
HORAS — Elviana br Ambarita, mahasiswi fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) ditemukan tewas gantung diri di kamar kostnya Gg Ganefo, kawasan Sumber, Padang Bulan, Medan, Sumut, Minggu (17/05). Dugaan sementara korban gantung diri akibat permasalahan pribadi. Hal ini diungkapkan oleh saksi dan cerita teman satu kosan korban yang mengatakan tingkah laku korban sebelum ditemukan tewas gantung diri ada perubahan yang tidak biasa.
Tubuh Elviana yang telah kaku, pertama kali ditemukan oleh teman satu kosnya. "Gak tahu kenapa, Bang. Pastinya, semalam itu (Minggu), dia pulang ke kost kayaknya tidak bersemangat gitu. Wajahnya muram," kata rekan satu kost Elviana yang namanya tidak ingin disebut.
Ditanya apa yang menyebabkan Elpiana bunuh diri, seluruh penghuni kost mengaku tidak tahu. Namun mereka menduga, hal ini barangkali ada hubungannya dengan hubungan asmara.
"Elviana anaknya pintar, lho, Bang. Jadi kayaknya kalau soal-soal akademik nggak mungkin. IP dia yang terakhir aja 4, kalah kita semua di sini. Jadi, mungkin masalah cowok (pacar) lah, Bang. Dia pernah bercerita mengeluh soal cowoknya. Mereka sering ribut dan nggak cocok," katanya.
Elviana Ambarita merupakan mahasiswi yang cerdas dan merupakan salah satu mahasiswa yang cukup berprestasi di Fakultas Hukum USU. Fakta ini didukung dengan laporan IP semester yang rata-rata mendapat indek 4.0 atau sempurna. Serta Fakultas Hukum USU pernah mengirimnya untuk mengikuti Pertukaran Mahasiswa Nusantara (Permata) ke Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar. TINJAKSTAR Mei 20, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia

HORAS — Mari para Anak Siantar persiapkan atur aktivitas dan waktu dari sekarang utk manortor, mangembas serta marende sesama Anak Siantar.
Uning uningan Anak Siantar bersama FPS
Sebagai wujud program untuk menjalin keakraban sesama Anak Siantar, Forum Peduli Siantar (FPS) mengadakan acara:
"UNING UNINGAN ANAK SIANTAR BERSAMA FPS"
Hari/Tanggal: Sabtu / 06 Juni 2015
Lokasi: Toba Dream, Jakarta.
Jl. Dr Saharjo No. 90, Tebet, Jakarta Selatan.
Jam: 16.00 wib s/d selesai ...
Pengundang: Panitia "Uning uningan Anak Siantar bersama FPS" TINJAKSTAR Mei 18, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Horas - Pasar Tradisional Batak adalah intitusi yang bercirikan adanya kegiatan interaksi antara pembeli dengan penjual yang didalamnya terapat kesepakatan mengenai jumlah harganya dan barangnya.
Dalam bahasa Batak, pasar dikenal dengan nama Onan. Onan berasal dari kata “on” dan “an” artinya ini dan itu. Sadia on, sadia an, berapa ini, berapa itu merupakan suatu kalimat tanya yang sering terucap dalam berbelanja di pasar. Versi lain menyebutkan bahwa kata Onan awalnya dikonstruksikan oleh para pelaku pasar karena pasar merupakan tempat bertemu (mardomu) orang yang dari sini (na sian ON) dan orang yang dari sana (na sian AN)
Dari beberapa sumber, Gobatak menemukan keterangan bahwa Onan sejatinya bukan sekedar tempatnya untuk berbelanja. Onan merupakan sebuah interaksi sosial yang sudah lama dan tidak bisa diciptakan secara tiba-tiba. Fungsi onan sebagai media interaksi sosial terlihat dalam penyampaian kabar huta atau kampung.
Berita adanya tokoh yang meninggal, ataupun berita lainnya akan sangat cepat tersampaikan di pasar. Karena Onan juga merupakan tempat pertemuan orang dari huta yang bertetangga. Onan umumnya hanya sekali dalam satu minggu. Ada juga yang dua kali, tetapi Onan kedua biasanya lebih kecil dari Onan pertama.
Pada jaman dahulu orang hanya punya kesempatan bertemu dengan orang lain secara teratur di Onan. Ada juga tempat pertemuan lain yaitu pesta adat, horja, tetapi itu tidak teratur hanya sesekali. Bagi orang Batak, Onan tidak hanya merupakan pusat perdagangan dan pertemuan biasa.
Menurut penulis Batak R. Jacob Lumbantobing, pada jaman dahulu Onan juga berfungsi sebagai tempat persiapan perang. Orang-orang yang sedang bermusuhan dengan huta lain, lebih dulu berkumpul di Onan, agar lebih mudah untuk serentak pergi perang. Walaupun perang itu terjadi antara dua huta yang mempunyai Onan yang sama, maka kelompok yang akan menyerang selalu berkumpul di Onan. Sedang yang merasa akan diserang tetap bersiap menanti di dalam benteng hutanya.
Onan juga mempunyai kekuatan hukum untuk mendamaikan orang. Satu hari sebelum hari Onan, pada hari Onan, dan sehari setelah hari Onan adalah hari-hari damai. Pada hari itu, tidak boleh terjadi pembunuhan, perkelahian, pencopetan terhadap orang yang akan pergi ke Onan. Juga, pantang melakukan tagihan piutang pada hari Onan. Hutang-piutang harus diselesaikan di luar hari Onan.
Dikisahkan juga bahwa ketika remaja, para muda-mudi Batak juga menempatkan Onan sebagai pasar mencari jodoh. Remaja ini bisa mencari pasangan yang berasal dari satu pekan (saonan) atau mencari pasangan dari Onan yang lain. Dan di kalangan muda-mudi ini dikenal ungkapan mar-onan tombis, dimana para muda-mudi saling bersenggolan di pasar yang sangat ramai. Lewan senggolan (tombis) inilah cinta bermula dan berlanjut pada jalinan asmara selanjutnya.
Onan, selain berfungsi sebagai pasar, perjumpaan antara penjual dan pembeli, mempertukarkan bahan-bahan komoditi dan hasil kerajinan seperti ulos dan tikar, dulunya juga merupakan tempat pertemuan para raja-raja huta. Raja-raja duduk di bawah pohon beringin, yang dinamakan parampangan, untuk membicarakan situasi huta dan sekitarnya, situasi keamanan, pertanian, maupun pengaduan atau keluhan-keluhan.
Bahkan dituliskan bahwa Nommensen sewaktu hendak mulai mengembangkan agama Kristen, menemui raja-raja di parampangan ini dan mempersembahkan nampuran (sirih) sebagai simbol persahabatan dan komunikasi. Beliau memakai hukum Onan demi pekerjaan zending.
Onan diselenggarakan oleh huta-huta yang menjadi anggotanya. Hari Onan diselenggarakan sekali seminggu, secara tetap dan berkelanjutan. Tertib dan aturan onan dijaga dengan baik dan diawasi oleh seorang panggomgom onan (pemerintah pasar) sebagai Raja ni Onan.
Diambil: GoBatak.com TINJAKSTAR November 21, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Dalam bahasa Batak, pasar dikenal dengan nama Onan. Onan berasal dari kata “on” dan “an” artinya ini dan itu. Sadia on, sadia an, berapa ini, berapa itu merupakan suatu kalimat tanya yang sering terucap dalam berbelanja di pasar. Versi lain menyebutkan bahwa kata Onan awalnya dikonstruksikan oleh para pelaku pasar karena pasar merupakan tempat bertemu (mardomu) orang yang dari sini (na sian ON) dan orang yang dari sana (na sian AN)
Dari beberapa sumber, Gobatak menemukan keterangan bahwa Onan sejatinya bukan sekedar tempatnya untuk berbelanja. Onan merupakan sebuah interaksi sosial yang sudah lama dan tidak bisa diciptakan secara tiba-tiba. Fungsi onan sebagai media interaksi sosial terlihat dalam penyampaian kabar huta atau kampung.
Berita adanya tokoh yang meninggal, ataupun berita lainnya akan sangat cepat tersampaikan di pasar. Karena Onan juga merupakan tempat pertemuan orang dari huta yang bertetangga. Onan umumnya hanya sekali dalam satu minggu. Ada juga yang dua kali, tetapi Onan kedua biasanya lebih kecil dari Onan pertama.
Pada jaman dahulu orang hanya punya kesempatan bertemu dengan orang lain secara teratur di Onan. Ada juga tempat pertemuan lain yaitu pesta adat, horja, tetapi itu tidak teratur hanya sesekali. Bagi orang Batak, Onan tidak hanya merupakan pusat perdagangan dan pertemuan biasa.
Menurut penulis Batak R. Jacob Lumbantobing, pada jaman dahulu Onan juga berfungsi sebagai tempat persiapan perang. Orang-orang yang sedang bermusuhan dengan huta lain, lebih dulu berkumpul di Onan, agar lebih mudah untuk serentak pergi perang. Walaupun perang itu terjadi antara dua huta yang mempunyai Onan yang sama, maka kelompok yang akan menyerang selalu berkumpul di Onan. Sedang yang merasa akan diserang tetap bersiap menanti di dalam benteng hutanya.
Onan juga mempunyai kekuatan hukum untuk mendamaikan orang. Satu hari sebelum hari Onan, pada hari Onan, dan sehari setelah hari Onan adalah hari-hari damai. Pada hari itu, tidak boleh terjadi pembunuhan, perkelahian, pencopetan terhadap orang yang akan pergi ke Onan. Juga, pantang melakukan tagihan piutang pada hari Onan. Hutang-piutang harus diselesaikan di luar hari Onan.
Dikisahkan juga bahwa ketika remaja, para muda-mudi Batak juga menempatkan Onan sebagai pasar mencari jodoh. Remaja ini bisa mencari pasangan yang berasal dari satu pekan (saonan) atau mencari pasangan dari Onan yang lain. Dan di kalangan muda-mudi ini dikenal ungkapan mar-onan tombis, dimana para muda-mudi saling bersenggolan di pasar yang sangat ramai. Lewan senggolan (tombis) inilah cinta bermula dan berlanjut pada jalinan asmara selanjutnya.
Onan, selain berfungsi sebagai pasar, perjumpaan antara penjual dan pembeli, mempertukarkan bahan-bahan komoditi dan hasil kerajinan seperti ulos dan tikar, dulunya juga merupakan tempat pertemuan para raja-raja huta. Raja-raja duduk di bawah pohon beringin, yang dinamakan parampangan, untuk membicarakan situasi huta dan sekitarnya, situasi keamanan, pertanian, maupun pengaduan atau keluhan-keluhan.
Bahkan dituliskan bahwa Nommensen sewaktu hendak mulai mengembangkan agama Kristen, menemui raja-raja di parampangan ini dan mempersembahkan nampuran (sirih) sebagai simbol persahabatan dan komunikasi. Beliau memakai hukum Onan demi pekerjaan zending.
Onan diselenggarakan oleh huta-huta yang menjadi anggotanya. Hari Onan diselenggarakan sekali seminggu, secara tetap dan berkelanjutan. Tertib dan aturan onan dijaga dengan baik dan diawasi oleh seorang panggomgom onan (pemerintah pasar) sebagai Raja ni Onan.
Diambil: GoBatak.com TINJAKSTAR November 21, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia



