BATAK NETWORK - Horas! Artikel yang akan kita bahas dan diskusikan kali ini berjudul "Zona Halal di Tanah Haram" yang ditulis oleh Benardo Sinambela - Siporsuk Na Mamora, dari situs benardosinambela.id. Sangat menarik sekali untuk di ulas. Lebih lanjut simak di bawah ini.
Zona Halal di Tanah Haram
Ada yang aneh dan sangat-sangat melukai hati, itu akibat dari wacana salah seorang pejabat Provinsi Sumatera Utara mengenai zonasi halal dengan alasan agar para wisatawan penikmat makanan "halal" dalam katergori Agama tertentu kedepannya mendapat jaminan kepastian makanan dan minuman yang dimakan tidak mengakibatkan mereka ber-dosa.
Kok makanan bisa memberi dosa ya? Aneh sekali, apakah manusia-manusia seperti itu tidak punya mata dan pikiran? Sehingga perlu dibuat zona yang notabanenya akan memperbesar ruang perbedaan antara aku dan kamu. Artinya kita semuakan bisa melihat dan memilih lalu memutuskan mana makanan yang bisa dan tidak bisa kita makan, itu urusan pribadi masing-masing sajalah, semua bisa mikir kok, gak usah di zona-zonain.
Pembuatan zonasi ini tidak sesuai dengan semangat pembangunan pariwisata Danau Toba, itu melenceng kawan, kita ingin menjual keindahan, kenyamanan dan kegembiraan serta kepastian kebahagiaan untuk para pengunjung kedepannya, bukan untuk menjual "sorga" atau memastikan orang yang berkunjung kesana tidak menambah “dosa”-nya dengan makan-makanan jualan rakyat.
Ini semacam pemaksaan yang terstruktural, ya kalau mau mengembangkan wisata, silahkan saja eksplor keindahannya, kearifan budayanya dan kulinernya, itu yang mau kita jual. Bukan mau menciptakan ruang pemisah antara masyarakat yang selama ini hidup disana berdampingan dan harmonis menjadi terbelah dengan pemahaman konyol seperti itu.
Kok pejabat Sumatera Utara seperti ini serasa mengajari anak bayi makan aja ya? Dikasih pisang, dikuliti lalu di masukkan kemulutnya, itupun anak bayi masih tau mana makanan yang enak atau tidak, kalu gak enak paling-paling dibuang. Aneh sekali, kepada wisatawan kok perlakuan seperti itu? Emang mereka tak tau mana yang baik untuk dikonsumsi agar tidak menambah dosa? Aneh kau ini pejabat, kok fanatismemu kau bawa-bawa ke Danau Toba? Mengganggu bangat itu, hilang rasa optimis ke-Bangsa-an ku melihat kinerja seperti itu.
Aku tidak persoalkan apa yang pejabat ini yakini, tapi jangan paksakan itu untuk diterapkan di tanah yang mayoritas dimiliki, diusahai dan ditempati para kaum yang tidak se-keyakinan dengan label “halal” itu, tak lakupun tak apa-apalah. Lihat dong dengan lebih dekat, kita beradat saja masih membaur kok, makanpun di pesta adat masih sering bersamaan, kok malah strategi pembangunan wisata nasional seperti itu dimanfaatkan untuk memberi jarak antara masyarakat dengan kekuatan jabatan yang mereka punya?
Halal itu yang bersih, sehat, bergizi dan enak. Tak ada makanan yang sejak kelahirannya diharamkan oleh Tuhan. Manusia yang membuatnya jadi haram, menerka-nerka indikator yang tepat untuk jalan mulus ke sorga.
Berfikirlah untuk menata, bukan membunuh mata pencaharian rakyat kecil dengan melempar isu sektarian seperti itu. Mau dikemanakan para peternak babi kelak? Trus, para pedagang makanan yang non-muslim yang berjualan selama ini mau dikasih lebel agar tidak boleh jualannya di beli dengan alasan “haram” atau diusir dari zona “halal” itu? Bah... Hebat sekali konsep pejabat ini ya?
Lama-lama, kopi Lintong yang dimasak namboruku juga nanti kau bilang Haram karena dia beragama lain dari yang kau anut, supaya mpok mu yang satu keyakinan dengan mu bisa berjualan kopi impor dan dapat untung gede dari sana, akhirnya penduduk lokal hanya sebagai penonton. Politik ekonomi bisa-bisa aja, tapi jangan bawa-bawa Agama ya.
Sadarlah kalau tanah itu milik rakyat setempat, orang-orang yang kau cap nantinya menjual makanan "haram" hanya karena tidak se-keyakinan dengan anda. Selama ini juga pedagang disana hidup berdampingan, saling berbagi pengalaman. Mau yang jualan saksang, ayam ataupun daging kuda rendang sampai daging kerbau rendang sama-sama akur, tentram dan damai.
Kopi itu akan tetap berwarna hitam dan terasa pahit dimanapun, jadi jangan buat kehidupan rakyat lokal yang sudah hitam dan pahit selama ini semakin hitam dan pahit setelah adanya proyek destinasi wisata nasional ini.
Oleh: Benardo Sinambela - Siporsuk Na Mamora
Sumber: benardosinambela.id TINJAKSTAR Januari 25, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Danau Toba - Ilustrasi by benardosinambela.id |
Zona Halal di Tanah Haram
Ada yang aneh dan sangat-sangat melukai hati, itu akibat dari wacana salah seorang pejabat Provinsi Sumatera Utara mengenai zonasi halal dengan alasan agar para wisatawan penikmat makanan "halal" dalam katergori Agama tertentu kedepannya mendapat jaminan kepastian makanan dan minuman yang dimakan tidak mengakibatkan mereka ber-dosa.
Kok makanan bisa memberi dosa ya? Aneh sekali, apakah manusia-manusia seperti itu tidak punya mata dan pikiran? Sehingga perlu dibuat zona yang notabanenya akan memperbesar ruang perbedaan antara aku dan kamu. Artinya kita semuakan bisa melihat dan memilih lalu memutuskan mana makanan yang bisa dan tidak bisa kita makan, itu urusan pribadi masing-masing sajalah, semua bisa mikir kok, gak usah di zona-zonain.
Pembuatan zonasi ini tidak sesuai dengan semangat pembangunan pariwisata Danau Toba, itu melenceng kawan, kita ingin menjual keindahan, kenyamanan dan kegembiraan serta kepastian kebahagiaan untuk para pengunjung kedepannya, bukan untuk menjual "sorga" atau memastikan orang yang berkunjung kesana tidak menambah “dosa”-nya dengan makan-makanan jualan rakyat.
Ini semacam pemaksaan yang terstruktural, ya kalau mau mengembangkan wisata, silahkan saja eksplor keindahannya, kearifan budayanya dan kulinernya, itu yang mau kita jual. Bukan mau menciptakan ruang pemisah antara masyarakat yang selama ini hidup disana berdampingan dan harmonis menjadi terbelah dengan pemahaman konyol seperti itu.
Kok pejabat Sumatera Utara seperti ini serasa mengajari anak bayi makan aja ya? Dikasih pisang, dikuliti lalu di masukkan kemulutnya, itupun anak bayi masih tau mana makanan yang enak atau tidak, kalu gak enak paling-paling dibuang. Aneh sekali, kepada wisatawan kok perlakuan seperti itu? Emang mereka tak tau mana yang baik untuk dikonsumsi agar tidak menambah dosa? Aneh kau ini pejabat, kok fanatismemu kau bawa-bawa ke Danau Toba? Mengganggu bangat itu, hilang rasa optimis ke-Bangsa-an ku melihat kinerja seperti itu.
Aku tidak persoalkan apa yang pejabat ini yakini, tapi jangan paksakan itu untuk diterapkan di tanah yang mayoritas dimiliki, diusahai dan ditempati para kaum yang tidak se-keyakinan dengan label “halal” itu, tak lakupun tak apa-apalah. Lihat dong dengan lebih dekat, kita beradat saja masih membaur kok, makanpun di pesta adat masih sering bersamaan, kok malah strategi pembangunan wisata nasional seperti itu dimanfaatkan untuk memberi jarak antara masyarakat dengan kekuatan jabatan yang mereka punya?
Halal itu yang bersih, sehat, bergizi dan enak. Tak ada makanan yang sejak kelahirannya diharamkan oleh Tuhan. Manusia yang membuatnya jadi haram, menerka-nerka indikator yang tepat untuk jalan mulus ke sorga.
Berfikirlah untuk menata, bukan membunuh mata pencaharian rakyat kecil dengan melempar isu sektarian seperti itu. Mau dikemanakan para peternak babi kelak? Trus, para pedagang makanan yang non-muslim yang berjualan selama ini mau dikasih lebel agar tidak boleh jualannya di beli dengan alasan “haram” atau diusir dari zona “halal” itu? Bah... Hebat sekali konsep pejabat ini ya?
Lama-lama, kopi Lintong yang dimasak namboruku juga nanti kau bilang Haram karena dia beragama lain dari yang kau anut, supaya mpok mu yang satu keyakinan dengan mu bisa berjualan kopi impor dan dapat untung gede dari sana, akhirnya penduduk lokal hanya sebagai penonton. Politik ekonomi bisa-bisa aja, tapi jangan bawa-bawa Agama ya.
Sadarlah kalau tanah itu milik rakyat setempat, orang-orang yang kau cap nantinya menjual makanan "haram" hanya karena tidak se-keyakinan dengan anda. Selama ini juga pedagang disana hidup berdampingan, saling berbagi pengalaman. Mau yang jualan saksang, ayam ataupun daging kuda rendang sampai daging kerbau rendang sama-sama akur, tentram dan damai.
Kopi itu akan tetap berwarna hitam dan terasa pahit dimanapun, jadi jangan buat kehidupan rakyat lokal yang sudah hitam dan pahit selama ini semakin hitam dan pahit setelah adanya proyek destinasi wisata nasional ini.
Oleh: Benardo Sinambela - Siporsuk Na Mamora
Sumber: benardosinambela.id TINJAKSTAR Januari 25, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Kali ini kita berbagi tentang Objek Wisata yang menarik di seputaran Danau Toba. Berikut ulasang tentang Wisata menarik di seputaran Danau Toba seperti yang berhasil kami kutip dari Berbagai Sumber Media Online. Mari kita simak di bawah ini.
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Parapat Danau Toba adalah sebuah kota kecil di kawasan tepi Danau Toba yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalaungun, dan merupakan sebuah kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang lumayan. Parapat juga termasuk salah satu objek wisata populer di Sumatera Utara.
Parapat adalah salah satu kota yang memiliki cerita sendiri. Di Parapat inilah tempat paling sering dirayakan Pesta Danau Toba (PDT) yang kini berubah nama dengan sebutan Fetival Danau Toba (FDT) yang biasanya dirayakan tiap tahunnnya. Sayangnya, akhir-akhir ini FDT tidak lagi dirayakan tiap tahun, tidak tahu apa sebab dan akibatnya. By the way, bila sudah berada di Parapat, jangan lupa untuk membeli Souvenir untuk dijadikan oleh-oleh bagi kerabat terdekat.
Inilah 7 tempat Wisata yang bisa kita kunjungi saat berada di Parapat
1. Batu Gantung
Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG. Batu Gantung ini bukan hanya populer di Sumatera Utara saja, malah sudah mendunia.
Batu Gantung adalah sebuah pahatan alam berupa bebatuan yang terletak di Parapat, Sumatera Utara. Jika Anda pernah melancong ke Danau Toba, pasti Anda tidak melewatkan objek wisata ini. Hampir seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang hendak ke Danau Toba dan Pulau Samosir, mampir ke Batu Gantung ini. Kenapa diberi nama Batu Gantung? Tidak lain adalah karena letak batunya yang tampak menggantung ke bawah.
Batu ini terlihat menyerupai postur tubuh manusia dengan posisi lurus ke bawah dengan keadaan terbalik. Banyak sekali legenda yang berkembang di masyarakat secara turun temurun tentang asal muasal terbentuknya fenomena alam ini.
Secara geografis, Batu Gantung terletak dalam jarak yang tidak begitu jauh dari perairan Danau Toba. Persisnya terletak di Kota Parapat, Sumatera Utara. Batuan ini akan membuat Anda terpana karena posisinya yang memang menggantung dari bebatuan sekitar tebing. Ukuran tinggi dari objek yang cukup menarik perhatian wisatawan ini adalah sekitar 2 meter. Sehingga, semakin menyegarkan ingatan kita terhadap sosok manusia. Batu ini terlihat seolah akan lepas dari tepian tebing dan ambruk jatuh ke bawah. Namun, dari dulu tetap saja bebatuan tersebut menggantung dengan ajaibnya.
Area di sekitar batu gantung cukup membuat Anda harus berhati-hati karena tebing tempat batu gantung berada lokasi yang cukup tinggi dan anda perlu melihat ke bawah untuk dapat menyaksikan secara penuh seputar detail batu gantung ini. Lokasi batu khas ini berjarak sekitar 176 km dari ibukota Medan. Karena berdekatan dengan Danau Toba, maka area Batu Gantung dikelilingi pemandangan yang sangat indah dan suasana yang masih asri.
Keberadaan Batu Gantung ini akan sangat menarik perhatian. Bentuknya yang tidak biasa membuatnya banyak dikunjungi oleh para pelancong, terutama yang memilih Danau Toba dan Samosir sebagai tujuan wisatanya. Maka dari itu, banyak objek wisata lainnya yang akan jadi persinggahan Anda saat tiba di lokasi Batu Gantung. Selain mengelilingi Kota Parapat itu sendiri, Anda juga dapat memenuhi hasrat kuliner dengan masakan khas Sumatera Utara yang mudah Anda temui di sepanjang Kota. Anda juga dapat memilih penginapan dengan tarif yang sesuai dengan budget Anda, seperti Danau Toba International Cottage. Jika Anda merasa ingin tinggal lebih lama lagi di Kota Parapat.
Untuk melihat Batu Gantung ini ada dua alternatif yang kami sarankan. Pertama, kita bisa menyewa Kapal atau ikut rombongan (bersama yang lain) untuk menuju tempat wisata Batu Gantung ini. Tentunya kita mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Bagi wisata lokal hal ini tentu sangatlah mahal, tapi bagi pendatang, soal uang bukanlah kendala. Alternatif kedua adalah nongkrong di kedai (warung / rumah makan) RINGOSTAR. Dari rumah makan RingoStar ini, kita bisa meliha melihat Batu Gantung dari Panatapan Sualan. Kita bisa memesan Kopi Hangat sembari menikmati Pemandangan yang indah serta bisa melihat Batu Gantung. Tapi semua tergantung Kita mau pilih cara alternatif yang mana. Selamat menikmati Objek Wisata Batu Gantung.
2. Bukit Senyum
Salah satu Objek Wisata di Seputaran Danau Toba adalah BUKIT SENYUM. Sebenarnya tempat ini tidak sepenuh nya di Parapat, tapi etaknya di Motung.. Bukit Senyum adalah tempat yang pas buat kita untuk menikmati keindahan Sunset Danau Toba.
Anda suka Berfoto? Nah... Objek Wisata Bukit Senyum sangatlah pas dan tepat bagi Anda untuk berfoto ria. Kenapa? Alasannya adalah kita bisa berfoto dengan latar belakang Danau Toba. Biasanya, Bukit Senyum ini digemari oleh kaum muda, Alasanya adalah karena bisa berfoto ria, dan Bukit Senyum ini akan terlihat ramai pada sore hari untuk menikmati Sunset. Oh iya, bila ingin menikmati Objek Wisata Bukit Senyum jangan lupa untuk membawa cemilan yah.... hehehe.
Bagi masyarakat di sekitaran Parapat, Ajibata, Motung, Sibisa, Lumbanjulu, Sipanganbolon, Bukit Senyum mungkin sudah tidak asing lagi. Beda halnya bagi wisatawan dari luar, seperti Samosir, Siantar, Medan, Porsea, Balige atau dari mana saja yang mungkin masih asing dengan Bukit Senyum. Jangan khawatir, kami akan mencoba memberikan tips bagaimana cara yang tepat untuk menuju Objek Wisata Bukit Senyum ini.
Objek Wisata Bukit Senyum ini letaknya di Mottung dan tidak jauh dari Ajibata, kira-kira 30 menit bila ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda motor atau kreta).
Inilah rute yang harus kita tempuh dari Ajibata menuju Mottung. [Catatan: Bila Anda tidak membawa Motor (Kreta) bisa juga menyewa (rental motor). Harganya sudah tertera disana]. Dari Ajibata lurus terus, dan bila sampai di Pantai Longbeach, ada warung disitu, cobalah beli cemilan untuk teman santai nanti, lalu lanjutkan perjalannya. Selanjutnya, bila sudah sampai simpang lurus saja, ingat jangan ngebut, karena jalannya kurang begitu bagus alias berlobang-lobang. Maklum, pemda setempat belum memperhatikan jalan disana. (Semoga setelah membaca tulisan ini, pemda mau memperhatikannya).
Di depan perjalanan akan kita jumpai TUGU Besar, Itu ada sebeluh kiri. Tepat di depan tugu besar tsb, ada simpang. Nah... ikuti saja jalan tsb lalu anda sudah berada di tempat Wisata Bukit Senyum.
Oh iya, di objek wisata Bukit Senyum, boleh nongkrong di sebuah Cafe yang bernama ROBEAN CAFE. Coba nikmati pemandangan Sunset di sore hari serta pemandangan di malam hari. Anda bisa melihat Danau Toba dan Kota Parapat, Ajibata dari Robean Cafe tsb. (Lihat Foto di bawah)
3. Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat
Kota Parapat, Kota ini merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda. Pemerintah Belanda mengasingkan Presiden Sukarno, Haji Agus Salim dan Sjahrir ke kota Parapat selama kurang lebih dua bulan.
Dari rumah pengasingan ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar. Bukti keberadaan Bung karno terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau dan beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.
Wisma pesanggrahan ini memang cukup menarik perhatian bagi yang berkunjung ke kota ini, sebab bangunan ini mengadopsi arsitektur bangunan bergaya klasik yang sering digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa pada awal abad ke 19, dalam sebuah seni arsitektur disebut dengan nama indische architectur yang cukup populer masa itu.
4. Gereja HKBP Parapat
Gereja HKBP Parapat merupakan salah satu tempat peribadatan bagi umat kristiani yang sangat megah oleh karena itu gereja ini kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk tujuan wisata religi (pilgrim tour) selain karena letaknya yang berada di salah satu inti kota wisata di Sumatera Utara dengan pesona Danau Toba, gereja HKBP Parapat memang memiliki nilai historis tersendiri terkait perkembangan dan sejarah kekristenan di Tanah Batak.
Gereja HKBP atau Huria Kristen Batak Protestan adalah persekutuan kristiani yang didirikan sejak ratusan tahun silam di Tanah Batak oleh Nomensen. HKBP kini telah berkembang, hampir di seluruh wilayah di Sumatera Utara dan beberapa provinsi di Indonesia anda dapat menemukan keberadaan gereja ini. Arsitektur bangunan Gereja HKBP Parapat sangatlah menarik dengan dedominasi bangunan-bangunan seperti di eropa. Setiap inci bangunan akan membuat anda terpikat dan benar-benar menyatu serta merasakan kehadiran kuasa Tuhan di tanah Batak.
Sejarah Gereja HKBP Parapat
Bila berbicara tentang keberadaan suatu tempat ibadah kurang lengkap rasanya bila tidak mengulik sejarah terkait. Nah begitu juga dengan Gereja HKBP Parapat. Taukah kamu? Biaya untuk membangun tempat suci ini berjumlah Rp. 3,5 M. Peresmiannya diadakan bertepatan dengan pesta jubileum HKBP yang ke 100 tahun.
Arsitektur Bangunan
Arsitek gereja HKBP Parapat adalah Ir Sahala Simanjuntak. Konsep yang diusung dalam pembangunan gereja ini adalah Batak Eropa. Yang paling menarik adalah keberadaan teras yang bila sepintas dilihat seperti rumah tradisional suku Karo, akan tetapi ternyata tidaklah demikian, teras ini memiliki makna ketritunggalan yakni Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. HKBP Parapat berdiri diatas lahan seluas 1 hektar, bangunannya sendiri memiliki panjang dan lebar 22 m x 29 m. Luas banget kan? Bila kamu ingin berkunjung atau ingin beribadah, gereja ini beralamat di Jalan Bukit Barisan No 17 Parapat.
Itulah salah satu Objek Wisata di Parapat. Kita bisa Traveling seraya mendekatkan diri kepada sang pencipta, menarik banget kan?
5. Bukit Gibeon Sibisa
Bukit Gibeon Sibisa atau Pusat Semenari Bukit Gibeon (PSBG) berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sebuah destinasi wisata yang tergolong baru namun telah berhasil memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Mari telusur sejuta manikam pariwisata Sumatera Utara.
Diatas lahan seluas20 hektar, Bukit Gibeon Sibisa Di Toba Samosir pada awalnya dibangun sebagai kawasan retreat bagi umat nasrani. Seiring berjalannya waktu, keunikan dan objek wisata yang berada di tempat ini lambat laun menarik wisatawan datang berkunjung. Bukit Gibeon berada di Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pendirian Pusat Seminari Bukit Gibeon tidak terlepas dari keinginan sang pendiri yakni Ibu Luceria Siagian agar tercipta para penginjil yang siap ditempatkan dimana saja. Sebagai informasi, PSBG telah melahirkan 3 angkatan dengan jumlah 74 orang melalui tahap seleksi.
Pusat Seminari ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 2016 dan terdiri dari Rumah Doa, Menara Doa, Gereja, Penginapan, Parking Area dan tentu saja tempat wisata yakni Kolam Renang dan Air Terjun. Arsitektur dari beberapa bangunan di lokasi juga menambah daya tarik, tentu saja karena bentuk dan designnya yang unik, bagi kamu para pecinta fotografi sayang rasanya bila melewatkan diri bila tidak melukis keindahannya melalui cahaya.
Menara Doa
Bangunan yang didirikan untuk para peziarah mendekatan diri kepada sang khalik ini terlihat unik, begitu juga perpaduan warnanya. Sebab itulah mengapa banyak wisatawan berfoto dengan latar Menara Doa. Bila kamu seorang nasrani, sempatkan berdoa dan menikmati kekhusukan. Ada beberapa rumah doa yang telah didirikan dan dapat digunakan oleh pengunjung namun yang paling banyak diminati adalah Rumah Doa Segala Bangsa.
Kolam Renang dan Air Terjun
Keunikan dari kolam renang ini adalah sumber airnya yang berasal dari air terjun dan langsung jatuh ke permukaan kolam renang. Suhu air yang begitu dingin mungkin membuat kamu tidak tahan berlama-lama. Nah karena itu pula lebih banyak pengunjung duduk-duduk atau sekedar menikmati pemandangan.
Aksesibilitas
Perjalanan menuju Sibisa dapat kamu tempuh melalui rute: Medan - Parapat - Desa Parsaoran bila menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Sedangkan bila menggunakan transportasi udara dari Medan ke Bandar Udara maka anda dapat menempuh rute Kuala Namu - Bandar Udara Silangit - Tarutung - Parapat - Desa Parsaoran. (Oleh: Thomson Edu - Foto: ig: @pariwisata_sumut )
6. Air terjun Binangalom
Parapat tak hanya menyimpan legenda batu gantung yang tersohor, tapi ada objek wisata air terjun yang juga aduhai tak kalah indahnya. Uniknya, air terjun ini turun langsung ke danau. Namanya air terjun Binangalom.
Air Terjun Binangalom letaknya persis berada di pinggir Danau Toba. Nama Binangalom berasal dari desa di dekat air terjun tersebut yang berada di Kecamatan Lumban Julu, kota Parapat, Sumatera Utara. Wisatawan juga sering menyebutya dengan Situmurun Waterfall atau air terjun Situmurun.
Kata "lum" atau "lom"; dalam bahasa Batak artinya adalah air penyejuk. Ya, memang ketika wisatawan mengunjunginya dan mendekati lokasi wisata tersebut sejuknya udara dan keindahannya akan membuat berdecak kagum.
Dari mana asal airnya? Menurut pemandu tur, Salonieta Pangaribuan airnya berasal dari sungai di dekat desa. Ia turun dari tujuh tingkat tebing lalu jatuh ke danau. Sayangnya, lokasi menuju tempat ini terbatas.
Di sini, para wisatawan bisa juga melakukan aktivitas lainnya. Seperti berenang di sekitar air terjun, sampai melihat burung bangau beterbangan mencari ikan.
7. Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun
Di Sibaganding terdapat Hutan Lindung Sibatu Loting yang di dalamnya banyak dihuni oleh habitat monyet-monyet liar. Sibaganding yang berada di Huta (desa) Sibanganding, Kecamatan Kota Prapat, Kabupaten Simalungun yang berjarak sekitar 40 km dari Pematang Siantar. Di penangkaran Sibaganding ini monyet berkeliaran dengan bebas. Setiap harinya mereka akan diberi makan oleh penduduk sekitar karena memang tempat ini masih dikelola oleh penduduk.
Tempat wisata yang sangat menarik dengan konsep berbeda, flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi menjadikan Sibaganding kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan bahkan wisatawan mancanegara.
Penangkaran Monyet Sibaganding, sangat cocok bagi anda untuk berpetualang, menikmati flora dan fauna serta mengenal keanekaragaman lainnya di kawasan hutan lindung.
Memberi Monyet makan dan melihat atraksi serta keakraban berinteraksi antara sekumpulan monyet ini dengan manusia adalah hal yang menyenangkan. Selain itu anda juga dapat menikmati panorama Danau Toba yang sangat mengagumkan.
Sibaganding ini dapat anda tempuh dengan perjalanan sekitar 4 jam dari kota Medan, dan sekitar 1 jam dari kota Pematang Siantar. Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi darat, menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, karena sudah memadai untuk menuju lokasi ini.
Bila anda ingin memasuki kawasan Penangkaran Monyet Sibaganding ini, anda akan dipandu oleh masyarakat setempat.
Penangkaran ini telah dikelola oleh masyarakat setempat sejak beberapa tahun silam, sehingga monyet-monyet yang berada di lokasi sangat akrab dan tidak liar. Mereka telah dididik untuk menjadi hewan yang ramah terhadap pengunjung. Selain melihat monyet, juga dapat menjumpai beruk, kera dan lutung.
Nah... itulah 7 tempat Wisata yang harus kita kunjungi saat berada di Pparapat. Oleh karena itu, Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini. Selamat liburan. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Berbagai Sumber TINJAKSTAR Desember 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Danau Toba (Foto: Google) |
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Parapat Danau Toba adalah sebuah kota kecil di kawasan tepi Danau Toba yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalaungun, dan merupakan sebuah kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang lumayan. Parapat juga termasuk salah satu objek wisata populer di Sumatera Utara.
Parapat adalah salah satu kota yang memiliki cerita sendiri. Di Parapat inilah tempat paling sering dirayakan Pesta Danau Toba (PDT) yang kini berubah nama dengan sebutan Fetival Danau Toba (FDT) yang biasanya dirayakan tiap tahunnnya. Sayangnya, akhir-akhir ini FDT tidak lagi dirayakan tiap tahun, tidak tahu apa sebab dan akibatnya. By the way, bila sudah berada di Parapat, jangan lupa untuk membeli Souvenir untuk dijadikan oleh-oleh bagi kerabat terdekat.
Inilah 7 tempat Wisata yang bisa kita kunjungi saat berada di Parapat
1. Batu Gantung
Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG. Batu Gantung ini bukan hanya populer di Sumatera Utara saja, malah sudah mendunia.
Batu Gantung adalah sebuah pahatan alam berupa bebatuan yang terletak di Parapat, Sumatera Utara. Jika Anda pernah melancong ke Danau Toba, pasti Anda tidak melewatkan objek wisata ini. Hampir seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang hendak ke Danau Toba dan Pulau Samosir, mampir ke Batu Gantung ini. Kenapa diberi nama Batu Gantung? Tidak lain adalah karena letak batunya yang tampak menggantung ke bawah.
Batu ini terlihat menyerupai postur tubuh manusia dengan posisi lurus ke bawah dengan keadaan terbalik. Banyak sekali legenda yang berkembang di masyarakat secara turun temurun tentang asal muasal terbentuknya fenomena alam ini.
![]() |
| Salah satu Objek Wisata yang paling populer di seputaran Danau Toba yang masih dekat dengan Parapat adalah BATU GANTUNG |
Secara geografis, Batu Gantung terletak dalam jarak yang tidak begitu jauh dari perairan Danau Toba. Persisnya terletak di Kota Parapat, Sumatera Utara. Batuan ini akan membuat Anda terpana karena posisinya yang memang menggantung dari bebatuan sekitar tebing. Ukuran tinggi dari objek yang cukup menarik perhatian wisatawan ini adalah sekitar 2 meter. Sehingga, semakin menyegarkan ingatan kita terhadap sosok manusia. Batu ini terlihat seolah akan lepas dari tepian tebing dan ambruk jatuh ke bawah. Namun, dari dulu tetap saja bebatuan tersebut menggantung dengan ajaibnya.
Area di sekitar batu gantung cukup membuat Anda harus berhati-hati karena tebing tempat batu gantung berada lokasi yang cukup tinggi dan anda perlu melihat ke bawah untuk dapat menyaksikan secara penuh seputar detail batu gantung ini. Lokasi batu khas ini berjarak sekitar 176 km dari ibukota Medan. Karena berdekatan dengan Danau Toba, maka area Batu Gantung dikelilingi pemandangan yang sangat indah dan suasana yang masih asri.
Keberadaan Batu Gantung ini akan sangat menarik perhatian. Bentuknya yang tidak biasa membuatnya banyak dikunjungi oleh para pelancong, terutama yang memilih Danau Toba dan Samosir sebagai tujuan wisatanya. Maka dari itu, banyak objek wisata lainnya yang akan jadi persinggahan Anda saat tiba di lokasi Batu Gantung. Selain mengelilingi Kota Parapat itu sendiri, Anda juga dapat memenuhi hasrat kuliner dengan masakan khas Sumatera Utara yang mudah Anda temui di sepanjang Kota. Anda juga dapat memilih penginapan dengan tarif yang sesuai dengan budget Anda, seperti Danau Toba International Cottage. Jika Anda merasa ingin tinggal lebih lama lagi di Kota Parapat.
Untuk melihat Batu Gantung ini ada dua alternatif yang kami sarankan. Pertama, kita bisa menyewa Kapal atau ikut rombongan (bersama yang lain) untuk menuju tempat wisata Batu Gantung ini. Tentunya kita mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Bagi wisata lokal hal ini tentu sangatlah mahal, tapi bagi pendatang, soal uang bukanlah kendala. Alternatif kedua adalah nongkrong di kedai (warung / rumah makan) RINGOSTAR. Dari rumah makan RingoStar ini, kita bisa meliha melihat Batu Gantung dari Panatapan Sualan. Kita bisa memesan Kopi Hangat sembari menikmati Pemandangan yang indah serta bisa melihat Batu Gantung. Tapi semua tergantung Kita mau pilih cara alternatif yang mana. Selamat menikmati Objek Wisata Batu Gantung.
2. Bukit Senyum
Salah satu Objek Wisata di Seputaran Danau Toba adalah BUKIT SENYUM. Sebenarnya tempat ini tidak sepenuh nya di Parapat, tapi etaknya di Motung.. Bukit Senyum adalah tempat yang pas buat kita untuk menikmati keindahan Sunset Danau Toba.
Anda suka Berfoto? Nah... Objek Wisata Bukit Senyum sangatlah pas dan tepat bagi Anda untuk berfoto ria. Kenapa? Alasannya adalah kita bisa berfoto dengan latar belakang Danau Toba. Biasanya, Bukit Senyum ini digemari oleh kaum muda, Alasanya adalah karena bisa berfoto ria, dan Bukit Senyum ini akan terlihat ramai pada sore hari untuk menikmati Sunset. Oh iya, bila ingin menikmati Objek Wisata Bukit Senyum jangan lupa untuk membawa cemilan yah.... hehehe.
Bagi masyarakat di sekitaran Parapat, Ajibata, Motung, Sibisa, Lumbanjulu, Sipanganbolon, Bukit Senyum mungkin sudah tidak asing lagi. Beda halnya bagi wisatawan dari luar, seperti Samosir, Siantar, Medan, Porsea, Balige atau dari mana saja yang mungkin masih asing dengan Bukit Senyum. Jangan khawatir, kami akan mencoba memberikan tips bagaimana cara yang tepat untuk menuju Objek Wisata Bukit Senyum ini.
Objek Wisata Bukit Senyum ini letaknya di Mottung dan tidak jauh dari Ajibata, kira-kira 30 menit bila ditempuh dengan kendaraan roda dua (sepeda motor atau kreta).
Ajibata adalah salah satu pelabuhan menuju Pulau Samosir selain Balige. Di Ajibata ada dua pelabuhan; reguler (untuk kapal-kapal kayu tradisional pengangkut penumpang) dan pelabuhan ferry yang menyeberangkan mobil, barang dan orang dari dan ke Pulau Samosir.
Inilah rute yang harus kita tempuh dari Ajibata menuju Mottung. [Catatan: Bila Anda tidak membawa Motor (Kreta) bisa juga menyewa (rental motor). Harganya sudah tertera disana]. Dari Ajibata lurus terus, dan bila sampai di Pantai Longbeach, ada warung disitu, cobalah beli cemilan untuk teman santai nanti, lalu lanjutkan perjalannya. Selanjutnya, bila sudah sampai simpang lurus saja, ingat jangan ngebut, karena jalannya kurang begitu bagus alias berlobang-lobang. Maklum, pemda setempat belum memperhatikan jalan disana. (Semoga setelah membaca tulisan ini, pemda mau memperhatikannya).
Di depan perjalanan akan kita jumpai TUGU Besar, Itu ada sebeluh kiri. Tepat di depan tugu besar tsb, ada simpang. Nah... ikuti saja jalan tsb lalu anda sudah berada di tempat Wisata Bukit Senyum.
Oh iya, di objek wisata Bukit Senyum, boleh nongkrong di sebuah Cafe yang bernama ROBEAN CAFE. Coba nikmati pemandangan Sunset di sore hari serta pemandangan di malam hari. Anda bisa melihat Danau Toba dan Kota Parapat, Ajibata dari Robean Cafe tsb. (Lihat Foto di bawah)
![]() |
| Menikmati Pemandangan Yang Indah (Danau Toba, Parapat, Ajibata) dari Bukit Senyum di Robean Cafe - (Foto: pardsn.blogspot.co.id) |
3. Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat
Kota Parapat, Kota ini merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda. Pemerintah Belanda mengasingkan Presiden Sukarno, Haji Agus Salim dan Sjahrir ke kota Parapat selama kurang lebih dua bulan.
![]() |
| Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat (Foto: tribunnews) |
Dari rumah pengasingan ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar. Bukti keberadaan Bung karno terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau dan beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.
![]() |
| Presiden Soekarno dan H. Agus Salim, Tahun 1948. (Foto: simedan.com) |
Wisma pesanggrahan ini memang cukup menarik perhatian bagi yang berkunjung ke kota ini, sebab bangunan ini mengadopsi arsitektur bangunan bergaya klasik yang sering digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa pada awal abad ke 19, dalam sebuah seni arsitektur disebut dengan nama indische architectur yang cukup populer masa itu.
4. Gereja HKBP Parapat
Gereja HKBP Parapat merupakan salah satu tempat peribadatan bagi umat kristiani yang sangat megah oleh karena itu gereja ini kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk tujuan wisata religi (pilgrim tour) selain karena letaknya yang berada di salah satu inti kota wisata di Sumatera Utara dengan pesona Danau Toba, gereja HKBP Parapat memang memiliki nilai historis tersendiri terkait perkembangan dan sejarah kekristenan di Tanah Batak.
![]() |
| Gereja HKBP Parapat (Foto: pariwisatasumut.net) |
Gereja HKBP atau Huria Kristen Batak Protestan adalah persekutuan kristiani yang didirikan sejak ratusan tahun silam di Tanah Batak oleh Nomensen. HKBP kini telah berkembang, hampir di seluruh wilayah di Sumatera Utara dan beberapa provinsi di Indonesia anda dapat menemukan keberadaan gereja ini. Arsitektur bangunan Gereja HKBP Parapat sangatlah menarik dengan dedominasi bangunan-bangunan seperti di eropa. Setiap inci bangunan akan membuat anda terpikat dan benar-benar menyatu serta merasakan kehadiran kuasa Tuhan di tanah Batak.
Sejarah Gereja HKBP Parapat
Bila berbicara tentang keberadaan suatu tempat ibadah kurang lengkap rasanya bila tidak mengulik sejarah terkait. Nah begitu juga dengan Gereja HKBP Parapat. Taukah kamu? Biaya untuk membangun tempat suci ini berjumlah Rp. 3,5 M. Peresmiannya diadakan bertepatan dengan pesta jubileum HKBP yang ke 100 tahun.
Arsitektur Bangunan
Arsitek gereja HKBP Parapat adalah Ir Sahala Simanjuntak. Konsep yang diusung dalam pembangunan gereja ini adalah Batak Eropa. Yang paling menarik adalah keberadaan teras yang bila sepintas dilihat seperti rumah tradisional suku Karo, akan tetapi ternyata tidaklah demikian, teras ini memiliki makna ketritunggalan yakni Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. HKBP Parapat berdiri diatas lahan seluas 1 hektar, bangunannya sendiri memiliki panjang dan lebar 22 m x 29 m. Luas banget kan? Bila kamu ingin berkunjung atau ingin beribadah, gereja ini beralamat di Jalan Bukit Barisan No 17 Parapat.
Itulah salah satu Objek Wisata di Parapat. Kita bisa Traveling seraya mendekatkan diri kepada sang pencipta, menarik banget kan?
5. Bukit Gibeon Sibisa
Bukit Gibeon Sibisa atau Pusat Semenari Bukit Gibeon (PSBG) berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sebuah destinasi wisata yang tergolong baru namun telah berhasil memikat banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Mari telusur sejuta manikam pariwisata Sumatera Utara.
| Wisata Bukit Gibeon Sibisa Di Toba (Foto: pariwisatasumut.net) |
Diatas lahan seluas20 hektar, Bukit Gibeon Sibisa Di Toba Samosir pada awalnya dibangun sebagai kawasan retreat bagi umat nasrani. Seiring berjalannya waktu, keunikan dan objek wisata yang berada di tempat ini lambat laun menarik wisatawan datang berkunjung. Bukit Gibeon berada di Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pendirian Pusat Seminari Bukit Gibeon tidak terlepas dari keinginan sang pendiri yakni Ibu Luceria Siagian agar tercipta para penginjil yang siap ditempatkan dimana saja. Sebagai informasi, PSBG telah melahirkan 3 angkatan dengan jumlah 74 orang melalui tahap seleksi.
Pusat Seminari ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 2016 dan terdiri dari Rumah Doa, Menara Doa, Gereja, Penginapan, Parking Area dan tentu saja tempat wisata yakni Kolam Renang dan Air Terjun. Arsitektur dari beberapa bangunan di lokasi juga menambah daya tarik, tentu saja karena bentuk dan designnya yang unik, bagi kamu para pecinta fotografi sayang rasanya bila melewatkan diri bila tidak melukis keindahannya melalui cahaya.
Menara Doa
Bangunan yang didirikan untuk para peziarah mendekatan diri kepada sang khalik ini terlihat unik, begitu juga perpaduan warnanya. Sebab itulah mengapa banyak wisatawan berfoto dengan latar Menara Doa. Bila kamu seorang nasrani, sempatkan berdoa dan menikmati kekhusukan. Ada beberapa rumah doa yang telah didirikan dan dapat digunakan oleh pengunjung namun yang paling banyak diminati adalah Rumah Doa Segala Bangsa.
Kolam Renang dan Air Terjun
Keunikan dari kolam renang ini adalah sumber airnya yang berasal dari air terjun dan langsung jatuh ke permukaan kolam renang. Suhu air yang begitu dingin mungkin membuat kamu tidak tahan berlama-lama. Nah karena itu pula lebih banyak pengunjung duduk-duduk atau sekedar menikmati pemandangan.
Aksesibilitas
Perjalanan menuju Sibisa dapat kamu tempuh melalui rute: Medan - Parapat - Desa Parsaoran bila menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Sedangkan bila menggunakan transportasi udara dari Medan ke Bandar Udara maka anda dapat menempuh rute Kuala Namu - Bandar Udara Silangit - Tarutung - Parapat - Desa Parsaoran. (Oleh: Thomson Edu - Foto: ig: @pariwisata_sumut )
6. Air terjun Binangalom
Parapat tak hanya menyimpan legenda batu gantung yang tersohor, tapi ada objek wisata air terjun yang juga aduhai tak kalah indahnya. Uniknya, air terjun ini turun langsung ke danau. Namanya air terjun Binangalom.
![]() |
| Air terjun Binangalom (Foto: dimedan.co) |
Air Terjun Binangalom letaknya persis berada di pinggir Danau Toba. Nama Binangalom berasal dari desa di dekat air terjun tersebut yang berada di Kecamatan Lumban Julu, kota Parapat, Sumatera Utara. Wisatawan juga sering menyebutya dengan Situmurun Waterfall atau air terjun Situmurun.
Kata "lum" atau "lom"; dalam bahasa Batak artinya adalah air penyejuk. Ya, memang ketika wisatawan mengunjunginya dan mendekati lokasi wisata tersebut sejuknya udara dan keindahannya akan membuat berdecak kagum.
Dari mana asal airnya? Menurut pemandu tur, Salonieta Pangaribuan airnya berasal dari sungai di dekat desa. Ia turun dari tujuh tingkat tebing lalu jatuh ke danau. Sayangnya, lokasi menuju tempat ini terbatas.
Di sini, para wisatawan bisa juga melakukan aktivitas lainnya. Seperti berenang di sekitar air terjun, sampai melihat burung bangau beterbangan mencari ikan.
7. Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun
Di Sibaganding terdapat Hutan Lindung Sibatu Loting yang di dalamnya banyak dihuni oleh habitat monyet-monyet liar. Sibaganding yang berada di Huta (desa) Sibanganding, Kecamatan Kota Prapat, Kabupaten Simalungun yang berjarak sekitar 40 km dari Pematang Siantar. Di penangkaran Sibaganding ini monyet berkeliaran dengan bebas. Setiap harinya mereka akan diberi makan oleh penduduk sekitar karena memang tempat ini masih dikelola oleh penduduk.
![]() |
| Monkey Forest di Sibaganding, Simalungun (Foto: griyawisata.com) |
Tempat wisata yang sangat menarik dengan konsep berbeda, flora dan fauna yang berada di sekitar lokasi menjadikan Sibaganding kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan bahkan wisatawan mancanegara.
Penangkaran Monyet Sibaganding, sangat cocok bagi anda untuk berpetualang, menikmati flora dan fauna serta mengenal keanekaragaman lainnya di kawasan hutan lindung.
Memberi Monyet makan dan melihat atraksi serta keakraban berinteraksi antara sekumpulan monyet ini dengan manusia adalah hal yang menyenangkan. Selain itu anda juga dapat menikmati panorama Danau Toba yang sangat mengagumkan.
Sibaganding ini dapat anda tempuh dengan perjalanan sekitar 4 jam dari kota Medan, dan sekitar 1 jam dari kota Pematang Siantar. Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi darat, menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, karena sudah memadai untuk menuju lokasi ini.
Bila anda ingin memasuki kawasan Penangkaran Monyet Sibaganding ini, anda akan dipandu oleh masyarakat setempat.
Penangkaran ini telah dikelola oleh masyarakat setempat sejak beberapa tahun silam, sehingga monyet-monyet yang berada di lokasi sangat akrab dan tidak liar. Mereka telah dididik untuk menjadi hewan yang ramah terhadap pengunjung. Selain melihat monyet, juga dapat menjumpai beruk, kera dan lutung.
Nah... itulah 7 tempat Wisata yang harus kita kunjungi saat berada di Pparapat. Oleh karena itu, Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini. Selamat liburan. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Berbagai Sumber TINJAKSTAR Desember 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Bila Anda Ke Danau Toba Jangan Lewatkan Menikmati Objek Wisata yang ada di Parapat ini
Posted by FACE BATAK on Minggu, 04 Desember 2016
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Kembali kami hadir ke hadapan Anda untuk menyampaikan turi-turian yang baik dan berguna untuk kita. Adapun turi-turian tsb adalah tentang "Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir".
Suatu kebanggaan bagi mayarakat Sumatera Utara, khususnya Orang Batak ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan datang dan menghadiri Acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Samosir SUmatera Utara. Kehadiran bapak Presiden Jokowi (sebutan akrab Presiden Joko Widodo) sangat menyenangkan hati orang batak, bukan hanya yang ada di Samosir bahkan seluruh orang batak yang ada di muka bumi ini.
Tahukah Anda, bahwa sudah 71 tahun Indonesia merayakan Kemerdekaan, untuk pertama kalinya Presiden RI bisa datang dan menyemarakkan Pesona Danau Toba di Samosir. Terimakasih Bapak Jokowi beserta ibu dan rombongan telah datang ke tano Batak. Mungkin ANda bertanya benarkah penyataan kami ini? Benar apa adanya. Presiden-Presiden RI sebelumnya tidak pernah datang ke Samosir, mereka hanya melihat Pulau Samosir dari kejauhan saja, seperti dari Medan ada juga hanya dari pinggiran danau toba seperti dari Parapat itu pun hanya melihat-lihat saja. Kami tidak perlulah menyebutkan siapa Presiden RI yang hanya melihat-lihat Pulau Samosir dari kejauhan itu.
Alasan Presiden Joko Widodo datang ke Pulau Samosir
Tentunya kehadrian bapak Presiden Jokowi ke Danau Toba bukanlah hanya sekedar melihat-lihat saja. Lebih dari pada itu. Presiden Jokowi ikut menyamarakkan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) dan ingin mengembangkan Wisata Danau Toba.
Adapun harapan dan rencana Presdien Jokowi dalam pengembangan Wisata Danau Toba tsb adalah:
Tentunya, pengembangan Wisata Danau Toba ini bukan hanya membuat masyarakat disekitar Danau Toba senang, tapi seluruh orang Batak yang ada di muka bumi ini. Selain itu, tentu akan mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara dan Negara Republik Indonesia.
Tapi yang jelas, Kehadrian Presiden Jokowi di Acara Karnaval Pesona Danau Toba akan membawa angin segar akan Wisata Danai Toba. Terimakasih pak Jokowi, terimakasih Pak Presiden.
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Demikian turi-turian ini kami sampaikan. Horas. Tuhan memberkati.
Sumber Video: Youtube TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Presiden Jokowi beserta rombongan naik kapal fery menuju Samosir |
Suatu kebanggaan bagi mayarakat Sumatera Utara, khususnya Orang Batak ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan datang dan menghadiri Acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Samosir SUmatera Utara. Kehadiran bapak Presiden Jokowi (sebutan akrab Presiden Joko Widodo) sangat menyenangkan hati orang batak, bukan hanya yang ada di Samosir bahkan seluruh orang batak yang ada di muka bumi ini.
![]() |
| Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut Tua-Tua Adat di Samosir |
Tahukah Anda, bahwa sudah 71 tahun Indonesia merayakan Kemerdekaan, untuk pertama kalinya Presiden RI bisa datang dan menyemarakkan Pesona Danau Toba di Samosir. Terimakasih Bapak Jokowi beserta ibu dan rombongan telah datang ke tano Batak. Mungkin ANda bertanya benarkah penyataan kami ini? Benar apa adanya. Presiden-Presiden RI sebelumnya tidak pernah datang ke Samosir, mereka hanya melihat Pulau Samosir dari kejauhan saja, seperti dari Medan ada juga hanya dari pinggiran danau toba seperti dari Parapat itu pun hanya melihat-lihat saja. Kami tidak perlulah menyebutkan siapa Presiden RI yang hanya melihat-lihat Pulau Samosir dari kejauhan itu.
![]() |
| Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana diberi Ulos kehormatan dan Tongkat kebesaran Bangso Batak |
Alasan Presiden Joko Widodo datang ke Pulau Samosir
Tentunya kehadrian bapak Presiden Jokowi ke Danau Toba bukanlah hanya sekedar melihat-lihat saja. Lebih dari pada itu. Presiden Jokowi ikut menyamarakkan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) dan ingin mengembangkan Wisata Danau Toba.
Adapun harapan dan rencana Presdien Jokowi dalam pengembangan Wisata Danau Toba tsb adalah:
- Pengembangan Bandara Sibisa dan Silangit sebagai infrastruktur yang Akan Dibangun di Sumut untuk Mendukung Pariwisata)
- Pengembangan jalan tol, dimana Pemerintah akan mengembangkan jalan tol Siantar-Parapat sepanjang 97 km. Rencana tersebut akan dimulai pada tahun 2017.
- Pembangunan Taman Bunga, Presiden Jokowi berharap adanya obyek wisata baru di Pulau Samosir, yakni Taman Bunga Nusantara, di sekitar Danau Toba. Rencananya, pemerintah akan memilih dua lokasi untuk Taman Bunga Nusantara, yakni di Toba Samosir atau Tapanuli Utara.
- Karnaval kemerdekaan Danau Toba setiap tahun. Karnaval budaya yang digelar di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, tersebut diharapkan akan digelar rutin. Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan karnaval meminta agar Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba digelar setiap tahun. Jokowi menilai, dalam karnaval budaya ini, beragam budaya Batak dapat terlihat. Ia berharap, perbedaan-perbedaan dapat menyatukan Indonesia.
Tentunya, pengembangan Wisata Danau Toba ini bukan hanya membuat masyarakat disekitar Danau Toba senang, tapi seluruh orang Batak yang ada di muka bumi ini. Selain itu, tentu akan mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara dan Negara Republik Indonesia.
Tapi yang jelas, Kehadrian Presiden Jokowi di Acara Karnaval Pesona Danau Toba akan membawa angin segar akan Wisata Danai Toba. Terimakasih pak Jokowi, terimakasih Pak Presiden.
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Demikian turi-turian ini kami sampaikan. Horas. Tuhan memberkati.
Sumber Video: Youtube TINJAKSTAR Agustus 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Inilah Video Ketika Presiden Jokowi Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba di Tano Batak Pulo Samosir
Posted by FACE BATAK on Sabtu, 27 Agustus 2016
BATAK NETWORK - #TerimakasihPakPresiden. Horas Pak Presiden RI Beserta rombongan. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan Bapak Presiden RI yang ke 7 Ir. Joko Widodo dan Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo ke Danau Toba. Dalam rangka Pesta Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) yang diadakan dari tanggal 20 - 21 Agustus 2016.
Kehadiran Bapak Presiden beserta rombongan membawa angin segar untuk perkembangan Wisata Danau Toba (khususnya), dan Sumatera Utara (pada umumnya), di kemudian hari. Sekali lagi terimakasih.
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Inilah Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang beliau sampaikan melalui Akun Halaman Facebook Presiden Joko Widodo.
Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut
Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah.
Menanam pohon di Kebun Raya Samosir
Pada kesempatan itu pula Pak Presiden ke 7 ini menanam Pohon di kebun Raya Samosir
Demikian Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang berhasil kami himpun melalui Halaman Facebook resmi Presiden Joko Widodo. Harapan kita, semoga Wisata Danau Toba semakin berkembang dan seperti yang sudah dikumandangkan bahwa Danau Toba Macaunya Asia. Salam dari kami. Tuhan Memberkati. Horas.
Sumber Foto: Biro Pers Setpres (Halaman Facebook Resmi Presiden Joko Widodo) TINJAKSTAR Agustus 21, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kehadiran Bapak Presiden beserta rombongan membawa angin segar untuk perkembangan Wisata Danau Toba (khususnya), dan Sumatera Utara (pada umumnya), di kemudian hari. Sekali lagi terimakasih.
Mauliate ma di hamu amang presiden nami, nunga ro hamu tu tano batak. Massai las do roha nami di na roro muna i amang presiden. Sai nadenggan ma langkahmuna amang presiden, jala boanma barita nadenggan muse sian tano batak tu dia pe amang presiden mangalangkah di jolo niari. Sahali nai mauliate ma. Horas amang Presiden nami. Horas.
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Inilah Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang beliau sampaikan melalui Akun Halaman Facebook Presiden Joko Widodo.
Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut
"Waktu saya SD masih ingat pelabuhan Sibolga selalu disebut. Sayang salah satu pelabuhan tertua itu tidak pernah dikembangkan. Sekarang mau kita perluas 24000 teus per tahun. Nantinya akan dikembangkan menjadi 60000 teus, 3 kali lipat dari yang sekarang. Pembangunannya harus selesai pada akhir tahun 2017 mendatang. Saya ingin yang cepat, supaya bisa dimanfaatkan masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Tanpa infrastruktur yang baik, akan sulit kita bersaing dengan negara lain." Kata Pak Jokowi seperti dilansir di Halaman Facebook (20/8).
Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah.
"Pulau Samosir dan Danau Toba yang indah. Kita akan kembangkan terus lebih maju sebagai dua tujuan wisata yang mendunia. Potensinya sangat besar. Kita rawat kekayaan alam kita agar dinikmati generasi mendatang." Ungkap Pak Jokowi seperti dilansir di Halaman Facebook (21/8)
Menanam pohon di Kebun Raya Samosir
Pada kesempatan itu pula Pak Presiden ke 7 ini menanam Pohon di kebun Raya Samosir
"Hari ini saya menanam pohon di Kebun Raya Samosir. Kemarin menanam pohon di Desa Parparean, Porsea. Ada sejuta pohon yang akan ditanam di wilayah sekeliling Danau Toba agar lingkungan danau ini kembali hijau sekaligus untuk memperbaiki ekosistemnya. Tolong warga bantu merawat dan mengawasi agar bisa tumbuh." kata Pak Jokowi (21/8)
Demikian Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang berhasil kami himpun melalui Halaman Facebook resmi Presiden Joko Widodo. Harapan kita, semoga Wisata Danau Toba semakin berkembang dan seperti yang sudah dikumandangkan bahwa Danau Toba Macaunya Asia. Salam dari kami. Tuhan Memberkati. Horas.
Sumber Foto: Biro Pers Setpres (Halaman Facebook Resmi Presiden Joko Widodo) TINJAKSTAR Agustus 21, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Catatan Presiden Joko Widodo Tentang Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Posted by FACE BATAK on Minggu, 21 Agustus 2016
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Danau Toba memang sudah mendunia. Tentu ia, karena Danau Toba merupakan salah satu destiny Wisata Alam yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang sudah terkenal, baik di kalangan masyarakat Indonesia sendiri maupun di mancanegara. Sayangnya, ketenaran Danau Toba hanya sebatas Wisata saja. Soal pendidikan masih belum maksimal, karena yang paling tinggi hanya sebatas SMA atau SMU atau SMK saja. Sehingga bila ingin mencari ilmu kejenjang lebih tinggi (Perguruan Tinggi Negeri /PTN), maka masyarakat di sekitar Danau Toba harus keluar daerah, dan biasanya yang bepergian dari kampung ini disebut merantau. Kalao mau sekolah ke luar daerah ya harus merantau juga. Jadi pertanyaannya adalah Mungkinkah ada Universitas Negeri di Wilayah Danau Toba?
Batak Network ingin mengajak Anda sekalin untuk menyimak ulasan di bawah ini.
Saatnya Mendirikan Universitas Negeri Danau Toba
Oleh: Andaru Satnyoto dan Jhohannes Marbun
Bergulirnya wacana Danau Toba sebagai Monaco of Asia dan memasukkannya sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas nasional oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Dr. Rizal Ramli, pembicaraan tentang Kawasan Danau Toba menjadi isu menarik kalangan masyarakat pencinta Danau Toba. Wacana berlanjut dengan rencana terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Danau Toba melalui Peraturan Presiden/ Perpres. Badan Otorita ini diharapkan mampu mengelola kawasan pariwisata Danau Toba dalam satu manajemen terpadu dengan melibatkan masyarakat secara pro aktif.
Pelibatan masyarakat yang komprehensif harus disertai pula pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kawasan Danau Toba. Penguatan SDM di kawasan Danau Toba mutlak perlu untuk suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada pengembangan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pembangunan kawasan Danau Toba dengan menitik-tekankan pada bidang pariwisata tidak dapat dipungkiri akan memberikan efek domino dan berpengaruh pada bidang lainnya seperti pertanian, peternakan, kegunung-apian, geologi, ekonomi, sosial, seni, budaya, hukum, kehutanan, keamanan, keberagamaan, dan banyak bidang lainnya.
Salah satu problem pokok kawasan ini adalah masih minimnya kajian–kajian kawasan, dan lemahnya SDM pariwisata dan berbagai bidang yang terkait dengan teknik, gunung api, geologi dan pertanian-perkebunan, serta kehutanan. Namun hingga saat ini belum ada perguruan tinggi negeri yang secara berkelanjutan ada dan dikembangkan di kawasan Danau Toba.
SDM di tingkat lulusan SMTA / sekolah menengah cukup banyak di kawasan dan di seluruh wilayah propinsi Sumatera Utara. Para siswa atau pemuda-pemudi ini, setelah melewati sekolah menengah di Kawasan Danau Toba, banyak yang melanjutkan perguruan tinggi di luar daerah dan tidak jarang menetap di daerah perantauan atau ke pusat-pusat ekonomi lainnya. Pada akhirnya, di Kawasan Danau Toba masih membutuhkan banyak SDM yang berkualitas dan memiliki hati atau perhatian untuk pengembangan kawasan. Disamping itu kawasan ini juga memerlukan banyak penelitian dan konservasi untuk pelestarian dan pengembangan wilayah.
Untuk itu, pembentukan perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba merupakan keharusan dan keniscayaan yang wajar, untuk keberlanjutan (sustainability) pembangunan secara komprehensif. Dengan demikian, potensi dan permasalahan yang ada di kawasan dapat dikelola menjadi kekuatan pembangunan kawasan Danau Toba.
Pendirian Universitas Negeri Danau Toba
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014 (Permendikbud 17/2014) tentang Pendirian Perguruan Tinggi Negeri bertujuan untuk: a. meningkatkan akses pendidikan tinggi diseluruh wilayah Indonesia; b. meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal; c. meningkatkan mutu sumber daya manusia di daerah untuk mendukung pembangunan; d. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; e. melindungi hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 dan pasal 4 Permendikbud 17/2014 diantaranya; pertama, membentuk perguruan tinggi baru yaitu pendirian perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Sebagai konsekuensi dari rencana pemerintah dalam membangun Danau Toba, maka pemerintah diharapkan tidak saja mengutamakan pembangunan fisik (tangible value) di kawasan, tetapi juga diseimbangkan dengan pembangunan non fisik (intangible value) atau pembangunan masyarakat yang meliputi 8 atau lebih kabupaten yang memiliki keterkaitan dengan Danau Toba. Pandangan demikian, selain sesuai dengan tujuan yang termaktub dalam Permendikbud 17/2014. Hal ini juga sejalan dengan hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang dirilis pada pertengahan Maret 2016 lalu, yang menyebutkan 3 hal penting yang dibutuhkan masyarakat dalam pembangunan kawasan Danau Toba, diantaranya pembangunan infrastruktur, konservasi kawasan Danau Toba, dan pembangunan Sumber Daya Manusia.
Demikian pula program Nawacita Pemerintah mempertegas pentingnya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dan pentingnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.
Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dapat langsung bekerja untuk menyusun dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan melalui Permendikbud 17/2014.
Kedua,penegerian perguruan tinggi. Selain membentuk perguruan tinggi baru, pendirian perguruan tinggi negeri bisa juga berasal dari perguruan tinggi swasta. Ada beberapa perguruan tinggi swasta yang sudah lama eksis di Kawasan Danau Toba, diantaranya Universitas Sisingamangaraja di Siborongborong, Universitas Simalungun di Pematang Siantar, FKIP Universitas HKBP Nomensen di Pematangsiantar, Institute Del, Akademi Keperawatan dan Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna di Laguboti, Tobasa dan beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kawasan Danau Toba.
Penegerian perguruan tinggi memiliki persyaratan yang sama dengan pendirian perguruan tinggi negeri baru, hanya saja ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu a. diusulkan oleh badan hukum penyelenggara; b. mendapat rekomendasi pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota; c. memiliki lahan yang bersertifikat atas nama badan hukum penyelenggara atau pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota; d. memiliki dosen dan tenaga kependidikan; e. penyerahan aset berupa lahan, sarana dan prasarana perguruan tinggi; f. pernyataan pegawai perguruan tinggi swasta tidak menuntut untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil; dan g. pernyataan kesediaan badan hukum penyelenggara dan/atau pemerintah daerah setempat untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan perguruan tinggi sebelum dapat dibiayai secara penuh oleh Pemerintah.
Potensi usulan dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, bisa saja dilakukan oleh masing-masing Badan Hukum Penyelenggara yang ada. Untuk itu, Pemerintah harus arif dan bijaksana dengan mempertimbangkan semangat kebersamaan di antara masyarakat yang bermukim di Kawasan Danau Toba. Sehingga lahirnya perguruan tinggi negeri di kawasan Danau Toba diharapkan dapat mendorong proses percepatan pembangunan masyarakat di Kawasan Danau Toba dan menjadikan masyarakat di kawasan Danau Toba sebagai pelaku pembangunan.
Namun melihat kemungkinan kerumitan yang ada, pilihan pertama, pemerintah lah yang mendirikan perguruan tingi. Sudah saatnya Pemerintah mendirikan Satu Universitas atau perguruan tinggi di kawasan Danau Toba. Misalnya, pendirian ini di pusatkan di Merek Kabupaten karo atau wilyah Dairi, dengan demikian hal ini dapat mendorong tumbuhnya wilayah pengembangan yang baru.
Perguruan tinggi ini setidaknya akan memiliki bidang teknik sipil, desain, arsitektur, geologi, pertanian, perkembunan, kehutanan, ilmu sosial dan antropologi, pariwisata, ekonomi, ilmu budaya (Batakaologi). Semoga hal ini tidak wacana. Kehadiran Universitas Negeri Danau Toba yang segera sangat dinantikan.
Tentang Penulis:
![]() |
| Wisata Danau Toba, Sumut (Foto: Google Image) |
Batak Network ingin mengajak Anda sekalin untuk menyimak ulasan di bawah ini.
Saatnya Mendirikan Universitas Negeri Danau Toba
Oleh: Andaru Satnyoto dan Jhohannes Marbun
Bergulirnya wacana Danau Toba sebagai Monaco of Asia dan memasukkannya sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas nasional oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Dr. Rizal Ramli, pembicaraan tentang Kawasan Danau Toba menjadi isu menarik kalangan masyarakat pencinta Danau Toba. Wacana berlanjut dengan rencana terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Danau Toba melalui Peraturan Presiden/ Perpres. Badan Otorita ini diharapkan mampu mengelola kawasan pariwisata Danau Toba dalam satu manajemen terpadu dengan melibatkan masyarakat secara pro aktif.
Pelibatan masyarakat yang komprehensif harus disertai pula pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kawasan Danau Toba. Penguatan SDM di kawasan Danau Toba mutlak perlu untuk suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada pengembangan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pembangunan kawasan Danau Toba dengan menitik-tekankan pada bidang pariwisata tidak dapat dipungkiri akan memberikan efek domino dan berpengaruh pada bidang lainnya seperti pertanian, peternakan, kegunung-apian, geologi, ekonomi, sosial, seni, budaya, hukum, kehutanan, keamanan, keberagamaan, dan banyak bidang lainnya.
Salah satu problem pokok kawasan ini adalah masih minimnya kajian–kajian kawasan, dan lemahnya SDM pariwisata dan berbagai bidang yang terkait dengan teknik, gunung api, geologi dan pertanian-perkebunan, serta kehutanan. Namun hingga saat ini belum ada perguruan tinggi negeri yang secara berkelanjutan ada dan dikembangkan di kawasan Danau Toba.
SDM di tingkat lulusan SMTA / sekolah menengah cukup banyak di kawasan dan di seluruh wilayah propinsi Sumatera Utara. Para siswa atau pemuda-pemudi ini, setelah melewati sekolah menengah di Kawasan Danau Toba, banyak yang melanjutkan perguruan tinggi di luar daerah dan tidak jarang menetap di daerah perantauan atau ke pusat-pusat ekonomi lainnya. Pada akhirnya, di Kawasan Danau Toba masih membutuhkan banyak SDM yang berkualitas dan memiliki hati atau perhatian untuk pengembangan kawasan. Disamping itu kawasan ini juga memerlukan banyak penelitian dan konservasi untuk pelestarian dan pengembangan wilayah.
Untuk itu, pembentukan perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba merupakan keharusan dan keniscayaan yang wajar, untuk keberlanjutan (sustainability) pembangunan secara komprehensif. Dengan demikian, potensi dan permasalahan yang ada di kawasan dapat dikelola menjadi kekuatan pembangunan kawasan Danau Toba.
Pendirian Universitas Negeri Danau Toba
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 17 tahun 2014 (Permendikbud 17/2014) tentang Pendirian Perguruan Tinggi Negeri bertujuan untuk: a. meningkatkan akses pendidikan tinggi diseluruh wilayah Indonesia; b. meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal; c. meningkatkan mutu sumber daya manusia di daerah untuk mendukung pembangunan; d. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; e. melindungi hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pendirian perguruan tinggi negeri di Kawasan Danau Toba sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 dan pasal 4 Permendikbud 17/2014 diantaranya; pertama, membentuk perguruan tinggi baru yaitu pendirian perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Sebagai konsekuensi dari rencana pemerintah dalam membangun Danau Toba, maka pemerintah diharapkan tidak saja mengutamakan pembangunan fisik (tangible value) di kawasan, tetapi juga diseimbangkan dengan pembangunan non fisik (intangible value) atau pembangunan masyarakat yang meliputi 8 atau lebih kabupaten yang memiliki keterkaitan dengan Danau Toba. Pandangan demikian, selain sesuai dengan tujuan yang termaktub dalam Permendikbud 17/2014. Hal ini juga sejalan dengan hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang dirilis pada pertengahan Maret 2016 lalu, yang menyebutkan 3 hal penting yang dibutuhkan masyarakat dalam pembangunan kawasan Danau Toba, diantaranya pembangunan infrastruktur, konservasi kawasan Danau Toba, dan pembangunan Sumber Daya Manusia.
Demikian pula program Nawacita Pemerintah mempertegas pentingnya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dan pentingnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.
Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dapat langsung bekerja untuk menyusun dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan melalui Permendikbud 17/2014.
Kedua,penegerian perguruan tinggi. Selain membentuk perguruan tinggi baru, pendirian perguruan tinggi negeri bisa juga berasal dari perguruan tinggi swasta. Ada beberapa perguruan tinggi swasta yang sudah lama eksis di Kawasan Danau Toba, diantaranya Universitas Sisingamangaraja di Siborongborong, Universitas Simalungun di Pematang Siantar, FKIP Universitas HKBP Nomensen di Pematangsiantar, Institute Del, Akademi Keperawatan dan Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna di Laguboti, Tobasa dan beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kawasan Danau Toba.
Penegerian perguruan tinggi memiliki persyaratan yang sama dengan pendirian perguruan tinggi negeri baru, hanya saja ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu a. diusulkan oleh badan hukum penyelenggara; b. mendapat rekomendasi pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota; c. memiliki lahan yang bersertifikat atas nama badan hukum penyelenggara atau pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota; d. memiliki dosen dan tenaga kependidikan; e. penyerahan aset berupa lahan, sarana dan prasarana perguruan tinggi; f. pernyataan pegawai perguruan tinggi swasta tidak menuntut untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil; dan g. pernyataan kesediaan badan hukum penyelenggara dan/atau pemerintah daerah setempat untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan perguruan tinggi sebelum dapat dibiayai secara penuh oleh Pemerintah.
Potensi usulan dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, bisa saja dilakukan oleh masing-masing Badan Hukum Penyelenggara yang ada. Untuk itu, Pemerintah harus arif dan bijaksana dengan mempertimbangkan semangat kebersamaan di antara masyarakat yang bermukim di Kawasan Danau Toba. Sehingga lahirnya perguruan tinggi negeri di kawasan Danau Toba diharapkan dapat mendorong proses percepatan pembangunan masyarakat di Kawasan Danau Toba dan menjadikan masyarakat di kawasan Danau Toba sebagai pelaku pembangunan.
Namun melihat kemungkinan kerumitan yang ada, pilihan pertama, pemerintah lah yang mendirikan perguruan tingi. Sudah saatnya Pemerintah mendirikan Satu Universitas atau perguruan tinggi di kawasan Danau Toba. Misalnya, pendirian ini di pusatkan di Merek Kabupaten karo atau wilyah Dairi, dengan demikian hal ini dapat mendorong tumbuhnya wilayah pengembangan yang baru.
Perguruan tinggi ini setidaknya akan memiliki bidang teknik sipil, desain, arsitektur, geologi, pertanian, perkembunan, kehutanan, ilmu sosial dan antropologi, pariwisata, ekonomi, ilmu budaya (Batakaologi). Semoga hal ini tidak wacana. Kehadiran Universitas Negeri Danau Toba yang segera sangat dinantikan.
Tentang Penulis:
- Andaru Satnyoto, Sekretaris Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Dosen Fisipol UKI – Jakarta
- Jhohannes Marbun, Sekretaris Eksekutif YPDT, pemerhati warisan budaya dan museum.
BATAK NETWORK - Agak geli juga aku baca komen-komen orang soal ikan mati di Danau Toba ini. Ada pulak yang menghubung-hubungkan dengan abu gunung Sinabung. Geok kali kurasa.
Aku nggak pande kalilah soal perikanan. Tapi yang kek gini kan sering kali terjadi di Cirata dan Jatiluhur atau perairan air tawar yang ada kerambanya, kek Danau Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sana.
Taunya aku kek gini. Itu keramba kan tiap hari ditaburi berton-ton pelet. Tak semua pelet itu dialtup ikan-ikan itu. Berton-ton sisa jatuh dan mengendap di dasar danau. Jadi racun dia disitu. Nah, kali-kali tempo ada arus besar dibawah sana, terbongkar dan naiklah lumpur limbah itu ke atas. Mabuklah ikan-ikan di keramba itu. Matek dia.
Cemmana tak mati pulak? Itu kek kita disuruh hirup lobang buangan taik, apalah namanya itu... septic tank. Banyak kali gas beracunnya itu. Tak percaya, cok lah kau coba. Kalau kelen tak pingsan, kukasih hadiah bombon.
Nah, kalok itu limbah sudah ngendap lagi, ikan di keramba bisa hidup lagi. Nanti kali-kali tempo, naik lagi. Lebih beracun, karena limbah makin banyak... ya kan? Matek lagi lah ikan-ikan itu.
Jadi, kukasih tahu kelen, sampek nanti Danau Toba itu penuh limbah, itu ikan-ikan tak bisa hidup lagi. Itu perusahaan Aquafarm dan lain-lain pindah ke danau lain. Tutup pun tak apa. Sudah untung banyak dia. Namanya pun kapitalis... ya kan? Dia hanya cari untung.
Tinggallah orang-orang di Danau Toba yang sibuk garuk-garuk panu dan kurap kena racun air danau. Sampe bekerak tak bersih lagi danau itu. Kalau mau, kelen tunggulah 50 tahun.
Jadi, ditokohin nya kita ini. Jangan kelen bilang pejabat pemerintah yang kasih ijin bodok. Tau nya dia itu. Tapi dia dikasih uang besar untuk kasih ijin itu. Kena sogok nya semua hantu belau itu.
Yah... tapi kalau awak ngomong, dibilang banyak kecek, sok pande pulak nanti. Takutnya dibacok pulak sama kawan-kawan yang punya keramba itu. Matik pulak awak. Nggak syor kali pun.
Penulis: Nestor Rico Tambun
Sumber: Faebook Grou Anak Siantar (GAS) TINJAKSTAR Mei 07, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Kkan mati di Keramba, Haranggaol Danau Toba, Tobasa Sumut Foto: Facebook |
Aku nggak pande kalilah soal perikanan. Tapi yang kek gini kan sering kali terjadi di Cirata dan Jatiluhur atau perairan air tawar yang ada kerambanya, kek Danau Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sana.
Taunya aku kek gini. Itu keramba kan tiap hari ditaburi berton-ton pelet. Tak semua pelet itu dialtup ikan-ikan itu. Berton-ton sisa jatuh dan mengendap di dasar danau. Jadi racun dia disitu. Nah, kali-kali tempo ada arus besar dibawah sana, terbongkar dan naiklah lumpur limbah itu ke atas. Mabuklah ikan-ikan di keramba itu. Matek dia.
Cemmana tak mati pulak? Itu kek kita disuruh hirup lobang buangan taik, apalah namanya itu... septic tank. Banyak kali gas beracunnya itu. Tak percaya, cok lah kau coba. Kalau kelen tak pingsan, kukasih hadiah bombon.
Nah, kalok itu limbah sudah ngendap lagi, ikan di keramba bisa hidup lagi. Nanti kali-kali tempo, naik lagi. Lebih beracun, karena limbah makin banyak... ya kan? Matek lagi lah ikan-ikan itu.
Jadi, kukasih tahu kelen, sampek nanti Danau Toba itu penuh limbah, itu ikan-ikan tak bisa hidup lagi. Itu perusahaan Aquafarm dan lain-lain pindah ke danau lain. Tutup pun tak apa. Sudah untung banyak dia. Namanya pun kapitalis... ya kan? Dia hanya cari untung.
Tinggallah orang-orang di Danau Toba yang sibuk garuk-garuk panu dan kurap kena racun air danau. Sampe bekerak tak bersih lagi danau itu. Kalau mau, kelen tunggulah 50 tahun.
Jadi, ditokohin nya kita ini. Jangan kelen bilang pejabat pemerintah yang kasih ijin bodok. Tau nya dia itu. Tapi dia dikasih uang besar untuk kasih ijin itu. Kena sogok nya semua hantu belau itu.
Yah... tapi kalau awak ngomong, dibilang banyak kecek, sok pande pulak nanti. Takutnya dibacok pulak sama kawan-kawan yang punya keramba itu. Matik pulak awak. Nggak syor kali pun.
Penulis: Nestor Rico Tambun
Sumber: Faebook Grou Anak Siantar (GAS) TINJAKSTAR Mei 07, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Kabar baik datang dari kota Melbourne Australia. Dimana di kota ini diadakan sebuah pagelaran Budaya yang bernama MOOMBA. Peserta acara ini dari berbagai suku bangsa yang tinggal di negara Kanguru ini dan dari seluruh dunia. Pada kesempatan ini pula, Budaya Batak ikut ditampilkan oleh Perkumpulan Bonapasogit Melbourne Australia.
Sekilas mengenai Acara MOOMBA
Setiap tahun di Melbourne ada perayaan yang namanya MOOMBA, yang mana di Australia kebanyakan penduduknya datang dari seluruh dunia. Pada hari Moomba itu semua bangsa menunjukan kebudayaannya masing-masing. Tak ketinggalan Perkumpulan Bonapasogit Melbourne berkesempatan menunjukkan Budaya Batak dengan nama Indonesia. Biasanya Acara Moomba ini berlangsung pada tanggal 14 Maret tiap tahunnya.
Di hari Moomba tepatnya Senin (14/3/2016) ini, selain Perkumpulan Bonapasogit Melbourne, Orang Indonesua lainnya seperti suku Jawa, Bali, dan lainnya yang tinngal di Australia ikut berpartisipasi merayakan pesta Moomba ini dengan menampilkan budaya masing-masing.
Perkumpulan Bonapasogit Melbourne sendiri dalam pesta Moomba itu menampilkan budaya Batak dihadapan peserta pesta dengan mempertunjukkan Tortor Batak lengkap dengan Ulos dan membawa tandok. Dengan begitu, dunia pun tahu bahwa Tortor Batak dan Ulos Batak itu berasal dari Indonesia.
Johnny Siregar yang tinggal di Melbourne bagian dari Perkumpulan Bonapasogit Melbourne dengan senang hati mengikuti acara Moomba ini.
"Kami orang-orang Batak di Melbourne Selalu tampil dalam acara kebudayaan bangsa se Dunia" ungkap Johnny Seregar dengan bangga dan senang.
"Bangga melihat Budaya Batak ikut Parade di Melbourne... Horas GAS (Group Anak Siantar) salam dari Aussie" katanya lebih lanjut.
Laporan: Johnny Siregar Australia
Sumber: Group Anak Siantar TINJAKSTAR Maret 14, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Perkumpulan Bonapasogit Melbourne Bangga Menampilkan Budaya Batak di Acara MOOMBA Australia (Foto: Johny Siregar) |
Sekilas mengenai Acara MOOMBA
Setiap tahun di Melbourne ada perayaan yang namanya MOOMBA, yang mana di Australia kebanyakan penduduknya datang dari seluruh dunia. Pada hari Moomba itu semua bangsa menunjukan kebudayaannya masing-masing. Tak ketinggalan Perkumpulan Bonapasogit Melbourne berkesempatan menunjukkan Budaya Batak dengan nama Indonesia. Biasanya Acara Moomba ini berlangsung pada tanggal 14 Maret tiap tahunnya.
Di hari Moomba tepatnya Senin (14/3/2016) ini, selain Perkumpulan Bonapasogit Melbourne, Orang Indonesua lainnya seperti suku Jawa, Bali, dan lainnya yang tinngal di Australia ikut berpartisipasi merayakan pesta Moomba ini dengan menampilkan budaya masing-masing.
Perkumpulan Bonapasogit Melbourne sendiri dalam pesta Moomba itu menampilkan budaya Batak dihadapan peserta pesta dengan mempertunjukkan Tortor Batak lengkap dengan Ulos dan membawa tandok. Dengan begitu, dunia pun tahu bahwa Tortor Batak dan Ulos Batak itu berasal dari Indonesia.
![]() |
| Perkumpulan Bonapasogit Melbourne Bangga Menampilkan Budaya Batak di Acara MOOMBA Australia (Foto: Johny Siregar) |
Johnny Siregar yang tinggal di Melbourne bagian dari Perkumpulan Bonapasogit Melbourne dengan senang hati mengikuti acara Moomba ini.
"Kami orang-orang Batak di Melbourne Selalu tampil dalam acara kebudayaan bangsa se Dunia" ungkap Johnny Seregar dengan bangga dan senang.
"Bangga melihat Budaya Batak ikut Parade di Melbourne... Horas GAS (Group Anak Siantar) salam dari Aussie" katanya lebih lanjut.
Laporan: Johnny Siregar Australia
Sumber: Group Anak Siantar TINJAKSTAR Maret 14, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Perkumpulan Bonapasogit Melbourne Bangga Menampilkan Budaya Batak di Acara MOOMBA Australia
Posted by FACE BATAK on Senin, 14 Maret 2016
BATAk NETWORK - Horas ma dihita saluhutna. Horas juga untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo beserta rombongan, telah menyempatkan diri untuk datang atau blusukan ke Danau Toba, Pulau (Pulo) Samosir, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kedatangan Presiden RI yang ke 7 ini merupakan momentum paling bersejarah di tanah Bangso (orang) Batak.
Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut
Provinsi Sumut memiliki beberapa Wisata Alam yang indah. Salah satunya adalah Pulo Samosir yang dikeliling oleh Danau yang bernama Danau Toba. Danau Toba ini bukan hanya sekedar tempat Wisata Alam yang Indah di tanah air kita ini, tetapi juga melambangkan tentang Budaya Bangso Batak di Sumut. Artinya, ketika orang berbicara tentang Danau Toba, maka itu sama dengan berbicara tentang Kebatakan. Dimana Danau Toba (Tao Toba) merupakan kebanggaan bagi Orang Batak.
Kabar tentang keindahan Danau Toba memang sudah tidak bisa lagi dipungkiri. Sudah banyak cerita mengenai Danau Toba. Dari legenda terjadinya Danau Toba, sampai dengan wisatanya. Tapi sayang... perkembangan Wisata Danau Toba hanya begitu-begitu saja alias stagnan. Disamping itu, pemerintah-pemerintah sebelumnya hanya memandang sebelah mata mengenai hal ini. Bahkan, cenderung Danau Toba dijadikan sebagai sapi perah saja, seperti adanya penebangan pohon-pohon di sekitar Danau Toba dengan alasan membuka pabrik kertas, bertebarnya kerambah-kerambah yang menjadikan Danau Toba tercemar dan lain sebagainya. Anehnya, semua itu disetujui oleh pemerintah. Sangat ironis bukan. Kami berani mengakatan hal ini, karena fenomena ini bukan rahasia umum lagi.
Ketika kami mendengar kabar bahwa Danau Toba akan dibangun dan dijadikan sebagai Pusat Wisata Alam di Sumut oleh pemerintah saat ini (kabar yang terdengar akan dijadikan sebagai Monaco Asia). Kabar tsb merupakan kabar baik untuk kami. Tentunya, Danau Toba bukan lagi dipandang sebelah mata, tapi menjadi Tempat Wisata Alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan (baik dalam negeri dan luar negeri).
Dengan Kehadiran Presiden Jokowi, tentunya pemerintah sangat serius untuk membangun Wisata Danau Toba di Sumut. Kami sangat berterimakasih sekali atas kehadiran bapak Presiden RI yang ke-7 ini beserta rombongan. Karena kami yakin bahwa "Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut".
Horas Pak Jokowi beserta rombongan, Selamat Datang di Danau Toba yang indah.
Seperti yang telah kami pesankan sebelumnya, apabila Pak Jokowi sudah sampai di Danau Toba, jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner khas Danau Toba yaitu OMBUS-OMBUS. Ombus-ombus ini enak sekali loh Pak Presiden, hehehe.... apalagi Ombus-Ombus ini dinikmati saat masih hangat... ueeee... enak tenan.... hehehe.
Salam hormat dari kami. Horas. Tuhan memberkati.*** TINJAKSTAR Februari 26, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Danau Toba Yang Indah (Foto: Batak Network) |
Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut
Provinsi Sumut memiliki beberapa Wisata Alam yang indah. Salah satunya adalah Pulo Samosir yang dikeliling oleh Danau yang bernama Danau Toba. Danau Toba ini bukan hanya sekedar tempat Wisata Alam yang Indah di tanah air kita ini, tetapi juga melambangkan tentang Budaya Bangso Batak di Sumut. Artinya, ketika orang berbicara tentang Danau Toba, maka itu sama dengan berbicara tentang Kebatakan. Dimana Danau Toba (Tao Toba) merupakan kebanggaan bagi Orang Batak.
Kabar tentang keindahan Danau Toba memang sudah tidak bisa lagi dipungkiri. Sudah banyak cerita mengenai Danau Toba. Dari legenda terjadinya Danau Toba, sampai dengan wisatanya. Tapi sayang... perkembangan Wisata Danau Toba hanya begitu-begitu saja alias stagnan. Disamping itu, pemerintah-pemerintah sebelumnya hanya memandang sebelah mata mengenai hal ini. Bahkan, cenderung Danau Toba dijadikan sebagai sapi perah saja, seperti adanya penebangan pohon-pohon di sekitar Danau Toba dengan alasan membuka pabrik kertas, bertebarnya kerambah-kerambah yang menjadikan Danau Toba tercemar dan lain sebagainya. Anehnya, semua itu disetujui oleh pemerintah. Sangat ironis bukan. Kami berani mengakatan hal ini, karena fenomena ini bukan rahasia umum lagi.
![]() |
| Wisatawan Dalam Negeri sedang Foto Bersama dan Menikmati Keindahan Alam Wisata di Danau Toba (Foto: Batak Network) |
Ketika kami mendengar kabar bahwa Danau Toba akan dibangun dan dijadikan sebagai Pusat Wisata Alam di Sumut oleh pemerintah saat ini (kabar yang terdengar akan dijadikan sebagai Monaco Asia). Kabar tsb merupakan kabar baik untuk kami. Tentunya, Danau Toba bukan lagi dipandang sebelah mata, tapi menjadi Tempat Wisata Alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan (baik dalam negeri dan luar negeri).
Dengan Kehadiran Presiden Jokowi, tentunya pemerintah sangat serius untuk membangun Wisata Danau Toba di Sumut. Kami sangat berterimakasih sekali atas kehadiran bapak Presiden RI yang ke-7 ini beserta rombongan. Karena kami yakin bahwa "Kehadiran Jokowi ke Danau Toba Membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata di Sumut".
Horas Pak Jokowi beserta rombongan, Selamat Datang di Danau Toba yang indah.
Seperti yang telah kami pesankan sebelumnya, apabila Pak Jokowi sudah sampai di Danau Toba, jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner khas Danau Toba yaitu OMBUS-OMBUS. Ombus-ombus ini enak sekali loh Pak Presiden, hehehe.... apalagi Ombus-Ombus ini dinikmati saat masih hangat... ueeee... enak tenan.... hehehe.
Salam hormat dari kami. Horas. Tuhan memberkati.*** TINJAKSTAR Februari 26, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas madihita saluhutna. Tarbarita kabar bahwa Presiden Indonesia ke 7 Joko Widodo akan datang berkunjung ke Danau Toba.. Ada apa gerangan? Jawabannya adalah Kedatangan Pak Jokowi (panggilan akrab Presiden RI ke-7) akan membawa Angin Segar Bagi Kebangkitan Pariwisata Danau Toba, provinsi Sumatera Utara.
Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu 27 Februari 2016. Presiden rencananya akan berada di Sumut hingga 29 Februari 2016. Salah satu wilayah yang akan disambanginya adalah Danau Toba. (Update: Kedatangan Presiden Jokowi ke Sumut ditunda, direncanakan akan datang tgl. 1 - 3 Maret 2016).
Berbicara tentang Danau Toba, itu berarti berbicara tentang Batak dan Sumut. Dimana Danau Toba merupakan ikon dari Sumut, dan itu tidak bisa dipungkiri. Dan saya percaya, anda dan saya setuju akan hal itu.
Sedikit penjelasan mengenai Danau Toba. Danau Toba ini merupakan danau terluas di Indonesia dan Asia Tenggara yang diperkirakan memiliki luas 1.145 km persegi ini menyajikan pemandangan indah dengan Pulau Samosir seluas 640 km persegi berada di tengahnya. Bahkan diatas Pulau Samosir masih ada Danau Sidihoni. Berarti ada danau diatas danau kata orang kampungku dari Sihorbo, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Baca Juga: Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau
Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang di Danau Toba
Sebagai keluarga besar Bangso Batak yang tinggal diperantauan, kami hanya bisa mengucapkan: Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang Ke Danau Toba. Kedatangan Bapak ke Tanah Batak tentunya akan menbawa nilai positif dan angin segar, yaitu bangkitnya pariwisata Danau Toba.
Kedatangan Pak Jokowi ke Danau Toba akan membuat seluruh mata rakyat Indonesia akan tertuju ke Danau Toba. Bahkan bukan hanya Indonesia, tetapi Dunia. Dengan begitu, pariwisata di Sumut khususnya Danau Toba akan berkembang. Sepengetahuan kami (mohon maaf kalau keliru), selain Bung Karno, baru kali ini seorang Presiden Indonesia kembali berkunjung ke Danau Toba.
Itu saja yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang Pak Presiden rencanakan untuk pembangunan Danau Toba kedepannya bisa tercapai. Pesan kami untuk Pak Jokowi, jangan lupa untuk makan Ombus-ombus dan Mangga Toba di seputaran Parapat. Ombus-ombus ini enak lo pak dimakan apalagi pas hangat.... ueeee sedap kali lho pak. Hehehehe...
Sekali lagi,,. Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang di Danau Toba. Tuhan Memberkati. Horas.***
Penulis: Admin Batak Network TINJAKSTAR Februari 26, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu 27 Februari 2016. Presiden rencananya akan berada di Sumut hingga 29 Februari 2016. Salah satu wilayah yang akan disambanginya adalah Danau Toba. (Update: Kedatangan Presiden Jokowi ke Sumut ditunda, direncanakan akan datang tgl. 1 - 3 Maret 2016).
Berbicara tentang Danau Toba, itu berarti berbicara tentang Batak dan Sumut. Dimana Danau Toba merupakan ikon dari Sumut, dan itu tidak bisa dipungkiri. Dan saya percaya, anda dan saya setuju akan hal itu.
Sedikit penjelasan mengenai Danau Toba. Danau Toba ini merupakan danau terluas di Indonesia dan Asia Tenggara yang diperkirakan memiliki luas 1.145 km persegi ini menyajikan pemandangan indah dengan Pulau Samosir seluas 640 km persegi berada di tengahnya. Bahkan diatas Pulau Samosir masih ada Danau Sidihoni. Berarti ada danau diatas danau kata orang kampungku dari Sihorbo, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Baca Juga: Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau
Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang di Danau Toba
Sebagai keluarga besar Bangso Batak yang tinggal diperantauan, kami hanya bisa mengucapkan: Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang Ke Danau Toba. Kedatangan Bapak ke Tanah Batak tentunya akan menbawa nilai positif dan angin segar, yaitu bangkitnya pariwisata Danau Toba.
Kedatangan Pak Jokowi ke Danau Toba akan membuat seluruh mata rakyat Indonesia akan tertuju ke Danau Toba. Bahkan bukan hanya Indonesia, tetapi Dunia. Dengan begitu, pariwisata di Sumut khususnya Danau Toba akan berkembang. Sepengetahuan kami (mohon maaf kalau keliru), selain Bung Karno, baru kali ini seorang Presiden Indonesia kembali berkunjung ke Danau Toba.
Itu saja yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang Pak Presiden rencanakan untuk pembangunan Danau Toba kedepannya bisa tercapai. Pesan kami untuk Pak Jokowi, jangan lupa untuk makan Ombus-ombus dan Mangga Toba di seputaran Parapat. Ombus-ombus ini enak lo pak dimakan apalagi pas hangat.... ueeee sedap kali lho pak. Hehehehe...
Sekali lagi,,. Horas Presiden Jokowi, Selamat Datang di Danau Toba. Tuhan Memberkati. Horas.***
Penulis: Admin Batak Network TINJAKSTAR Februari 26, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas ma di hita saluhutna. Akhir-akhir ini, Pulau (Pulo) Samosir yang dikelilingi oleh Danau Toba menjadi buah bibir di republik ini. Apapun mengenai Danau Toba dan Pulo Samosir menjadi topik hangat untuk bahan pembicaraan, dari keindahan alamnya, budaya yang ada di dalamnya, sampai dengan lingkungannya. Karena diceritakan, bahwa kelak Pulau Samosir ini akan menjadi salah satu pusat Wisata provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Bagi suku Batak, tentu pulo Samosir ini sudah tidak asing lagi, karena rata-rata orang batak berasal dari pulo yang indah ini. Tapi bagaimana dengan selain suku batak? Barangkali mereka ingin menikmati keindahan alam pulo Samosir ini. Lebih lanjut, mari kita simak berikut di bawah ini.
Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau
Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau di dalam pulau Sumatera di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut seluas 630 km2.
Pulau Samosir tercatat sebagai peringkat 5 dunia pulau terbesar di tengah danau. Semakin unik lagi karena pulau di tengah Danau Toba ini memiliki dua danau diatasnya yakni Danau Aek Natonang di Desa Tanjungan dan Danau Sidihoni dengan Pulo Pearung di tengahnya terdapat di Huta Panrnakohan Lumban Suhi.
Sebenarnya Ada dua keajaiban yang ada pada daerah wisata ini.
Pertama, Pulau Samosir merupakan Pulau di tengah Danau Toba, sedangkan Danau Toba sendiri berada di Pulau Sumatera. Oleh karena itu, Pulau Samosir terkenal dengan sebutan Pulau di dalam Pulau, yaitu Pulau Samosir di dalam Pulau Sumatera.
Keajaiban kedua, Terdapat pula Danau di dalam Danau yang tepatnya terletak di Pulau Samosir. Sidihoni dan Aek Natonang, sebutan untuk Danau di dalam Danau. Atau dengan kata lain, Terdapat Danau di Dalam Danau yang juga berada di Pulau di dalam Pulau.
Ada lima akses yang bisa dipilih untuk perjalanan menuju Pulau Samosir yang berjarak 176 km dari Kota Medan dengan waktu tempuh rata-rata 4 jam.
Empat akses dengan melintasi Danau Toba, satu akses melalui jalan darat.
Paling tenar masuk Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata di Parapat menuju Pelabuhan Tomok di Samosir dengan 45 menit menumpangi kapal feri. Kapal feri ini dapat mengangkut kendaraan roda empat.
Akses lainnya adalah Tigaras-Simanindo menyeberang dengan feri. Pelabuhan Tigaras berada di Simalungun, sementara Simanindo berada di Samosir.
Dapat juga melalui Pelabuhan Balige di Tobasa menyeberang dengan feri dan Pelabuhan Muara di Tapanuli Utara menyeberang dengan kapal penumpang ke Nainggolan di Samosir.
Satu-satunya jalur darat melalui Jalan Tele yang menghubungkan Samosir dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan melintasi Jembatan Tano Ponggol buatan kolonial Belanda.
Itulah cerita singkat tentang Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau. Semoga bermanfaat, dan selamat berwisata alam di Pulo Samosir. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Internet TINJAKSTAR Februari 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Wisata Danau Toba - Pulau Samosir Propinsi Sumut (Foto: Facebook) |
Bagi suku Batak, tentu pulo Samosir ini sudah tidak asing lagi, karena rata-rata orang batak berasal dari pulo yang indah ini. Tapi bagaimana dengan selain suku batak? Barangkali mereka ingin menikmati keindahan alam pulo Samosir ini. Lebih lanjut, mari kita simak berikut di bawah ini.
Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau
Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau di dalam pulau Sumatera di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut seluas 630 km2.
Pulau Samosir tercatat sebagai peringkat 5 dunia pulau terbesar di tengah danau. Semakin unik lagi karena pulau di tengah Danau Toba ini memiliki dua danau diatasnya yakni Danau Aek Natonang di Desa Tanjungan dan Danau Sidihoni dengan Pulo Pearung di tengahnya terdapat di Huta Panrnakohan Lumban Suhi.
Sebenarnya Ada dua keajaiban yang ada pada daerah wisata ini.
Pertama, Pulau Samosir merupakan Pulau di tengah Danau Toba, sedangkan Danau Toba sendiri berada di Pulau Sumatera. Oleh karena itu, Pulau Samosir terkenal dengan sebutan Pulau di dalam Pulau, yaitu Pulau Samosir di dalam Pulau Sumatera.
Keajaiban kedua, Terdapat pula Danau di dalam Danau yang tepatnya terletak di Pulau Samosir. Sidihoni dan Aek Natonang, sebutan untuk Danau di dalam Danau. Atau dengan kata lain, Terdapat Danau di Dalam Danau yang juga berada di Pulau di dalam Pulau.
Ada lima akses yang bisa dipilih untuk perjalanan menuju Pulau Samosir yang berjarak 176 km dari Kota Medan dengan waktu tempuh rata-rata 4 jam.
Empat akses dengan melintasi Danau Toba, satu akses melalui jalan darat.
Paling tenar masuk Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata di Parapat menuju Pelabuhan Tomok di Samosir dengan 45 menit menumpangi kapal feri. Kapal feri ini dapat mengangkut kendaraan roda empat.
Akses lainnya adalah Tigaras-Simanindo menyeberang dengan feri. Pelabuhan Tigaras berada di Simalungun, sementara Simanindo berada di Samosir.
Dapat juga melalui Pelabuhan Balige di Tobasa menyeberang dengan feri dan Pelabuhan Muara di Tapanuli Utara menyeberang dengan kapal penumpang ke Nainggolan di Samosir.
Satu-satunya jalur darat melalui Jalan Tele yang menghubungkan Samosir dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan melintasi Jembatan Tano Ponggol buatan kolonial Belanda.
Itulah cerita singkat tentang Pulau Samosir Yang Indah, Pulau di dalam Pulau. Semoga bermanfaat, dan selamat berwisata alam di Pulo Samosir. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Internet TINJAKSTAR Februari 04, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Berhubung tepat pada hari ini, di tahun yang baru 2015, admin Beranda Batak sebelumnya ingin mengucapkan selamat tahun baru, semoga kesuksesan senangtiasa menyertai kita, amin. Terkait apa yang terbaru yang ingin kami bagikan untuk anda adalah ulasan tempat dan objek wisata yang ada di tanah batak, sumatra utara?, jadikan artikel ini sebagai referensi anda seebelum menentukan di lokasi wisata mana anda akan berkunjung.
Gunung Sibayak yang terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dari permukaan laut. Gunung yang keadaan puncaknya yang sudah porak poranda karena letusan di masa lalu ini bisa dicapai dari dua tempat yaitu: dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung) dan dari kota Brastagi. Gunung Sibayak ini merupakan gunng api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat. Gunung ini tidak begitu sulit untuk didaki bahkan oleh seorang pemula sekalipun. Seperti halnya Gunung Gede di Jawa Barat, gunung ini selalu ramai dikunjungi oleh para pendaki lokal dimalam minggu. Mereka biasanya mulai mendaki sekitar jam 02.00 dini hari untuk mendapatkan pemandangan matahari terbit dipuncak gunung ini. Dari puncak gunung ini kita bisa menyaksikan pemandangan kota Medan di kejauhan.
1. Gunung Sibayak
2. Gundaling, Brastagi
Bukit Gundaling, adalah salah satu obyek wisata di Brastagi, yang berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Brastagi. Bukit yang memiliki ketinggian 1575 dari permukaan laut, ini sangat nyaman sebagai tempat rekreasi keluarga. Dari atas bukit ini pula kita dapat menikmati panorama gunung berapi Sibayak dan Sinabung. Menurut situs resmi Pemeritah Kota Medan, bahwa lokasi wisata ini sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda sebagai tempat rekreasi yang mengasyikan. Dari kota Medan ke arah Brastagi berjarak kurang lebih 66 km. Dikenal sebagai kota Markisa dan Jeruk Manis, Brastagi merupakan daerah yang sejuk yang memiliki hamparan perladangan pertanian yang indah, luas dan hijau. Selain itu daerah ini juga memiliki fasilitas lengkap seperti : hotel berbintang, restoran dan padang golf.
3. Air Terjun Dua Warna Sibolangit
Terletak di Desa Durin Sirugun, kaki Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Dapat ditempuh melalui perjalanan darat, melintasi Bumi Perkemahan Sibolangit. Jarak tempuh dari Medan – Sibolangit sekitar 75km, dan dari Pintu Utama Bumi Perkemahan Sibolangit membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk tiba di Air Terjun Dua Warna. Jalan-jalan ke Air Terjun Dua Warna ini, Anda bisa kembali fresh karena pemandangan hutan dan udaranya yang masih segar. Keadaan yang masih alami itulah yang bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan kesegaran tubuh dari segala kepenatan. Tetapi, di akhir pekan, objek wisata Air Terjun Dua Warna di Sibolangit ini sangat penuh sesak dengan wisatawan lokal. Dianjurkan untuk datang pada hari biasa saja jika Anda akan jalan-jalan ke sana. Ketika memasuki Bumi Perkemahan Sibolangit di Desa Bandar Baru, anda bisa menyusuri hutan dengan hiking atau jalan kaki santai selama 3 jam, dan untuk menghindari tersesat, ada baiknya Anda harus dibantu oleh pemandu lokal. Mendaftarlah di pos penjagaan dan melapor akan menuju Air Terjun Dua Warna. Air Terjun Dua Warna berketinggian 100 meter, bersumber dari Gunung Sibayak, dan air yang turun dari sungai atas akan tertampung ke sebuah danau kecil. Warna air terjun ini yaitu biru muda dan putih keabu-abuan, karena kandungan phospor dan belerang yang akan menghasilkan warha biru muda. Karena mengandung belerang, Anda dilarang meminum air dari Air Terjun Dua Warna.
4. Bukit Lawang, Langkat
Obyek wisata Bukit Lawang di Kecamatan.Bahorok, Kabupaten Langkat adalah salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Utara yang sudah lama dikenal. Selang beberapa waktu, objek wisata ini sempat terpuruk akibat terjadinya banjir bandang pada 2 November 2003.Tercatat pada tahun 2010 sebanyak 8.931 wisatawan mancanegara yang berasal dari 49 negara selama 2010 telah mengunjungi objek wisata Bukit Lawang. Tak heran memang banyak wisatawan mengunjungi tempat ini karena keindahan alamnya dan juga satwa liarnya misalnya adalah orang utan, gajah, badak, dan harimau sumatera. Air Terjun Bukit Lawang berada di objek wisata Bukit Lawang, Taman Nasional Gunung Leuseur. Di kawasan ini akan dijumpai Pusat rehabilitasi Orang Utan yang merupakan program kerja sebuah badan dunia World Wide Life Fund (WWF). Dilokasi ini dapat disaksikan bagaimana para petugas merehabilitasi perikehidupan orang utan yang selama ini tak mengenal alam terbuka sebagai habitat kehidupannya.
5. Air Terjun Sipiso-piso
Air Terjun Bukit Lawang berada di objek wisata Bukit Lawang, Taman Nasional Gunung Leuseur. Di kawasan akan dijumpai Pusat rehabilitasi Orang Utan yang merupakan program kerja sebuah badan dunia World Wide Life Fund (WWF). Dilokasi ini dapat disaksikan bagaimana para petugas merehabilitasi perikehidupan orang utan yang selama ini tak mengenal alam terbuka sebagai habitat kehidupannya. Rasa penasaran mengajakku untuk turun, melewati jalan dan tangga yang berliku dan terjal. Dari kejauhan saja air terjun ini sudah menawan. Berjalan dan berjalan terus, meski terik matahari sudah membakar sebagian energiku. Akhirnya, kaki yang sudah gemetaran dan peluh yang sudah berjatuhan memang sebanding dengan keindahan yang didapatkan sesampainya di bawah, di lokasi jatuhnya air terjun.
6. Teluk Tapian Nauli
Tidak dapat diketahui secara pasti sejak kapan bumi Teluk Tapian Nauli mulai dihuni orang. Namun berdasarkan sejumlah catatan sejarah, diperkirakan sejak tahun 1500 sudah terjadi hubungan dagang antara para penghuni Teluk Tapian Nauli dengan dunia luar yang paling jauh yakni negeri orang-orang Gujarat dan pendatang dari negeri asing lain seperti Mesir, Siam, Tiongkok. Para golongan terkemuka Tapian Nauli juga sudah dikenal di Mesopotamia, paling tidak melalui sejarah lisan yang dibawa saudagar Arab. Bukan cerita baru lagi bahwa kawasan perairan laut wilayah pantai barat Sumatera ini banyak menyimpan “mutiara”. Tersimpan, dan belum seluruhnya digali. Dan menurut survei, “mutiara” ini bersifat renewable. Teluk Tapian Nauli sudah lama dikenal dengan kekayaan laut yang dimiliki. Di kawasan Lautan Indonesia tersimpan ikan-ikan yang terkenal mahal dalam pasaran dunia seperti kerapu, kakap, tuna, tenggiri serta berbagai jenis ikan pelagis kecil seperti lemuru, tembang, kembung dan layang-layang. Di sini hidup pula ikan-ikan demersal, udang, lobster, yang dikenal laku keras di pasaran untuk memenuhi permintaan berbagai rumah-makan terkenal di Hongkong, Singapura dan Malaysia. Ikan tuna, misalnya, jenis ikan sangat digemari di pasaran dunia ini ternyata banyak terdapat di perairan laut Sibolga. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian oleh sekelompok pengusaha dan peneliti dari Australia yang menyimpulkan bahwa perairan Sibolga sampai pada batas ratusan kilometer ke Samudera Indonesia merupakan sarang ikan tuna.
7.Danau Toba
Siapa yang tidak mengenal Danau Toba, danau terbesar di Indonesia yang menyimpan banyak keindahan di dalamnya dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Konon katanya menurut cerita rakyat daerah setempat danau ini terbentuk dari seorang laki-laki yang telah melanggar sumpahnya dengan menyebut anaknya adalah anak ikan. Namun menurut penelitian para Geolog bahwa Danau Toba terbentuk dari ledakan atau letusan supervolcano (gunung berapi super) sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Diperkirakan pada saat letusan terjadi debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kebudayaan sekitar Danau Toba sungguh sangat menarik untuk dinikmati seperti halnya Tarian adat batak “Tor-tor”, Pesta Rakyat Danau Toba yang diadakan sekali dalam setahun, boneka gerak penuh mistis “SiGale-gale”, upacara adat pernikahan dan kematian, Rumah adat “Sopo”, kuburan batu (sarcophagus) dan tugu bernuansa purbakala, tenun ulos, dan berbagai kerajinan tangan menarik lainnya.Demikian ulasan mengenai objek dan lokasi wisata di tanah batak kali ini, nikmati semua suguhan menarik yang ada di tanah leluhur kami, keindahan alam yang menarik dan mengesankan jika anda rasa belum cukup memuaskan?, dapatkan juga bentuk hiburan dan liburan menarik lainnya dari seni budaya yang ada di tanah kami, seperti tari tor-tor khas batak dan lainnya.
Objek dan Lokasi Wisata di Tanah Batak, Sumatra Utara
Posted by FACE BATAK on Rabu, 31 Desember 2014
Singgasana Hotels dan Resorts Pilihan Akomodasi Terbaik di Indonesia - Kegiatan berlibur,berwisata dan rekreasi ke tempat-tempat menarik di dunia dan indonesia adalah kegiatan yang sangat menarik,menghilangkan penat sejenak setelah aktifitas yang begitu menguras energi dan pikiran anda adalah usaha yang setiap siapa saja harus memikirnya.Banyak keindahan alam yang dapat anda nikmati di berbagai penjuru dunia di indonesia sendiri jumlah lokasi wisata yang mampu memanjakan diri sudah tidak terhingga,banyak wahana dan tempat-tempat menarik yang dapat anda kunjungi secara personal ataupun pergi melancong bersama keluarga tercinta,bahkan untuk keindahan alam,budaya dan wisata indonesia sendiri sudah banyak wisatawan luar mengakui dan mengaguminya.Tidak heran hingga sampai saat ini indonesia menjadi negara favorite untuk wisatawan luar menghabiskan waktu berlibur mengingat sajian alam,budaya dan wisata yang di hasilkan negara tercinta kita indonesia sangat-sangat luar biasa indahnya.
Point artikel saya ini sangat berkaitan dengan kalimat pembuka di atas,melalui artikel review ini saya ingin menyampaikan berita,informasi dan refrensi yang menarik untuk anda ketahui dalam kegiatan anda sebelum melakukan kegiatan berlibur yang begitu mengasyikan.Tentunya ada hal yang terpenting yang harus anda persiapkan dan pikirkan sebelum melakukan kegiata wisata ke tempat-tempat menarik di dunia secara khusus saya hanya akan berbicara mengenai tempat wisata di indonesia dan hal tersebut adalah :
Point artikel saya ini sangat berkaitan dengan kalimat pembuka di atas,melalui artikel review ini saya ingin menyampaikan berita,informasi dan refrensi yang menarik untuk anda ketahui dalam kegiatan anda sebelum melakukan kegiatan berlibur yang begitu mengasyikan.Tentunya ada hal yang terpenting yang harus anda persiapkan dan pikirkan sebelum melakukan kegiata wisata ke tempat-tempat menarik di dunia secara khusus saya hanya akan berbicara mengenai tempat wisata di indonesia dan hal tersebut adalah :
- Apa tujuan anda berwisata...?
- Dimana anda akan berwisata di indonesia...?
- Bagaimana cara anda mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan dalam kegiatan berwisata ..?
- Kapan waktu yang tepat untuk anda melakukan perjalanan wisata...?
- Siapa partner terbaik anda dalam mengiri kegiatan berlibur anda agar menjadi hiburan yang menyenangkan...?
- Diantara beberapa pertanyaan di atas ada Singgasana Hotels dan Resorts yang menjadi jawabannya..!
Singgasana Hotel dan Resorts Jawaban untuk Semua Akomodasi yang Anda Butuhkan dalam Kegiatan Berlibur dan Wisata ke Tempat-tempat Terbaik di Indonesia
Singgasana Hotel dan Resosrts adalah sebuah perusahaan manajemen dan juga perusahaan jasa pelayanan yang menyediakan hotel-hotel mewah berkelas bintang,residence,lapangan golf dan pusat konvensi international yang telah tersebar di kota-kota besar di indonesia dan hampir di seluruh kota yang ada di indonesia khususnya kota yang sangat terkenal akan keindahan alamnya,seperti Jakarta,Bali,Surabaya,Makassar dan Lombok.
Perusahaan ini besar,terpercaya dan sangat dapat di andalkan untuk menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan di atas mengenai persiapan anda sebelum melakukan perjalanan berwisata,hal itu bukan tanpa alasan,pasalnya perusahaan Singgasana Hotel dan Resorts telah banyak tersebar di berbagai kota besar di indonesia dan lagi perusahaan Singgasana Hotel dan Resorts banyak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang menjadi jasa layanan dari Singgasana Hotel dan Resorts.Wisatawan asing sudah sangat dekat dengan perusahaan ini berkat layanan lengkap dan refrensi tempat wisata yang menarik yang di sajikan Singgasana Hotel dan Resorts melalui situs resminya di alamat ini : www.singgasanahotels.com,banyak informasi menarik seputar lokasi wisata dan tanggal-tanggal yang tepat untuk mengunjunginya yang di hadirkan Singgasana Hotel dan Resorts melalui situs resmi perusahaan tersebut.Sangat layak anda jadikan partner dalam kegiatan wisata yang menyenangkan,adapun beberapa hotel besar di indonesia yang merupakan layanan hotel dari Singgasana Hotel dan Resorts adalah sebagai berikut :
- Ayodaya Resorts Bali
- Singgasana Hotel di Makassar
- Singgasana Hotels di Surabaya
- Jakarta Hotel
- Bandung Hotel
Ayodya Resorts Bali dari Singgasana Hotel dan Resorts
Satu dari antara group hotel Singgasana Hotel dan Resorts akan saya ulas disini yaitu Ayodya Resorts Bali atau yang awal pembangunan resorts ini bernama Bali Hilton International.Terletak di antara hotel-hotel bintang lima lainnya di Nusa Dua Bali tepatnya di kawasan Bali Tourism Development Center.Hotel in Bali ini menghadirkan nuansa yang sangat identik dengan kota bali itu sendiri mulai dari bangunan dan struktur bentuk bangunan yang memiliki ke identikan dengan bangunan-bangunan di bali.Letak Hotel Bali ini juga sangat strategis tidak jauh dari pusat kota bali dan bandar Ngurah Rai hanya berjarak sekitar 12 km.Banyak wahana menarik yang di hadirkan oleh Ayodya Resorts Bali ini mulai dari wahana Mini Golf,Lapangan Tenis,Pusat Kebugaran,Spa sampai dengan wahana Camp Anak.Jika membutuhkan penginapan Hotel di Bali sudah tepat rasanya anda memilih Ayodya Resorts Bali sebagai tempat menginap terbaik di kota yang terkenal akan wisata laut dan budaya yang masing sangat kental tersebut.Selain itu,ada banyak pilihan kamar menarik yang dapat anda pilih ketika sudah menetapkan Ayodya Resorts Hotel sebagai tempat anda menginap,diantara pilihan kamar tersebut adalah seperti berikut :
- Kamar Deluxe di Ayodya Resorts Bali.Ruangan di salah satu resor terbaik di Bali ini memiliki luas kamar 48 meter persegi,yang dirancang dalam keharmonisan dengan dekorasi kayu dan menawarkan pemandangan taman tropis yang indah.Balkon pribadi,kamar mandi dengan marmer dan karya seni tradisional Bali memberikan kesan yang sempurna.Setiap kamar berisi fasilitas seperti minibar, mesin pembuat kopi dan teh.Setiap kamar juga memiliki TV satelit dengan berbagai channel TV yang tersedia. Jenis kamar ini tersedia dalam tempat tidur king atau twin.
- Kamar Grande di Ayodya Resorts Bali.Nikmati pemandangan indah taman tropis yang indah dari balkon pribadi yang tersedia dalam kamar Grande Garden View seluas 56 meter persegi.Kamar ini menampilkan dekorasi kayu yang dominan,lantai parket jati, furnitur kayu jati yang indah dan dihiasi dengan karya seni tradisional khas Bali untuk menjamin sebuah kesan sempurna,namun tetap nyaman untuk ditinggali.Anda dapat bersantai di ruang menakjubkan ini yang menyediakan sofa empuk dan meja kopi,sebuah TV layar datar 32 inchi dengan berbagai channel satelit dan konektivitas
- Kamar Ayodya Palace Garden View di Ayodya Resorts Bali.The Ayodya Palace adalah sebuah resor eksklusif di dalam sebuah resor yang memfasilitasi tamu dengan pengalaman 'club' yang sebenarnya.The Ayodya Palace adalah pilihan liburan yang ideal bagi pasangan maupun keluarga yang menginginkan sebuah privasi lebih, fasilitas canggih,dan akses yang lebih personal ke resor utama.Ayodya Palace senantiasa menyambut kedatangan keluarga beserta anak-anak,yang dapat masuk melalui ruang tunggu keluarga terpisah di Ayodya Palace lounge yang dilengkapi dengan penyediaan akomodasi gratis bagi anak-anak di bawah
- Kamar Ayodya Suite Garden View di Ayodya Resorts Bali.Baik untuk berbulan madu ataupun liburan,akomodasi mewah merupakan poin utama dari sekian banyak pilihan yang tersedia di Ayodya Resort Bali, yang dapat memenuhi setiap keinginan dari tamu kami.Ayodya Suite Garden View menawarkan pemandangan taman tropis,fasilitas terbaik,shower cabinet terpisah,termasuk di dalamnya lounge yang terpisah.
Reservasi di Ayodya Resorts Bali
- Jalan.Pantai Mangiat,Nusa Dua Bali - 80363 Indonesia
- Telfon +62(361)771102
- Fax +62(361)771616
- Email info@ayodyaresortsbali.com
Singgasana Hotels & Resorts Pilihan Akomodasi Terbaik di Indonesia
Posted by FACE BATAK on Sabtu, 12 Juli 2014
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia










































