus sebagai simbol besarnya keinginan agar si anak yang lahir baru kelak diiringi kelahiran anak yang seterusnya, Ulos ini juga dapat dipergunakan sebagai Parompa (alat gendong) untuk anak.
Ulos ini juga dapat dipakai sebagai pakaian sehari-hari dalam bentuk tali-tali (detar) untuk kaum laki-laki. Bagi kaum wanita juga dapat dipakai sebagai saong (tudung). Pada waktu upacara "Mampe Goar" (Pembaptisan Anak) Ulos ini juga dapat dipakai sebagai bulang-bulang, diberikan pihak hula-hula kepada menantu.
5. Ulos Padang Ursa dan Ulos Pinan Lobu-lobu
![]() |
| Ulos Padang Ursa dan Ulos Pinan Lobu-lobu |
Dipakai sebagai Tali-tali dan Selendang untuk menghadiri acara yang suka cita.
6. Ulos Pinuncaan
![]() |
| Ulos Pinuncaan |
Ulos ini terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kegunaannya antara lain :
Di pakai dalam berbagai keperluan acara-acara duka cita maupun suka cita, dalam acara adat ulos ini di pakai/ di sandang oleh Raja Raja Adat.
Di pakai oleh Rakyat Biasa selama memenuhi beberapa pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat dipakai oleh suhut Sihabolonon/ Hasuhuton (tuan rumah).
Kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran (kelompok istri dari golongan hula-hula), ulos ini juga dipakai/ di lilit sebagai kain/ hohop-hohop oleh keluarga hasuhuton (tuan rumah).
Ulos ini juga berfungsi sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan. Ulos Passamot di berikan oleh Orang tua pengenatin perempuan (Hula-hula) kepada ke dua orang tua pangantin dari pihak laki-laki (Pangoli). Sebagai pertanda bahwa mereka telah sah menjadi saudara dekat.
7. Ulos Ragi Hotang
![]() |
| Ulos Ragi Hotang |
8. Ulos Ragi Huting
![]() |
| Ulos Ragi Huting |
9. Ulos Sibolang Rasta Pamontari
![]() |
| Ulos Sibolang Rasta Pamontari |
10. Ulos Si Bunga Umbasang dan Ulos Simpar
![]() |
| Ulos Si Bunga Umbasang dan Ulos Simpar |
11. Ulos Sitolu Tuho
![]() |
| Ulos Sitolu Tuho |
12. Ulos Suri-suri Ganjang
![]() |
| Ulos Suri-suri Ganjang |
Ulos ini dipakai sebagai Hande-hande (Selendang) pada waktu Margondang (Menari dengan alunan musik Batak) dan juga di pergunakan oleh pihak Hula-hula (orangtua dari pihak istri) untuk manggabei (memberikan berkat) kepada pihak borunya (keturunannya) karena itu disebut juga Ulos Gabe-gabe (Berkat).
Ulos ini juga sering dipakai kaum wanita sebagai Sabe-sabe. Keistimewaan Ulos ini adalah panjangnya yang melebihi Ulos biasa. Bila dipakai sebagai ampe-ampe bisa mencapai dua kali lilit pada bahu kiri dan kanan sehingga si pemakai seakan mengenakan dua Ulos.
13. Ulos Simarinjam Sisi
![]() |
| Ulos Simarinjam Sisi |
14. Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan
![]() |
| Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan |
15. Ulos Tumtuman
![]() |
| Ulos Tumtuman |
16. Ulos Tutur Tutur
![]() |
| Ulos Tutur Tutur |
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia

































































