BATAK NETWORK - Rencana pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution semakin jelas ketika keduanya resmi bertunangan. Cincin pengikat cinta pun sudah melingkar di jari mereka masing-masing.
"I said YES," demikian kata Ayang, sapaan akrab putri semata wayang Jokowi, atas lamaran Bobby lewat akun Instagramnya belum lama ini.
Meski belum diumumkan kapan tepatnya waktu pernikahan Ayang dan Bobby, namun sejumlah spekulasi sudah bermunculan.
Misalnya, boru apa yang akan diberikan kepada putri sang presiden seandainya pernikahan dilakukan dengan adat Batak (Mandailing), selain tentunya adat Jawa. Hal ini pun kerap ditanyakan oleh para warganet di akun Instagram Ayang.
"Penasaran entar dibuat jadi boru apa?" tanya @samosir_echaa.
Di tengah keingintahuan publik, khususnya orang Batak, sejumlah pihak menduga Ayang akan diberi boru Regar alias Siregar. Marga ini diambil dari ibu Bobby, Ade Hanifah Boru Siregar.
Mengangkat boru untuk calon istri dengan disesuaikan marga ibu kandung adalah hal yang lumrah dalam adat Batak. Sebab, boru ibu kandung sama dengan pariban si anak, dan ini dianggap baik bagi adat Batak.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu/@ayanggkahiyang |
"I said YES," demikian kata Ayang, sapaan akrab putri semata wayang Jokowi, atas lamaran Bobby lewat akun Instagramnya belum lama ini.
Meski belum diumumkan kapan tepatnya waktu pernikahan Ayang dan Bobby, namun sejumlah spekulasi sudah bermunculan.
Misalnya, boru apa yang akan diberikan kepada putri sang presiden seandainya pernikahan dilakukan dengan adat Batak (Mandailing), selain tentunya adat Jawa. Hal ini pun kerap ditanyakan oleh para warganet di akun Instagram Ayang.
![]() |
| Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu/@ayanggkahiyang |
"Penasaran entar dibuat jadi boru apa?" tanya @samosir_echaa.
Di tengah keingintahuan publik, khususnya orang Batak, sejumlah pihak menduga Ayang akan diberi boru Regar alias Siregar. Marga ini diambil dari ibu Bobby, Ade Hanifah Boru Siregar.
Mengangkat boru untuk calon istri dengan disesuaikan marga ibu kandung adalah hal yang lumrah dalam adat Batak. Sebab, boru ibu kandung sama dengan pariban si anak, dan ini dianggap baik bagi adat Batak.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
Segera Dinikahi Orang Batak, Putri Jokowi Diangkat Boru Siregar?
Posted by FACE BATAK on Jumat, 30 Juni 2017
BATAK NETWORK - Hubungan Presiden Jokowi dengan orang Batak ke depan tampaknya akan semakin dekat. Apalagi, kalau tidak ada kendala berarti, sang presiden sebentar lagi akan berbesan dengan halak hita.
Rencana pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, semakin jelas setelah lewat akun Instagramnya belum lama ini dia menulis, "I said YES."
Di postingan tersebut, Ayang, sapaan akrabnya, juga mengunggah foto diri sedang tersenyum sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ini bukti Ayang sudah tunangan!
Ya dengan siapa lagi, kalau bukan dengan Bobby Nasution, pacarnya yang selama ini fotonya sering diposting di akun @ayanggkahiyang.
Rencana pernikahan Ayang dengan Bobby yang merupakan Anak Medan ini ditanggapi positif oleh para netizen, khususnya orang Batak.
“Waah, mantap kali,” tulis akun @melaninainggolan.
Adapun akun @doblack berkomentar, "Ingat mbak, orang batak setia looo ❤️❤️❤️"
Penelusuran media ini, Bobby dan Ayang saling kenal karena satu kampus di IPB alias cinlok. Ayah kandung Bobby diketahui sudah berpulang.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Kahiyang Ayu dan Presiden Jokowi/@ayanggkahiyang |
Rencana pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, semakin jelas setelah lewat akun Instagramnya belum lama ini dia menulis, "I said YES."
Di postingan tersebut, Ayang, sapaan akrabnya, juga mengunggah foto diri sedang tersenyum sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ini bukti Ayang sudah tunangan!
Ya dengan siapa lagi, kalau bukan dengan Bobby Nasution, pacarnya yang selama ini fotonya sering diposting di akun @ayanggkahiyang.
Rencana pernikahan Ayang dengan Bobby yang merupakan Anak Medan ini ditanggapi positif oleh para netizen, khususnya orang Batak.
“Waah, mantap kali,” tulis akun @melaninainggolan.
Adapun akun @doblack berkomentar, "Ingat mbak, orang batak setia looo ❤️❤️❤️"
Penelusuran media ini, Bobby dan Ayang saling kenal karena satu kampus di IPB alias cinlok. Ayah kandung Bobby diketahui sudah berpulang.
Sumber: Batakgaul.com TINJAKSTAR Juni 30, 2017 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas ma dihita saluhutnya. Kembali kami memaparkan tentang budaya halak hita menganai SINAMOT. Tulisan ini kami sadur dari log.viva.co.id. Mari simak selanjutnya di bawah ini.
5 Fakta Unik Sinamot, Mahar Pernikahan Ala Batak
Dalam tradisi pernikahan di Indonesia, mahar mengambil peranan penting. Tak hanya sebagai syarat sah menikah, tapi juga perlambangan tentang kesungguhan serta seberapa besar perjuangan si pria untuk calon mempelainya. Makanya, makin mahal mahar yang diberikan, maka apresiasi dan restu yang diberikan kepada si pria juga makin tinggi. Meskipun begitu, mahar tak selalu harus direalisasikan dengan mahal, sesuai dengan kemampuan saja.
Tapi, dalam beberapa adat, mahar memang mau tak mau harus ditebus dengan mahal, Sinamot misalnya. Ya, tradisi mahar Batak ini mematok harga yang tinggi kepada si pria. Apalagi jika si wanitanya memiliki kriteria-kriteria khusus. Makanya, tak heran kalau ada ungkapan yang mengatakan Sinamot bisa bikin pria langsung jatuh miskin. Tapi tentu saja ini ungkapan yang melebih-lebihkan.
Lalu bagaimana Tentang Sinamot itu sendiri? Seberapa besar sih harganya, lalu kenapa harus ada Sinamot dalam pernikahan orang Batak? Hal-hal tersebut akan kamu ketahui lewat ulasan berikut.
1. Sinamot Adalah Bukti Kesungguhan Pria
Bagi orang-orang Batak, wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan. Makanya, mereka tak hanya dihormati dan disayangi, tapi juga diperjuangkan. Apalagi bagi yang ingin meminangnya. Butuh lebih dari usaha untuk bisa menjadikan seorang wanita Batak sebagai istri. Salah satunya ya lewat Sinamot itu.
Keberadaan Sinamot hukumnya adalah wajib. Tak hanya sebagai syarat sah nikah, tapi juga perlambangan perjuangan. Di Batak takkan ada seorang bapak pun yang rela anaknya diboyong tanpa realisasi berupa Sinamot oleh seorang pria. Sinamot jadi bukti nyata yang paling kelihatan, terutama kepada keluarga besar, tentang kesungguhan pria. Makanya, begitu Sinamot rampung diberikan, keluarga pun akan merasa lega dan puas. Ini jadi indikasi jika si wanita mendapatkan pria yang baik dan mau berjuang untuknya.
2. Sinamot Ditentukan Oleh Kedua Belah Pihak
Penentuan harga Sinamot tak hanya menjadi hak si keluarga mempelai wanita, tapi juga si pria. Jadi, sebelum terjadi pernikahan, keluarga besar kedua pihak akan bertemu untuk berdiskusi tentang Sinamot yang diberikan. Jadi, semacam tawar menawar begitu dengan taruhan pernikahan.
Entah bagaimana mekanisme tawar menawar Sinamot ini. Yang jelas pasti ada tarik ulur harga di situ. Pihak si wanita menawarkan harga, kemudian akan ditawar oleh pihak pria. Begitu terus sampai terjadi kesepakatan di antara keduanya setelah mempertimbangkan banyak hal. Dalam diskusi Sinamot ini juga bisa terlihat bagaimana besarnya perjuangan si pria. Kalau ia menawar terlalu murah padahal mampu, kemungkinan besar restu mertua akan sulit turun.
3. Patokan Harga Sinamot yang Bikin Pusing
Meskipun ada tawar menawar sebelum Sinamot diberikan, tapi sebenarnya mahar ini punya patokan alias standar harga sendiri. Parameter harganya pun beragam dan itu selalu berkaca kepada si wanitanya. Mulai dari tingkat pendidikan, jabatan pekerjaan, posisi di keluarga, sampai fisik. Makin tinggi parameternya, Sinamot bisa dipatok puluhan juta.
Tak hanya status dari si wanita, harga Sinamot juga bisa dipengaruhi oleh keluarganya. Makin terpandang, maka Sinamot pun membumbung. Tak hanya itu, Sinamot juga masih bisa dipengaruhi harganya dari kesan masyarakat kepada si wanita. Makin baik dikenalnya, biasanya makin mahal maharnya. Dari sini akhirnya kita tahu kenapa pria-pria batak begitu keukeuh ingin kaya, karena mahar nikahnya saja semahal ini.
4. Sinamot Tak Selalu Mahal
Sinamot di luaran sana terkenal akan pamornya sebagai mahar ekstrem. Memang sih kalau dilihat dari patokan harganya, Sinamot memang bisa bikin struk. Tapi, sekali lagi, ini sebenarnya masih sangat bisa dibicarakan alias nego. Sinamot memang melangit harganya, tapi bisa jadi sangat kecil jika kondisinya tak memungkinkan.
Misalnya, ternyata si mempelai pria ternyata tak begitu kaya begitu pula dengan si wanita. Maka kemudian disepakati kalau Sinamot yang diberikan kecil. Hal seperti ini juga terjadi dan sudah dianggap sebagai perjuangan besar si pria mengingat kondisi finansialnya yang juga biasa-biasa.
5. Sinamot, Tameng Perceraian Efektif Orang Batak
Selain kegigihannya untuk jadi orang sukses, satu lagi sangat hebat soal orang-orang Batak. Ya, orang-orang sana rata-rata sangat awet kalau menikah. Rahasianya sendiri ada beberapa, salah satunya ya Sinamot tadi. Mahar mahal ini ternyata mencegah orang-orang Batak untuk bercerai.
Alasannya sendiri ya jelas karena harga Sinamot yang sangat mahal. Bayangkan saja uang puluhan juta yang diperoleh dengan susah payah jadi tak punya nilai gara-gara perceraian. Perjuangan untuk menikah itu susah, makanya orang-orang Batak berpikir ribuan kali untuk melayangkan talak. Di samping itu, perceraian akan juga memengaruhi hubungan dari keluarga besar.
Inilah alasan kenapa laki-laki itu harus bekerja dan kaya. Pasalnya, jika tidak demikian mereka bakal jomblo selamanya. Apalagi Sinamot makin tinggi saja harganya, kalau kata meme-meme di internet. Terlepas dari ini, Sinamot adalah bukti nyata dari kesungguhan pria. Makanya, semakin mahal sinamot, sang pria bakal makin membuat keluarga terutama ayah dan ibu si mempelai makin yakin. Salut dengan pria-pria Batak!
Demikianlah artikel mengenai "Inilah Lima Fakta Unik Sinamot, Mahar Pernikahan Ala Batak". Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati. Horas.
Laporan: Tim BT
Sumber: Log Viva TINJAKSTAR Desember 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
| Ilustrasi - Pernikahan Batak Toba (Sumber: Disini) |
5 Fakta Unik Sinamot, Mahar Pernikahan Ala Batak
Dalam tradisi pernikahan di Indonesia, mahar mengambil peranan penting. Tak hanya sebagai syarat sah menikah, tapi juga perlambangan tentang kesungguhan serta seberapa besar perjuangan si pria untuk calon mempelainya. Makanya, makin mahal mahar yang diberikan, maka apresiasi dan restu yang diberikan kepada si pria juga makin tinggi. Meskipun begitu, mahar tak selalu harus direalisasikan dengan mahal, sesuai dengan kemampuan saja.
Tapi, dalam beberapa adat, mahar memang mau tak mau harus ditebus dengan mahal, Sinamot misalnya. Ya, tradisi mahar Batak ini mematok harga yang tinggi kepada si pria. Apalagi jika si wanitanya memiliki kriteria-kriteria khusus. Makanya, tak heran kalau ada ungkapan yang mengatakan Sinamot bisa bikin pria langsung jatuh miskin. Tapi tentu saja ini ungkapan yang melebih-lebihkan.
Lalu bagaimana Tentang Sinamot itu sendiri? Seberapa besar sih harganya, lalu kenapa harus ada Sinamot dalam pernikahan orang Batak? Hal-hal tersebut akan kamu ketahui lewat ulasan berikut.
1. Sinamot Adalah Bukti Kesungguhan Pria
Bagi orang-orang Batak, wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan. Makanya, mereka tak hanya dihormati dan disayangi, tapi juga diperjuangkan. Apalagi bagi yang ingin meminangnya. Butuh lebih dari usaha untuk bisa menjadikan seorang wanita Batak sebagai istri. Salah satunya ya lewat Sinamot itu.
Keberadaan Sinamot hukumnya adalah wajib. Tak hanya sebagai syarat sah nikah, tapi juga perlambangan perjuangan. Di Batak takkan ada seorang bapak pun yang rela anaknya diboyong tanpa realisasi berupa Sinamot oleh seorang pria. Sinamot jadi bukti nyata yang paling kelihatan, terutama kepada keluarga besar, tentang kesungguhan pria. Makanya, begitu Sinamot rampung diberikan, keluarga pun akan merasa lega dan puas. Ini jadi indikasi jika si wanita mendapatkan pria yang baik dan mau berjuang untuknya.
2. Sinamot Ditentukan Oleh Kedua Belah Pihak
Penentuan harga Sinamot tak hanya menjadi hak si keluarga mempelai wanita, tapi juga si pria. Jadi, sebelum terjadi pernikahan, keluarga besar kedua pihak akan bertemu untuk berdiskusi tentang Sinamot yang diberikan. Jadi, semacam tawar menawar begitu dengan taruhan pernikahan.
Entah bagaimana mekanisme tawar menawar Sinamot ini. Yang jelas pasti ada tarik ulur harga di situ. Pihak si wanita menawarkan harga, kemudian akan ditawar oleh pihak pria. Begitu terus sampai terjadi kesepakatan di antara keduanya setelah mempertimbangkan banyak hal. Dalam diskusi Sinamot ini juga bisa terlihat bagaimana besarnya perjuangan si pria. Kalau ia menawar terlalu murah padahal mampu, kemungkinan besar restu mertua akan sulit turun.
3. Patokan Harga Sinamot yang Bikin Pusing
Meskipun ada tawar menawar sebelum Sinamot diberikan, tapi sebenarnya mahar ini punya patokan alias standar harga sendiri. Parameter harganya pun beragam dan itu selalu berkaca kepada si wanitanya. Mulai dari tingkat pendidikan, jabatan pekerjaan, posisi di keluarga, sampai fisik. Makin tinggi parameternya, Sinamot bisa dipatok puluhan juta.
Tak hanya status dari si wanita, harga Sinamot juga bisa dipengaruhi oleh keluarganya. Makin terpandang, maka Sinamot pun membumbung. Tak hanya itu, Sinamot juga masih bisa dipengaruhi harganya dari kesan masyarakat kepada si wanita. Makin baik dikenalnya, biasanya makin mahal maharnya. Dari sini akhirnya kita tahu kenapa pria-pria batak begitu keukeuh ingin kaya, karena mahar nikahnya saja semahal ini.
4. Sinamot Tak Selalu Mahal
Sinamot di luaran sana terkenal akan pamornya sebagai mahar ekstrem. Memang sih kalau dilihat dari patokan harganya, Sinamot memang bisa bikin struk. Tapi, sekali lagi, ini sebenarnya masih sangat bisa dibicarakan alias nego. Sinamot memang melangit harganya, tapi bisa jadi sangat kecil jika kondisinya tak memungkinkan.
Misalnya, ternyata si mempelai pria ternyata tak begitu kaya begitu pula dengan si wanita. Maka kemudian disepakati kalau Sinamot yang diberikan kecil. Hal seperti ini juga terjadi dan sudah dianggap sebagai perjuangan besar si pria mengingat kondisi finansialnya yang juga biasa-biasa.
5. Sinamot, Tameng Perceraian Efektif Orang Batak
Selain kegigihannya untuk jadi orang sukses, satu lagi sangat hebat soal orang-orang Batak. Ya, orang-orang sana rata-rata sangat awet kalau menikah. Rahasianya sendiri ada beberapa, salah satunya ya Sinamot tadi. Mahar mahal ini ternyata mencegah orang-orang Batak untuk bercerai.
Alasannya sendiri ya jelas karena harga Sinamot yang sangat mahal. Bayangkan saja uang puluhan juta yang diperoleh dengan susah payah jadi tak punya nilai gara-gara perceraian. Perjuangan untuk menikah itu susah, makanya orang-orang Batak berpikir ribuan kali untuk melayangkan talak. Di samping itu, perceraian akan juga memengaruhi hubungan dari keluarga besar.
Inilah alasan kenapa laki-laki itu harus bekerja dan kaya. Pasalnya, jika tidak demikian mereka bakal jomblo selamanya. Apalagi Sinamot makin tinggi saja harganya, kalau kata meme-meme di internet. Terlepas dari ini, Sinamot adalah bukti nyata dari kesungguhan pria. Makanya, semakin mahal sinamot, sang pria bakal makin membuat keluarga terutama ayah dan ibu si mempelai makin yakin. Salut dengan pria-pria Batak!
Demikianlah artikel mengenai "Inilah Lima Fakta Unik Sinamot, Mahar Pernikahan Ala Batak". Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati. Horas.
Laporan: Tim BT
Sumber: Log Viva TINJAKSTAR Desember 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Inilah Lima Fakta Unik Sinamot, Mahar Pernikahan Ala Batak
Posted by FACE BATAK on Selasa, 27 Desember 2016
BATAK NETWORK - Horas Ma dihita saluhutna. Mandok mauliate ma hami tu hamu saluhutna, alana ngaro hamu tu situs Batak Network on. Ale sebelumni, mandok sattabi ma hami tu hamu na hami parsangapi ima taringot tu turi-turian nananeng sipasahaton nami on. Atik boha adong nahurang manang nalobi, ba mangantusi ma hamu ate. Turi-turian nanaeng sipasahaton hami on, ndang namanggurui hami. Parsiajar do pe hami. Tong do hami mangido hata sipasingot sian hamu na hami parsangapi. Rap marsiajaran ma hita ate.
Turi-turian yang kita bicarakan kali ini adalah mengenai Perkawinan / Pernikahan dalam Budaya Batak. Seperti apa sih Perkawinan dalam Budaya Batak Toba tsb, mari kita simak selengkapnya di bawah ini.
Perkawinan dalam Budaya Batak Toba
Proses perkawinan dalam adat kebudayaan Batak Toba menganut hukum eksogami (perkawinan di luar kelompok suku tertentu). Ini terlihat dalam kenyataan bahwa dalam masyarakat Batak Toba: orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri (namariboto), perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan galur suami di dalam garis lelaki. Hak tanah, milik, nama, dan jabatan hanya dapat diwarisi oleh garis laki-laki.
Ada 2 (dua) ciri utama perkawinan ideal dalam masyarakat Batak Toba, yakni
(1) Berdasarkan rongkap ni tondi (jodoh) dari kedua mempelai; dan
(2) Mengandaikan kedua mempelai memiliki rongkap ni gabe (kebahagiaan, kesejahteraan), dan demikian mereka akan dikaruniai banyak anak.
Tata Cara Perkawinan dalam Budaya Batak Toba
Berdasarkan jenisnya ritus atau tata cara yang digunakan, perkawinan adat Bata Toba dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan:
1. Unjuk: ritus perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan semua prosedur adat Batak Dalihan Na Tolu. Inilah yang disebut sebagai tata upacara ritus perkawinan biasa (unjuk);
2. Mangadati: ritus perkawinan yang dilaksanakan tidak berdasarkan adat Batak Dalihan Na Tolu, sehingga pasangan yang bersangkutan mangalua atau kawin lari, tetapi ritusnya sendiri dilakukan sebelum pasangan tersebut memiliki anak; dan
3. Pasahat sulang-sulang ni pahoppu: ritus perkawinan yang dilakukan di luar adat Batak Dalihan Na Tolu, sehingga pasangan bersangkutan mangalua dan ritusnya diadakan setelah memiliki anak.
Baca Juga: Dalihan Na Tolu: Falsafah Hidup Orang Batak Yang Turun Temurun Sampai Hari Ini
Tahapan Perkawinan Adat Batak Toba
Ini adalah tahapan dari perkawaninan adat batak toba:
A. Paranakkon Hata
B. Marhusip
C. Marhata Sinamot
D. Marpudun Saut
Dalam Marpudun saut sudah diputuskan: ketentuan yang pasti mengenai sinamot, ketentuan jambar sinamot kepada si jalo todoan, ketentuan sinamot kepada parjambar na gok, ketentuan sinamot kepada parjambar sinamot, parjuhut, jambar juhut, tempat upacara, tanggal upacara, ketentuan mengenai ulos yang akan digunakan, ketentuan mengenai ulos-ulos kepada pihak paranak, dan ketentuan tentang adat.
Tahapannya sebagaiberikut.:
E. Ulaon Unjuk
Semua upacara perkawinan (ulaon unjuk) harus dilakukan di halaman pihak perempuan (alaman ni parboru), di mana pun upacara dilangsungkan. Namun saat ini, Upacara Pernikahan ini terkadang bisa dilakukan di halaman paranak, meskipun demikian semunya harus sesuai kesepakatan bersama.
Berikut adalah tata gerak Ulaon Unjuk:
F. Tangiang Parujungan
Doa penutut pertanda selesainya upacara perkawinan adat Batak Toba.
Demikianlah Turi-turian mengenai "Tata Cara Perkawinan dalam Budaya Batak Toba" yang bisa kami sampaikan. Bila ada kekurangan atau kelebihan, kami mohon maaf. Demi kelancaran Batak Network ini, kami memohon masukan berupa kiritikan atau saran. Harpan kami, semoga turi-turian di atas bisa bermanfaat dan berguna. Salam, Tuhan Memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Net. TINJAKSTAR Februari 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Pengantin dengan Adat Batak (Foto Ilustrasi - Sumber: thebridedept.com)
Turi-turian yang kita bicarakan kali ini adalah mengenai Perkawinan / Pernikahan dalam Budaya Batak. Seperti apa sih Perkawinan dalam Budaya Batak Toba tsb, mari kita simak selengkapnya di bawah ini.
Perkawinan dalam Budaya Batak Toba
Proses perkawinan dalam adat kebudayaan Batak Toba menganut hukum eksogami (perkawinan di luar kelompok suku tertentu). Ini terlihat dalam kenyataan bahwa dalam masyarakat Batak Toba: orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri (namariboto), perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan galur suami di dalam garis lelaki. Hak tanah, milik, nama, dan jabatan hanya dapat diwarisi oleh garis laki-laki.
Ada 2 (dua) ciri utama perkawinan ideal dalam masyarakat Batak Toba, yakni
(1) Berdasarkan rongkap ni tondi (jodoh) dari kedua mempelai; dan
(2) Mengandaikan kedua mempelai memiliki rongkap ni gabe (kebahagiaan, kesejahteraan), dan demikian mereka akan dikaruniai banyak anak.
Tata Cara Perkawinan dalam Budaya Batak Toba
Berdasarkan jenisnya ritus atau tata cara yang digunakan, perkawinan adat Bata Toba dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan:
1. Unjuk: ritus perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan semua prosedur adat Batak Dalihan Na Tolu. Inilah yang disebut sebagai tata upacara ritus perkawinan biasa (unjuk);
2. Mangadati: ritus perkawinan yang dilaksanakan tidak berdasarkan adat Batak Dalihan Na Tolu, sehingga pasangan yang bersangkutan mangalua atau kawin lari, tetapi ritusnya sendiri dilakukan sebelum pasangan tersebut memiliki anak; dan
3. Pasahat sulang-sulang ni pahoppu: ritus perkawinan yang dilakukan di luar adat Batak Dalihan Na Tolu, sehingga pasangan bersangkutan mangalua dan ritusnya diadakan setelah memiliki anak.
Baca Juga: Dalihan Na Tolu: Falsafah Hidup Orang Batak Yang Turun Temurun Sampai Hari Ini
Tahapan Perkawinan Adat Batak Toba
Ini adalah tahapan dari perkawaninan adat batak toba:
A. Paranakkon Hata
- Paranakkon hata artinya menyampaikan pinangan oleh paranak (pihak laki-laki) kepada parboru (pihak perempuan);
- Pihak perempuan langsung memberi jawaban kepada ‘suruhan’ pihak laki-laki pada hari itu juga; dan
- Pihak yang disuruh paranak panakkok hata masing-masing satu orang dongan tubu, boru, dan dongan sahuta.
B. Marhusip
- Marhusip artinya membicarakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh pihak paranak sesuai dengan ketentuan adat setempat (ruhut adat di huta i) dan sesuai dengan keinginan parboru (pihak perempuan);
- Pada tahap ini tidak pernah dibicarakan maskawin (sinamot). Yang dibicarakan hanyalah hal-hal yang berhubungan dengan marhata sinamot dan ketentuan lainnya; dan
- Pihak yang disuruh marhusip ialah masing-masing satu orang dongan-tubu, boru-tubu, dan dongan-sahuta.
C. Marhata Sinamot
- Pihak yang ikut marhata sinamot adalah masing-masing 2-3 orang dari dongan-tubu, boru dan dongan-sahuta.
- Mereka tidak membawa makanan apa-apa, kecuali makanan ringan dan minuman.
- Yang dibicarakan hanya mengenai sinamot dan jambar sinamot.
D. Marpudun Saut
Dalam Marpudun saut sudah diputuskan: ketentuan yang pasti mengenai sinamot, ketentuan jambar sinamot kepada si jalo todoan, ketentuan sinamot kepada parjambar na gok, ketentuan sinamot kepada parjambar sinamot, parjuhut, jambar juhut, tempat upacara, tanggal upacara, ketentuan mengenai ulos yang akan digunakan, ketentuan mengenai ulos-ulos kepada pihak paranak, dan ketentuan tentang adat.
Tahapannya sebagaiberikut.:
- Marpudun saut artinya merealisasikan apa yang dikatakan dalam Paranak Hata, Marhusip, dan marhata sinamot; dan
- Semua yang dibicarakan pada ketiga tingkat pembicaraan sebelumnya dipudun (disimpulkan, dirangkum) menjadi satu untuk selanjutnya disahkan oleh tua-tua adat. Itulah yang dimaksud dengan dipudun saut.
E. Ulaon Unjuk
Semua upacara perkawinan (ulaon unjuk) harus dilakukan di halaman pihak perempuan (alaman ni parboru), di mana pun upacara dilangsungkan. Namun saat ini, Upacara Pernikahan ini terkadang bisa dilakukan di halaman paranak, meskipun demikian semunya harus sesuai kesepakatan bersama.
Berikut adalah tata gerak Ulaon Unjuk:
- Memanggil liat ni Tulang ni boru muli dilanjutkan dengan menentukan tempat duduk.[Mengenai tempat duduk di dalam upacara perkawinan diuraikan dalam Dalihan Na Tolu.
- Mempersiapkan makanan,
- Paranak memberikan Na Margoar Ni Sipanganon dari parjuhut horbo,
- Parboru menyampaikan dengke (ikan, biasanya ikan mas),
- Doa makan,
- Membagikan Jambar,
- Marhata adat – yang terdiri dari [1] tanggapan oleh parsinabung ni paranak, [2] dilanjutkan oleh parsinabung ni parboru, [3] Tanggapan parsinabung ni paranak, [4] tanggapan parsinabung ni parboru,
- Pasahat sinamot dan todoan,
- Mangulosi, dan
- Padalan Olopolop.
F. Tangiang Parujungan
Doa penutut pertanda selesainya upacara perkawinan adat Batak Toba.
Demikianlah Turi-turian mengenai "Tata Cara Perkawinan dalam Budaya Batak Toba" yang bisa kami sampaikan. Bila ada kekurangan atau kelebihan, kami mohon maaf. Demi kelancaran Batak Network ini, kami memohon masukan berupa kiritikan atau saran. Harpan kami, semoga turi-turian di atas bisa bermanfaat dan berguna. Salam, Tuhan Memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Sumber: Net. TINJAKSTAR Februari 27, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
BATAK NETWORK - Horas madhihita saluhutna. Rodo hami musena tujolomuna, ima hamu na hami parsangapi. Maulieta ma di hamu saluhutna ai dilehon hamu do waktumuna nalao mamereng hami (blog Batak Network, red). Sai Tuhanta ma na mambalos sudena nadibahen hamu. Horas ma.
Disadarion adongdo turi-turian nanaeng sibahen hami. Ima taringot ni perkawinan. Atong anggosongi rap mahita manjaha turi-turian on. Mauliete.
Anda tentunya pernah dipesankan oleh Orang tua atau keluarga dekat mengenai Pernikahan. Biasanya pesan tsb simpel dan singkat, yaitu agar kelak menikah dengan sesama orang batak. Barangkali di dalam benak kita muncul sebuah pertanyaan "Mengapa Kita Selaku Suku atau Bangso Batak haruslah menikah dengan sesama Bangso Batak?".
Pesan yang disampaikan oleh orangtua kita tsb bagi generasi muda di zaman sekarang yang penuh dengan modernisasi, akan menganggap hal tsb sebuah ketertinggalan alias kuno atau kolot. Dan bahkan akan merasa terkekang atau membatasi hubungan dengan suku lain di muka bumi ini. Padahal tujuannya bukan itu. Ada makna yang dalam yang terkandung pada pesan orangtua kita itu.
Sebelumnya, kami mohon maaf bila tulisan ini akan menjadi sebuah kontrovesi. Kami tidak ada maksud dan tujuan untuk hal tsb. Kami hanya memaparkan apa maksud dari pesan orangtua kita tsb. Mari kita simak di bawah ini Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak.
Inilah Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak
1. Agar Paham Adat Istiadat
Bangso Batak memiliki Budaya atau Adat Istiadat tersendiri. Adat istiadat kita biasanya sudah mendarah daging dalam diri orang Batak. Karena sejak kita dilahirkan, kita sudah dididik sedemikian rupa tentang budaya kita.
Bagi orangtua yang menyarankan atau mengharuskan kita (muda-mudi/naposo atau yang belum menikah) untuk menikah dengan sesama suku Batak tentu punya alasan tersendiri. Adapun alasannya adalah agar kelak pasangan (calon istri/suami) yang kita pilih sudah tahu dan faham betul bagaimana adat orang batak. Dengan begitu, pasangan yang kita pilih menjadi pendamping kita mengetahui aturan dan tata cara suku batak, dan tidak perlu lagi bersusah payah untuk melaksanakan adat Batak. Artinya, dalam pelaksanaan pesta adat batak bisa mengalir apa adanya tanpa susah payah.
Satu hal, bila kita (naposo) menikah dengan beda suku, ada kekhawatiran orangtua kita, bahwa kelak kita tidak tahu mengenai adat Batak. Atau malah adat batak bisa hilang. Satu lagi, agar kita tidak tersingkir dari suku kita sendiri. Inilah yang dijaga oleh orangtua kita.
Kesimpulannya adalah tujuan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang batak adalah kita diterima di lingkungan budaya suku kita serta untuk melesetarikan budaya suku batak itu sendiri kedepannya.
2. Agar Tahu Sopan Santun/Tata Krama
Setiap suku apa saja di Indonesia ini, saya meyakini memiliki ajaran sopan santun dan tata krama yang baik di lingkungan hidup yang di ajarkan untuk si anak, termasuk pada keturunan orang suku batak. Tapi permasalahan yang muncul dan menjadi alasan orang tua menuntut kita agar menikahi sesama orang batak adalah karena keyakinan orang tua pada keturuan orang suku batak yang lebih sopan dan tahu tata krama yang baik, khususnya tata krama pada lingkungan keluarga.
Suku Batak memiliki Falsafah Hidup yaitu Dalihan Natolu. Dan dalam kehidupan orang batak, falsafah Dalihan Natolu inilah Sopan santun/Tata Krama diajarkan. Mengenai Dalihan Natolu ini bisa Anda Simak dengan membaca tautan berikut atau KLIK SAJA DISINI.
Ketika pasangan muda-mudi (naposo) punya keinginan untuk membina rumah tangga (menikah), kita ditutut harus tahu sopan santun / tata krama budaya batak. Biasanya, naposo Batak, di dalam dirinya sudah ada atau tahu sedikit mengenai tata krama suku batak. Tata krama ini biasa disebuti Tarombo / martarombo. Dalam ajaran Pertaromboan, sangat jelas bagaimana tutur sapah berlangsung, semua berjalan secara turun temurun, yang muda harus menghargai yang tua, dan lain-lain. Dengan demikian, jelas alasan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang suku batak, agar pasangan anda menghormati keluarga anda, termasuk orang tua anda nantinya.
3. Agar Se-Iman
Dalam hal ini, kami melihat alasan ketiga ini dari sisi Kekristenan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila pembaca bukan beragama Kristen.
Mayoritas di tanah batak, orang-orang suku batak memeluk agama Kristen sebagai kepercayaan dan diturunkan ke anak cucu sampai saat ini. Dalam ajaran agama Kristen, kita umat kristen juga diwajibkan untuk berpasangan dengan sesama umat kristen, seperti yang di jelaskan dalam Nats Alkitab di ayat berikut:
Demikian ulasan Batak Network mengenai topik "Inilah Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak". Mohon maaf kembali kami sampaikan bila ulasan tsb diatas ada kekurangan. Mari para pembaca yang budimnan untuk memberi masukan baik itu berupa Kiritan ataupun Saran. Jujur kami katakan, itu sangat dibutuhkan disini demi masa depan budaya suku Batak. Harapan kami, semoga ulasan singkat diatas bisa berguna dan bermanfaat. Salam hormat kami untuk pembaca budiman. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Tulisan ini sebagian kami kutip dari blog Info Aneh Terbaru sebagai referensi. TINJAKSTAR Desember 03, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Disadarion adongdo turi-turian nanaeng sibahen hami. Ima taringot ni perkawinan. Atong anggosongi rap mahita manjaha turi-turian on. Mauliete.
![]() |
| Ilustrasi: Pemberkatan Pernikahan Judika Sihotang dengan Duma Riris Silalahi di sebuah Gereja (Foto: Google) |
Anda tentunya pernah dipesankan oleh Orang tua atau keluarga dekat mengenai Pernikahan. Biasanya pesan tsb simpel dan singkat, yaitu agar kelak menikah dengan sesama orang batak. Barangkali di dalam benak kita muncul sebuah pertanyaan "Mengapa Kita Selaku Suku atau Bangso Batak haruslah menikah dengan sesama Bangso Batak?".
Pesan yang disampaikan oleh orangtua kita tsb bagi generasi muda di zaman sekarang yang penuh dengan modernisasi, akan menganggap hal tsb sebuah ketertinggalan alias kuno atau kolot. Dan bahkan akan merasa terkekang atau membatasi hubungan dengan suku lain di muka bumi ini. Padahal tujuannya bukan itu. Ada makna yang dalam yang terkandung pada pesan orangtua kita itu.
Sebelumnya, kami mohon maaf bila tulisan ini akan menjadi sebuah kontrovesi. Kami tidak ada maksud dan tujuan untuk hal tsb. Kami hanya memaparkan apa maksud dari pesan orangtua kita tsb. Mari kita simak di bawah ini Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak.
Inilah Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak
1. Agar Paham Adat Istiadat
Bangso Batak memiliki Budaya atau Adat Istiadat tersendiri. Adat istiadat kita biasanya sudah mendarah daging dalam diri orang Batak. Karena sejak kita dilahirkan, kita sudah dididik sedemikian rupa tentang budaya kita.
Bagi orangtua yang menyarankan atau mengharuskan kita (muda-mudi/naposo atau yang belum menikah) untuk menikah dengan sesama suku Batak tentu punya alasan tersendiri. Adapun alasannya adalah agar kelak pasangan (calon istri/suami) yang kita pilih sudah tahu dan faham betul bagaimana adat orang batak. Dengan begitu, pasangan yang kita pilih menjadi pendamping kita mengetahui aturan dan tata cara suku batak, dan tidak perlu lagi bersusah payah untuk melaksanakan adat Batak. Artinya, dalam pelaksanaan pesta adat batak bisa mengalir apa adanya tanpa susah payah.
Satu hal, bila kita (naposo) menikah dengan beda suku, ada kekhawatiran orangtua kita, bahwa kelak kita tidak tahu mengenai adat Batak. Atau malah adat batak bisa hilang. Satu lagi, agar kita tidak tersingkir dari suku kita sendiri. Inilah yang dijaga oleh orangtua kita.
Kesimpulannya adalah tujuan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang batak adalah kita diterima di lingkungan budaya suku kita serta untuk melesetarikan budaya suku batak itu sendiri kedepannya.
2. Agar Tahu Sopan Santun/Tata Krama
Setiap suku apa saja di Indonesia ini, saya meyakini memiliki ajaran sopan santun dan tata krama yang baik di lingkungan hidup yang di ajarkan untuk si anak, termasuk pada keturunan orang suku batak. Tapi permasalahan yang muncul dan menjadi alasan orang tua menuntut kita agar menikahi sesama orang batak adalah karena keyakinan orang tua pada keturuan orang suku batak yang lebih sopan dan tahu tata krama yang baik, khususnya tata krama pada lingkungan keluarga.
Suku Batak memiliki Falsafah Hidup yaitu Dalihan Natolu. Dan dalam kehidupan orang batak, falsafah Dalihan Natolu inilah Sopan santun/Tata Krama diajarkan. Mengenai Dalihan Natolu ini bisa Anda Simak dengan membaca tautan berikut atau KLIK SAJA DISINI.
Ketika pasangan muda-mudi (naposo) punya keinginan untuk membina rumah tangga (menikah), kita ditutut harus tahu sopan santun / tata krama budaya batak. Biasanya, naposo Batak, di dalam dirinya sudah ada atau tahu sedikit mengenai tata krama suku batak. Tata krama ini biasa disebuti Tarombo / martarombo. Dalam ajaran Pertaromboan, sangat jelas bagaimana tutur sapah berlangsung, semua berjalan secara turun temurun, yang muda harus menghargai yang tua, dan lain-lain. Dengan demikian, jelas alasan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang suku batak, agar pasangan anda menghormati keluarga anda, termasuk orang tua anda nantinya.
3. Agar Se-Iman
Dalam hal ini, kami melihat alasan ketiga ini dari sisi Kekristenan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila pembaca bukan beragama Kristen.
Mayoritas di tanah batak, orang-orang suku batak memeluk agama Kristen sebagai kepercayaan dan diturunkan ke anak cucu sampai saat ini. Dalam ajaran agama Kristen, kita umat kristen juga diwajibkan untuk berpasangan dengan sesama umat kristen, seperti yang di jelaskan dalam Nats Alkitab di ayat berikut:
2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?Alasan terakhir dan kebanyakan alasan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang suku batak adalah karena urusan keyakinan, sesuai ajaran umat Kristen seperti yang tertuang pada ayat di atas.
Demikian ulasan Batak Network mengenai topik "Inilah Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak". Mohon maaf kembali kami sampaikan bila ulasan tsb diatas ada kekurangan. Mari para pembaca yang budimnan untuk memberi masukan baik itu berupa Kiritan ataupun Saran. Jujur kami katakan, itu sangat dibutuhkan disini demi masa depan budaya suku Batak. Harapan kami, semoga ulasan singkat diatas bisa berguna dan bermanfaat. Salam hormat kami untuk pembaca budiman. Tuhan memberkati. Horas.***
Editor: Tim Batak Network
Tulisan ini sebagian kami kutip dari blog Info Aneh Terbaru sebagai referensi. TINJAKSTAR Desember 03, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Inilah Alasan Mengapa Orang Batak diharuskan Menikah dengan Orang Batak
Posted by FACE BATAK on Kamis, 03 Desember 2015
Label
2016
2017
Adat
Adat-istiadat Suku Orang Batak
Agama
Angkola
Artikel
Artis
Artis Batak
Asal-Usul Batak
Bahasa
bahasa batak
Bahasa Batak Toba
Batak
Batak Clan
batak host
Batak Pengusaha
Batak Simalungun
Batak Toba
BatakAngkola
BatakKaro
BatakMandailing
BatakPakpak
BatakSimalungun
BatakToba
Batu Gantung
Belajar tentang Suku Batak
Bella Shofie
Beon
berita batak
Berita Orang Batak
berita sumut
Blackberry
Bom
Budaya
Cerita Humor
Christine Panjaitan
Cipto Junaedy
Danau Toba
Danau Toba untuk Semua
doloksanggul
Download Lagu lagu Batak 2014
Download Lagu lagu Batak 2017
Dunia Anjing
Editorial
Elviana
Fakta dan Opini tentang Orang Batak dan Suku Batak
Film
Foto
Galeri
Gallery Photo
Gaya Hidup
Generasi Batak
Gondang
History
HORAS TANO BATAK
Hosting
Humor Batak
Hybrid
Indonesia Merdeka
indonesian
Internet Marketing
Islam
Istilah-istilah Batak
Kabar Suku Batak
Kabar Terkini
Kalender
Karo
Kekristenan
Kelahiran
Kematian
Khas Batak
Kisah
Klaim
Kumpulan Foto-Foto Batak
Kunci Gitar Lagu Batak
Lagu
Lagu Batak
Lagu Batak Terbaru 2012
Lagu Gereja
Lagu lagu Batak
Lagu Natal
Lagu Rohani
Lagu Rohani Batak
Lawak ala Orang Batak
Layanan
Lebaran
Lebaran Batak
legend
Lintas Suku
Lirik dan Arti Lagu Batak
Lirik Lagu
Lirik Lagu Barat
Lirik lagu batak
Mahasiswa USU
Malvinas Group
Mandailing
Marga
Marlen Manroe
Marsada Band
Medan
Mitos
mobil
Musik
MYCULTURED
Nairasaon
Natal
News
Nirwana Trio
Opini Batak
orang batak
Pakaian
Pakpak
Panatapan Trio
Pariwisata
Pendidikan
Pengetahuan tentang Suku Batak
Penipuan
Peristiwa
Pernikahan
pesta bolon
Politik
Presiden RI
Profil
PSBI Simbolon
Renungan
Retta Sitorus
Review
RNB SINGERS
Rohani
Ruhut
Rumah
Rumah Adat
Rumah Batak
SAM BOYS TRIO
SASTRA
Sejarah
Seo Blog
Seoagency.co.id
Serba-Serbi
Silalahi
Simalungun
Simbolon
Sinamot
sipitu ama
Situmorang
Situs
Suku Batak dan Agama Kristen
Sumut
Surat Batak
takbiran
Tanaman
Tarian
TariAngkola
TariKaro
TariMandailing
TariPakpak
TariSimalungun
TariToba
Tarombo
Tarombo Batak
Template Blog
Tentang
tentang batak
Tentang Orang Batak
Tentang Tanah Batak
Test
Tigor Gipsy Marpaung
Tips Kesehatan
Toba
Toko Online
Tokoh
Tortor
Tourism Lake Toba
Toyota
Tradisi
Trio Aridos
Trio Bersama
Trio Elexis
Trio Gulamo
Trio Lasidos
Trio Palapa
Tuak
Tuhan Yesus
Tulisan Aneh
Tulisan Menarik
Tulisan Unik
Ucapan Selamat
Ulos
Umpama
Umpasa
Umum
Uniknya Batak
Video
Video klip Batak
Widget Blog
Wisata
X Factor Indonesia







