![]() |
| Mengenai Suku Batak Simalungun |
Sehingga bahasa Simalungun disebut sebagai bahasa batak tengah. Sebagian orang Simalungun saat ini percaya bahwa asal usul orang Simalungun, dikatakan berasal dari India, tepatnya dari daerah Assam, India Selatan, dari suatu tempat yang bernama Asom. Dilihat dari adat istiadat dan tradisi budaya orang Simalungun banyak memiliki kemiripan dengan adat istiadat dan tradisi budaya Batak Karo maupun Batak Toba.
Hal ini mengindikasikan kemungkinan besar suku Simalungun beserta suku Batak Karo dan Batak Toba berasal dari suatu tempat yang sama. Orang Simalungun berbicara dalam bahasa Simalungun sebagai bahasa sehari-hari. Awal masuknya agama kristen ke wilayah Simalungun di masa lalu, para penginjil RMG menggunakan bahasa Toba untuk menyebarkan agama kristen pada masyarakat suku Simalungun. Pada umumnya orang Batak Simalungun bisa memahami bahasa Batak Toba yang menjadi bahasa pengantar pada masa lalu di wilayah sekitar Danau Toba.
Dalam mitos orang Simalungun, dikatakan bahwa manusia awalnya dikirim oleh Naibata dan dilengkapi dengan Sinumbah yang bisa berdiam dalam berbagai benda, seperti alat-alat dapur dan sebagainya, sehingga benda-benda tersebut harus disembah. Orang Simalungun menyebut roh orang mati sebagai Simagot.
Baik Sinumbah maupun Simagot harus diberikan korban-korban pujaan sehingga mereka akan memperoleh berbagai keuntungan dari kedua sesembahan tersebut. Masyarakat Simalungun adalah patrilineal. Marga diturunkan kepada generasi berikutnya melalui pihak laki-laki. Orang yang memiliki marga yang sama adalah berarti sebagai saudara seketurunan sehingga dipantangkan (tidak diperbolehkan) untuk saling menikah.
Marga-marga pada suku Simalungun terdiri atas 4 marga asli, yaitu: Damanik, Purba, Saragih, Sinaga. Keempat marga diatas berasal dari marga para Raja-raja Simalungun. Selain itu ada juga marga-marga yang berasal dari luar Simalungun yang sejak dahulu ikut menetap di wilayah adat Simalungun, kemudian menjadi sub-bagian dari 4 marga di atas.
Batak | Cerita Batak | Sejarah Batak | Batak Pakpak | Batak Toba | Batak Karo | Batak Mandailing | Batak Simalungun | Batak Angkola | Sejarah Batak | Lagu Batak | Perkawinan Batak | Pernikahan Batak | Adat Batak | Tentang Batak | Foto Batak | Tarian Batak | Pakaian Batak | Ulos Batak | Artikel Batak | Kami Batak
BATAK NETWORK - Horas. Salam. Kali ini kami akan mengajak Anda untuk menyimak sebuah Kisah Inspiratif Dari Seorang Ibu Tua. Ini adalah sebuah kisah nyata dan penulis sempat bercakap-cakap dengan si ibu ini. "Otik Na Tarbereng Nakkin" (Sedikit yang terlihatku tadi), demikian kata sipenulis. Lebih lanjut simak kisah ini.
"Aku Akan Tetap Berjalan Bila Mentari Masih Bersinar"
Berjalan dengan badan tertunduk demi mencari botol bekas minuman plastik dan kalengan mencari pekerjaan rutinitas yang dilakukan tiap harinya.
Nenek yang usianya diperkirakan 60-an tahun lebih ini kerap terlihat dilokasi keramaian layaknya pesta dan acara - acara melibatkan massa yang terselenggara di seputaran kota Siantar ini.
Ibu yang bertempat tinggal di sekitaran ex Terminal Parluasan ini telah melakoni pekerjaan ini semenjak 20 tahun sejak di tinggal suaminya, dirinya mencari sesuap nasi untuk kebutuhan "Kampung Tengah (Perut -red)" dari hasil kumpulan botol bekas minuman untuk ditukarkan kepada penampung barang bekas itu untuk mendapatkan recehan- recehan
Berjalan dan berjalan di keramaian hingga menjadi pusat perhatian khalayak menjadi sebuah kebiasaan yang terlakoni, rasa malu yang sudah tersisih bahkan sirna menjadi modal utama dalam kumpulkan eks botol minuman itu.
Bila dirinya tidak mendapatkan acara - acara dengan kumpulan massa di dalamnya, maka dirinya pun memilih untuk berjalan berkeliling di pinggiran jalan mencari peruntungan untuk mendapatkan rezeki dari barang - barang bekas yang tidak terpakai orang lain.
Teriknya mentari dan derasnya guyuran hujan bukanlah sebuah hambatan, hanya mentari menjadi jam kerja yang dipergunakan dalam mencari sesuap nasi itu.
Bila saja mentari masih bersinar maka dirinya akan terus berjalan, namun bila mentari sudah mulai berganti dengan cahaya rembulan maka drinya pun akan bersandar beralaskan karton yang juga menjadi pembaringan melepas lelah sembari nikmati indahnya rembulan malam itu.
"Aku masih di beri kaki dan tangan yang lengkap jadi aku mau pergunaan anugerah itu untuk mencari nafkah, pengemis bukanlah tujuan hidupku meskipun ragaku sudah mulai lemah", tegasnya singkat sambil berlalu.
Penulis: Ewin dari Siantar
Sumber: Facebook TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Ibu Tua Yang Berjuang Hidup Tanpa Mengemis |
"Aku Akan Tetap Berjalan Bila Mentari Masih Bersinar"
Berjalan dengan badan tertunduk demi mencari botol bekas minuman plastik dan kalengan mencari pekerjaan rutinitas yang dilakukan tiap harinya.
Nenek yang usianya diperkirakan 60-an tahun lebih ini kerap terlihat dilokasi keramaian layaknya pesta dan acara - acara melibatkan massa yang terselenggara di seputaran kota Siantar ini.
Ibu yang bertempat tinggal di sekitaran ex Terminal Parluasan ini telah melakoni pekerjaan ini semenjak 20 tahun sejak di tinggal suaminya, dirinya mencari sesuap nasi untuk kebutuhan "Kampung Tengah (Perut -red)" dari hasil kumpulan botol bekas minuman untuk ditukarkan kepada penampung barang bekas itu untuk mendapatkan recehan- recehan
Berjalan dan berjalan di keramaian hingga menjadi pusat perhatian khalayak menjadi sebuah kebiasaan yang terlakoni, rasa malu yang sudah tersisih bahkan sirna menjadi modal utama dalam kumpulkan eks botol minuman itu.
![]() |
| Ibu Tua Yang Berjuang Hidup Tanpa Mengemis |
Bila dirinya tidak mendapatkan acara - acara dengan kumpulan massa di dalamnya, maka dirinya pun memilih untuk berjalan berkeliling di pinggiran jalan mencari peruntungan untuk mendapatkan rezeki dari barang - barang bekas yang tidak terpakai orang lain.
Teriknya mentari dan derasnya guyuran hujan bukanlah sebuah hambatan, hanya mentari menjadi jam kerja yang dipergunakan dalam mencari sesuap nasi itu.
Bila saja mentari masih bersinar maka dirinya akan terus berjalan, namun bila mentari sudah mulai berganti dengan cahaya rembulan maka drinya pun akan bersandar beralaskan karton yang juga menjadi pembaringan melepas lelah sembari nikmati indahnya rembulan malam itu.
![]() |
| Ibu Tua Yang Berjuang Hidup Tanpa Mengemis |
"Aku masih di beri kaki dan tangan yang lengkap jadi aku mau pergunaan anugerah itu untuk mencari nafkah, pengemis bukanlah tujuan hidupku meskipun ragaku sudah mulai lemah", tegasnya singkat sambil berlalu.
Penulis: Ewin dari Siantar
Sumber: Facebook TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
"Aku Akan Tetap Berjalan Bila Mentari Masih Bersinar" - Kisah Inspiratif Dari Seorang Ibu Tua
Posted by FACE BATAK on Sabtu, 27 Agustus 2016
BATAK NETWORK - Horas ma di hita saluhutna marsada-sada. Mandok mauliate ma hita tu Tuhan-ta alamana dilehon do tu hita hahipason dohot hagabeon. Disadarion, ro do hami tu jolo muna saluhutna. Ima mambahen turi-turion tentang halak hita. (Kembali kami datang ke hadapan kawan-kawan semua, untuk berbagi sesuatu tentang Halak Hita). Kali ini, kita kembali membahas tentan Rumah Adat Batak Simalungun Bolon. Simak selanjutnya di bawah ini.
Inilah Rumah Adat Batak Simalungun Bolon Sumatera Utara
Sub etnis Batak Simalungun berdiam di sebagian wilayah Deli Serdang sebelah Timur Danau Toba. Rumah adatnya berbentuk panggung dengan lantai yang sebagian disangga balok-balok besar berjajar secar horizontal bersilangan. Balok-balok ini menumpu pada pondasi umpak. Dinding rumah agak miring dan memilliki sedikit bukaan/jendela. Atapnya memilliki kemiringan yang curam dengan bentuk perisai pada sebagian besar sisi bawah, sedang sisi atas berbentuk pelana dengan gevel yang miring menghadap ke bawah. Pada ujung atas gevel biasanya dihiasi dengan kepala kerbau. Tanduknya dari kerbau asli dan kepalanya dari injuk yang dibentuk. Bagian-bagian konstruksi Rumah Adat Batak Simalungun Bolon diukir, dicat serta digambar dengan warna merah, putih dan hitam. Selain sarat dengan nilai filosofis, ornamentasi rumah memiliki keunggulan dekoratif dalam memadukan unsur alam dan manusia dengan unsur geometris.
Rumah Adat Batak Simalungun Bolon menyampaikan sebuah ungkapan pertemuan masyarakat dapat dimunculkan dengan bentuk geometri segi empat yang ditengahnya diberi lingkaran lalu diberi corak ragam hias manusia beruang berkeliling lingkaran. Menyampaikan sebuah ungkapan hubungan dua manusia ditampilkan dengan bentuk geometri kotak melambangkan dekorasi badan manusia di mana bagian atas dan bawahnya diberi kepala dalam posisi berlawanan arah. Corak ragam ornamen Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini selalu berulang, melalui proses tradisi turun temurun, berkembang dan berpadu saling melengkapi dengan bentuk dekorasi lain.
Masyarakat Batak Simalungun mempercayai adanya kekuatan roh halus, membedakannya dari yang baik dan jahat. Untuk menolak yang jahat agar tidak mengganggu penghuni Rumah Adat Batak Simalungun Bolon juga diwujudkan dengan ornamentasi konstruksi rumah dengan bentuk tertentu.
Hiasan penolak roh jahat ini dapat berupa kepala manusia dan bentuk-bentuk yang runcing. Hiasan lain Rumah Adat Batak Simalungun Bolon yang khas adalah pengecatan pada penampang balok-balok horizontal di kolong rumah. Balok-balok berbentuk silinder ini hanya berposisi 2 modul struktur pada bagian depan rumah. Di bagian belakangnya digantikan tiang-tiang yang berposisi vertikal.
Denah rumah memanjang ke belakang dengan tiga modul struktur di bagian depan dan 5 sampai 7 modul ke belakang. Dua pintu terletak di bagian depan dan belakang. Untuk mencapai rumah digunakan anak tangga yang berjumlah ganjil. Satu modul struktur bagian depan tidak berdinding dan digunakan sebagai beranda/teras. Bagian tengah Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini juga dihilangkan dan digantikan dengan tangga utama menuju rumah. Dengan demikian terbentuk teras yang berjumlah dua dan berada di kiri-kanan tangga utama. Karena teras berada satu level dengan lantai rumah panggung maka posisinya di atas. Untuk mengamankan dibuat pagar mengelilingi teras.
Demikian artikel tentang Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi tentang kebudayaan yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat. Horas. Tuhan memberkati. ***
Keterangan Gambar: Rumah Bolon di Pematang Purba 176,1 km dari Medan (Sumatra Utara), Simalungun, Sumatera Utara. Rumah Bolon ini adalah satu dari banyak rumah adat Simalungun di Pematang Purba yang dulunya digunakan sebagai kediaman Raja Purba beserta istri-istrinya. Kini rumah Bolon ini dan komplek rumah adat di sekitarnya dikelola oleh Yayasan Museum Simalungun. (Wikipedia Indonesia)
Sumber: bataketnic.blogspot.com TINJAKSTAR Juni 19, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Rumah Bolon Raja Purba di Pematang Purba, Simalungun. (Foto: Wikipedia)
Inilah Rumah Adat Batak Simalungun Bolon Sumatera Utara
Sub etnis Batak Simalungun berdiam di sebagian wilayah Deli Serdang sebelah Timur Danau Toba. Rumah adatnya berbentuk panggung dengan lantai yang sebagian disangga balok-balok besar berjajar secar horizontal bersilangan. Balok-balok ini menumpu pada pondasi umpak. Dinding rumah agak miring dan memilliki sedikit bukaan/jendela. Atapnya memilliki kemiringan yang curam dengan bentuk perisai pada sebagian besar sisi bawah, sedang sisi atas berbentuk pelana dengan gevel yang miring menghadap ke bawah. Pada ujung atas gevel biasanya dihiasi dengan kepala kerbau. Tanduknya dari kerbau asli dan kepalanya dari injuk yang dibentuk. Bagian-bagian konstruksi Rumah Adat Batak Simalungun Bolon diukir, dicat serta digambar dengan warna merah, putih dan hitam. Selain sarat dengan nilai filosofis, ornamentasi rumah memiliki keunggulan dekoratif dalam memadukan unsur alam dan manusia dengan unsur geometris.
Rumah Adat Batak Simalungun Bolon menyampaikan sebuah ungkapan pertemuan masyarakat dapat dimunculkan dengan bentuk geometri segi empat yang ditengahnya diberi lingkaran lalu diberi corak ragam hias manusia beruang berkeliling lingkaran. Menyampaikan sebuah ungkapan hubungan dua manusia ditampilkan dengan bentuk geometri kotak melambangkan dekorasi badan manusia di mana bagian atas dan bawahnya diberi kepala dalam posisi berlawanan arah. Corak ragam ornamen Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini selalu berulang, melalui proses tradisi turun temurun, berkembang dan berpadu saling melengkapi dengan bentuk dekorasi lain.
Masyarakat Batak Simalungun mempercayai adanya kekuatan roh halus, membedakannya dari yang baik dan jahat. Untuk menolak yang jahat agar tidak mengganggu penghuni Rumah Adat Batak Simalungun Bolon juga diwujudkan dengan ornamentasi konstruksi rumah dengan bentuk tertentu.
Hiasan penolak roh jahat ini dapat berupa kepala manusia dan bentuk-bentuk yang runcing. Hiasan lain Rumah Adat Batak Simalungun Bolon yang khas adalah pengecatan pada penampang balok-balok horizontal di kolong rumah. Balok-balok berbentuk silinder ini hanya berposisi 2 modul struktur pada bagian depan rumah. Di bagian belakangnya digantikan tiang-tiang yang berposisi vertikal.
Denah rumah memanjang ke belakang dengan tiga modul struktur di bagian depan dan 5 sampai 7 modul ke belakang. Dua pintu terletak di bagian depan dan belakang. Untuk mencapai rumah digunakan anak tangga yang berjumlah ganjil. Satu modul struktur bagian depan tidak berdinding dan digunakan sebagai beranda/teras. Bagian tengah Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini juga dihilangkan dan digantikan dengan tangga utama menuju rumah. Dengan demikian terbentuk teras yang berjumlah dua dan berada di kiri-kanan tangga utama. Karena teras berada satu level dengan lantai rumah panggung maka posisinya di atas. Untuk mengamankan dibuat pagar mengelilingi teras.
Demikian artikel tentang Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi tentang kebudayaan yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat. Horas. Tuhan memberkati. ***
Keterangan Gambar: Rumah Bolon di Pematang Purba 176,1 km dari Medan (Sumatra Utara), Simalungun, Sumatera Utara. Rumah Bolon ini adalah satu dari banyak rumah adat Simalungun di Pematang Purba yang dulunya digunakan sebagai kediaman Raja Purba beserta istri-istrinya. Kini rumah Bolon ini dan komplek rumah adat di sekitarnya dikelola oleh Yayasan Museum Simalungun. (Wikipedia Indonesia)
Sumber: bataketnic.blogspot.com TINJAKSTAR Juni 19, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia






